Dinsos Bantu Pasien Isoman Kurang Mampu, Sudah Terdata 600 Orang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinsos Bantu Pasien Isoman Kurang Mampu, Sudah Terdata 600 Orang


ILUSTRASI. Perawatan pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)

KABAR FLOBAMORATA

Dinsos Bantu Pasien Isoman Kurang Mampu, Sudah Terdata 600 Orang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Sosial akan memberikan bantuan bagi pasien positif Covid-19 yang melakukan isolalsi mandiri (Isoman) di rumah. “Bantuan ini hanya diberikan kepada pasien yang dikategorikan kurang mampu,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowik Djungu Lape, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/7).

Lodowik mengaku, sampai saat ini, Dinas Sosial terus berupaya memberikan bantuan permakanan, bagi masyarakat yang terpapar Covid-19, dan melakukan isoman di rumah. “Bantuan ini hanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu, karena memang sekarang stok yang ada di Dinas Sosial terbatas, dan tidak dianggarkan secara khusus. BBantuan ini kami ambil dari stok di dinas,” ungkapnya.

Lodowik menyebutkan, bantuan permakanan ini berupa, beras, mie instan, telur, minyak goreng, dan susu beruang. “Saat ini data yang diberikan dari Dinas Kesehatan ke Dinas Sosial sebanyak 600 pasien, dan yang sudah dibantu 100 lebih. Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, dan telur,” katanya.

Lodowik menuturkan, untuk pendataan, dilakukan oleh pihak kelurahan dan Dinas Kesehatan, selanjutnya data itu diserahkan ke Dinas Sosial untuk urusan pendistribusian bantuan. “Kami melakukan verifikasi terlebih dahulu, karena stok bantuan yang terbatas sehingga hanya diperuntukan bagi warga kurang mampu saja,” jelasnya sekali lagi.

Lodowik mengaku, stok bantuan yang ada sangat terbatas dan diperkiraka yang ada di dinas hanya bisa bertahan sampai dua bulan ke depan. Pemberian bantuan juga melihat jumlah kasus yang terjadi, dan stok permakanan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Karena bantuan permakanan bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri ini, anggarannya tidak dialokasikan pada anggaran yang di-refocusing, jadi tentunya sangat terbatas,” bebernya.

Lodowik berharap adanya bantuan pihak ketiga. Saat Badai Seroja kemarin memang pihak ketiga sangat membantu, sehingga diharapkan masih ada bantuan dari pihak ketiga untuk pasien Covid-19 yang tidak mampu. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top