Belu Catat Rekor Kasus Kematian Akibat Covid-19, Sehari 3 Meninggal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belu Catat Rekor Kasus Kematian Akibat Covid-19, Sehari 3 Meninggal


Bupati Belu, Agustinus Taolin. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belu Catat Rekor Kasus Kematian Akibat Covid-19, Sehari 3 Meninggal


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kabar buruk datang dari Kabupaten Belu terkait pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, dalam sehari sebanyak tiga pasien meninggal dunia dengan gejala Covid-19. Ketiga pasien dengan gejala Covid-19 semuanya meninggal di RSUD Atambua, dan baru dimakamkan Kamis (8/7) pagi di TPU Masmae, Desa Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat.

Ketiga pasien yang meninggal di ruang isolasi RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua yakni JS warga Kelurahan Manuaman, S warga pendatang dari Surabaya, Jawa Timur, dan YKB warga Sadi Kecamatan Tasifeto Timur. Untuk pasien JS dan S meninggal pada Rabu (7/7) malam sedangkan pasien YKB meninggal Kamis (8/7) dini hari. Ketiga jasad ini baru dimakamkan Kamis (8/7) pagi oleh tim penanganan jenazah Satgas Covid-19.

“Ada tiga pasien yang meninggal dalam sehari, dua pasien JS dan SS meninggal tadi malam (Rabu, 7/7), sedangkan pasien YKB meninggal tadi pagi (Kamis, 8/7 dinihari),” kata Koordinator Bidang Penanganan Jenazah Satgas Covid-19 Kabupaten Belu, Vincent K. Laka kepada media ini, Kamis (8/7).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan liang lahat untuk pemakaman tiga jenazah secara protokol Covid-19 di TPU Masmae, Desa Tukuneno.

Sementara Bupati Belu, Agustinus Taolin saat dikonfirmasi Kamis (8/7) membenarkan adanya tiga pasien di ruang isolasi RSUD Atambua yang meninggal dengan gejala Covid-19. Ketiga pasien yang meninggal itu umurnya di atas 60 tahun.

“Tadi malam sampai tadi pagi ada tiga pasien meninggal. Jadi total sudah lima orang,” ujar Bupati Belu kepada wartawan di Belu, Kamis (8/7).

Bupati Agus menyebutkan, pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan seperti jantung, dan maag. Pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi berat dan darurat sehingga kurang dari 24 jam meninggal. Tentunya sebagai dokter tidak bisa menentukan hidup dan matinya seseorang. Yang diupayakan dokter memberikan pelayanan profesional agar pasien bisa tertolong dan sembuh.

Ia berpesan agar jika sakit jangan takut ke rumah sakit. Sebab yang meninggal rata-rata sudah dalam kondisi kritis baru dibawa kerumah sakit untuk dirawat. Sebaiknya lebih awal bila rasa sakit langsung ke rumah sakit sehingga bisa ditangani tim medis.

“Saya harap kalau saudara saudara kita, keluarga, dan kerabat kita yang sakit cepat bawa ke rumah sakit lebih awal. Sehingga bisa dilakukan pemeriksaan terukur. Jangan tunggu sekarat baru bawa untuk berobat,” tegasnya.

Ia menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap petugas medis yang melakukan penanganan pasien sesuai mekanis aturan penaganan pasien. Langkah ini dilakukan pemerintah agar masyarakat Belu tetap sehat dan tidak ada lagi penambahan pasien Covid-19 yang meninggal berikutnya.

Menurut Bupati Agus, Pemerintah terus giat melakukan pencegahan dini terkait pencegahan Covid-19 seperti rapid test antigen. Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selain itu, lanjut Bupati Agus, Pemerintah menjalankan program vaksinasi juga membenahi fasilitas kesehatan mempersiapkan Rumah Sakit Second Line untuk penanganan khusus bila pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Bukan hanya itu, brigade penanganan Covid-19 juga sudah disiapkan untuk penanganan pasien korona secara terukur dan akurat. Untuk itu Ia mengimbau semua agar tetap jaga protokol kesehatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu terus melakukan upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti imbauan dan penegasan kepada para camat dan lurah serta kepala desa untuk melarang semua acara keramaian, seperti resepsi pernikahan, acara adat, syukuran dan bentuk keramaian lainnya. Imbauan ini tertuang dalam Surat Bupati Belu Nomor: 360/BPBD/74/VI/2021.

Bukan hanya itu, Bupati Belu juga sudah perintahkan Sat Pol PP untuk bertindak membubarkan kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan. Khusus untuk kegiatan persemayaman jenazah hanya dibatasi selama dua hari dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu para pelaku usaha diimbau untuk menyiapkan sarana protokol kesehatan seperti air cuci tangan atau hand sanitizer selain itu para pelaku usaha juga diminta agar mengatur pengunjung agar tidak menimbulkan kerumunan.

Pelaksanaan kegiatan makan, minum di warung, di rumah makan, restoran dan kafe dibatasi 25 persen dari kapasitas ruangan. Selain itu jam operasional pun dibatasi hingga pukul 20.00 wita. Sedangkan restoran yang hanya melayani pesan antar dapat beroperasi selama 24 jam. Karyawan, pengunjung dan pembeli wajib menggunakan masker. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top