Saksi Terangkan Martinus Pukul Obet Hingga Berdarah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Saksi Terangkan Martinus Pukul Obet Hingga Berdarah


PEMERIKSAAN SAKSI. Dua warga Semau, Obet Nego Ukat dan Semuel Pong Neno Besi usai mengikuti sidang perdana perkara pemukulan di PN Oelamasi, Selasa (22/6/2021) lalu. Selasa (6/7/2021) sidang perkara ini kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Semuel Pong Neno Besi kembali dihadirkan hakim untuk memberi kesaksian. (FOTO: THEO NDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Saksi Terangkan Martinus Pukul Obet Hingga Berdarah


Sidang Perkara Penganiayaan di PN Oelamasi Kupang

OELAMASI, TIMEXKUPANG.com-Mantan Staf Ahli Pemkab Kupang, Martinus Po Tausbele diduga menganiaya dengan memukul Obet Nego Ukat pada mata kiri hingga mengeluarkan darah segar. Korban bersama Samuel Pong Neno Besi tidak melakukan perlawanan terhadap Martinus dengan kawan-kawan hingga persoalan ini dilaporkan ke Polsek Semau untuk diproses secara hukum.

Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Oelamsi, Selasa (6/7). Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Afhan Rizal Albone dengan anggota Revan TH Tambunan dan Hendra A. H Purba itu agendanya pemeriksaan saksi. Sebanyak tiga orang saksi korban dihadirkan dalam sidang itu, yakni Samuel Neno Besi, Yuliana Ismau Laysilap, dan Kepala Desa Ui Bola, Yostan Urbanus Bela.

Saksi Samuel Neno Besi dalam keterangannya menjelaskan, pada awal kejadian yang berlangsung tanggal 18 September 2020, dirinya mendengar ada bunyi sensor di lokasi yang bernama Iung Make di wilayah RT01/RW01, Dusun 1, Kecamatan Semau Selatan.

Samuel langsung ke rumah Obet Nego Ukat selaku Kepala Suku Ismau Silap, untuk memberitahukan bahwa di Iung Make ada bunyi sensor, dan ada orang yang bekerja di atas tanah milik Suku Ismau Laysilap.

Mendengar informasi itu, Obet bersama Samuel dan Yuliana Ismau Silap langsung pergi ke lokasi kejadian untuk melihat lahan mereka. Setiba di lokasi kejadian, Obet bersama Samuel dan Yuliana melihat ada Martinus bersama teman-temannya membuka lahan baru dengan menebang sejumlah pohon di atas lahan milik mereka.

Obet melihat Martinus Po Tausbele sedang duduk di bawah pohon. Obet mengajak Martinus untuk beruding dan mengapa harus mengerjakan lahan milik Ismau Laysilap. Martinus tidak peduli dengan ajakan Obet dan langsung bangun berjalan ke depan sekitar lima meter, mengayun-ayunkan parang sambil mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Obet dan Samuel.

BACA JUGA: Mantan Staf Ahli Pukul Dua Warga Semau, Sidang Perdana di PN Oelamasi

Saksi Samuel Neno Besi menerangkan, Martinus lalu memukul pipi kiri dan kanan serta memukul mata kiri Obet hingga mengeluarkan darah segar. Martinus selain memukul Obet, juga memukul Samuel yang dibantu Yonatan Bao yang memeluk Samuel dari belakang dan Martinus memukul hingga Samuel tidak berdaya.

Melihat Obet dan Samuel dipukul oleh Martinus, Yuliana Ismau Laisilap berusaha memegang tangan Obet dan mengajak Obet dan Samuel pulang kembali ke rumah. Setiba di rumah Obet bersama Samuel pergi ke kantor desa untuk melaporkan peristiwa penganiayaan yang menimpa mereka.

Setiba di kantor desa, Obet yang masih berlumuran darah pada pipi kiri, langsung diambil gambar oleh Kepala Desa, Yostan Urbanus Bela. Kepala Desa menganjurkan kepada Obet dan Samuel untuk melaporkan kepada polisi di Polsek Semau. Obet bersama Samuel, langsung menuju ke kantor Polsek Semau untuk melaporkan peristiwa pengnaiayaan yang menimpah Obet dan Samuel. Usai memberikan keterangan kepada polisi di Polsek Semau, Obet bersama Samuel kembali ke rumah.

Sementara saksi Yauliana Ismau Laysilap dalam keterangannya menjelaskan, dirinya setelah mendegar informasi bahwa lahan mereka digarap oleh Martinus, dirinya bersama Obet dan Samuel menuju ke lokasi kejadian untuk menyaksikan lahan mereka yang sudah digarap Martinus.

Saksi Yuliana melihat langsung Martinus memukul Obet, pada pipi kiri dan kanan dan memukul mata kiri Obet hingga mengeluarkan darah segar. Obet bersama Samuel tidak melakukan perlawanan terhadap Martinus.

Saksi Kepala Desa Ui Boa, Yostan Urbanus Bela dalam keterangannya menjelaskan dirinya setelah mendapat informasi dari Obet dan Samuel bahwa lokasi milik Ismau Laysilap yang berada di RT01/RW01 Dusun 1 sudah digarap oleh Martinus, menganjurkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, ajakan Obet tidak dihiraukan Martinus hingga terjadi penganiayaan terhadap Obet dan Samuel.

Terdakwa Martinus Po Tausbele mendengar keterangan dari ketiga saksi tersebut membantah. Martinus mengatakan, dirinya tidak pernah memukul Obet. Menurut Martinus, Obet berusaha memukul dirinya tetapi dirinya menghindar hingga Obet jatuh ke tanah dan mata kirinya mengeluarkan darah segar. (teo/*)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top