Mulai 12 Juli, Pemprov NTT Tutup Pelayaran Penumpang Antardaerah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mulai 12 Juli, Pemprov NTT Tutup Pelayaran Penumpang Antardaerah


Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

BISNIS

Mulai 12 Juli, Pemprov NTT Tutup Pelayaran Penumpang Antardaerah


KUPANG,TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menutup arus perjalanan penumpang menggunakan transportasi laut berupa kapal laut, kapal motor penyeberangan, dan kapal pelayaran rakyat yang masuk dari luar ke dalam wilayah NTT.

Larangan pelayaran dan penyeberangan kapal penumpang masuk dari luar ke dalam wilayah NTT tertuang dalam surat Kepala Dinas Perhubungan NTT Nomor: Dishub,550/553.3/286 a/VI1I/2021 tertanggal 7 Juli 2021 yang ditanda tangani Kepala dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka yang copyannya di terima TIMEX Kamis (8/7) petang.

“Perjalanan penumpang dengan menggunakan kapal laut, kapal motor penyeberangan, dan kapal pelayaran rakyat yang masuk dari luar wilayah NTT ke dalam wilayah NTT, tidak diperbolehkan atau dilarang, terhitung mulai tanggal 12 – 26 Juli 2021, dan akan dievaluasi setelahnya,” tegas Isyak Nuka.

Dalam surat yang tembusannya disampaikan kepada para pejabat pemerintah terkait antara lain Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta sejumlah Dirjen Perhubungan ditegaskan, bahwa bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut dan penyeberangan dari atau ke pelabuhan di dalam wilayah NTT wajib menunjukan surat keterangan vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

BACA JUGA: Pertimbangkan Arahan Gubernur, Kadishub NTT Cabut Larangan Terbang dan Pelayaran

“Pembatasan pelayanan angkutan laut sebagaimana dimaksud, tidak berlaku untuk angkutan barang dan logistik, namun kepada semua kru dan awak kapal wajib mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Surat nomor: Dishub,550/553.3/286 a/VI1I/2021 tertanggal 7 Juli yang ditujukan kepada Operator Angkutan Udara Penumpang, Operator Angkutan Laut, Operator Angkutan Pembatasan Pelayanan Angkutan Udara, Penyeberangan Laut Dan Penyeberangan di tempat masing-masing ditegaskan pula bahwa pihaknya membatalkan atau menarik surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor: Dishub.550/553.440/284/VI1/2021 tanggal 6 Juli 2021 hal Pembatasan Pelayanan Angkutan Udara, Laut dan Penyeberangan Pada Daerah yang Masuk Dalam Zona Merah Covid-19 dalam Wilayah NTT.

“Perjalanan udara bagi penumpang dari dan keluar wilayah NTT wajib menunjukan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pernalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandem: Covid-19, dan Surat Edaran Menteri Perhubungan R1 Nomor: SE 45 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportas: Udara pada Masa Pandem Covid-19,” tegas Isyak Nuka.

Ditegaskan pula bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara yang melakukan penerbangan dari atau ke bandara dalam wilayah NTT, wajib menunjukan surat keterangan vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top