Pemkab Mantim Kunci Pintu Masuk Keluar Elar Selatan, PMI Bangun Dapur Umum | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Mantim Kunci Pintu Masuk Keluar Elar Selatan, PMI Bangun Dapur Umum


PANTAU. Ketua PMI Matim, Theresia Wisang-Agas (depan) saat memantau persiapan dapur umum PMI di wilayah Kecamatan Elar Selatan. (FOTO: PMI Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Mantim Kunci Pintu Masuk Keluar Elar Selatan, PMI Bangun Dapur Umum


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) mengambil langkah tegas dengan mengunci pintu masuk keluar di wilayah Kecamatan Elar Selatan demi mencegah makin meluasnya penyebaran Covid-19. Keputusan ini diambil pemerintah menyusul tingginya angka kasus penularan korona di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

Demi mengamankan wilayah itu, aparat keamanan dikerahkan, bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) ikut berperan dengan membangun dapur umum (DU).

Sebagaimana diketahui, hingga Selasa (6/7), tercatat ada 125 warga Elar Selatan terpapar Covid-19 berdasarkan rapid antigen positif. Jumlah itu, terbanyak menyebar di tiga desa, yakni Desa Mosi Ngaran, Sangan Kalo, dan Langgasai.

“Sesuai hasil rapat bersama gugus tugas Covid-19 di Polres Matim, Rabu (7/7), PMI Matim ikut berperan dalam membantu menangani DU di Elar Selatan,” ujar Ketua PMI Matim, Theresia Wisang-Agas, di Borong, Kamis (8/7).

Theresia menjelaskan, kegiatan dapur umum yang dilaksanakan oleh PMI di sana, yakni mem-backup tim yang turun ke wilayah Kecamatan Elar Selatan, dari sisi logistik. Khususnya makanan. Tim itu terdiri Polri, TNI, Dinas Kesehatan, dan Sat Pol PP. Mereka inilah yang bertugas menjalankan penanganan kasus Covid-19 di wilayah Elar Selatan.

Tugas lain yang dilakukan PMI Matim, lanjut Theresia, adalah melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga. Serta membantu crew Dinas Kesehatan dalan kegiatan sosialisasi terkait penularan dan penanganan Covid-19. Selain itu, lanjut Theresia, PMI juga membantu Polri dan TNI dalam kegiatan penjagaan di sejumlah pintu masuk keluar wilayah Elar Selatan.

“Pintu keluar masuk wilayah di Elar Selatan, dijaga oleh aparat TNI, Polri, dan Sat Pol PP. Kita dari PMI juga ikut membantu dalam pemberlakuan jam malam. Jadi kegiatan tanggap darurat itu dilaksanakan selama 14 hari. Terhitung mulai, Kamis (8/7),” ujar istri dari Bupati Matim, Agas Andreas ini.

Theresia menyebutkan, fokus pembangunan dapur umum di tiga desa, yakni Mosi Ngaran, Sangan Kalo, dan Langgasai. Tiga desa di Kecamatan Elar Selatan ini menjadi fokus perhatian karena dalam sepekan ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang luar biasa. “Kita berharap wabah ini cepat berlalu, oleh karena itu semua pihak diminta untuk disiplin dengan protokol kesehatan,” pinta Theresia.

BACA JUGA: Satu Desa di Matim Heboh, 100 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sementara itu, Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH, kepada TIMEX di Borong, Kamis (8/7) mengatakan, ada sebanyak 20 orang anggota Polres Matim yang dikerahkan ke wilayah Elar Selatan. Mereka tergabung dalam Satgas Covid-19 Kabupaten Matim, khusus untuk melakukan penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 di wilayah Elar Selatan.

Selain polisi, kata Nugroho, tim gabungan itu juga ada dari personil TNI sebanyak 10 orang, BPBD 20 orang, PMI 10 orang, Sat Pol PP 10 orang, dan Dinas Perhubungan sebanyak 5 orang. Sebelum ke Elar Selatan, tim gabungan ini mengikuti upacara pergeseran di Lapangan Mapolres Matim, Kamis (8/7).

“Kita kirim anggota untuk melokalisir dan melakukan pengetetan penjagaan di pintu masuk keluar di Elar Selatan. Tentu terkait dengan adanya penerapan PPKM skala mikro di Mosi Ngaran, Sangan Kalo, dan Langgasai. Kita kunci di pintu keluar masuk wilayah ini,” kata AKBP Nugroho.

AKBP Nugroho mengatakan, tim gabungan ini akan melaksanakan tugas di Elar Selatan selama 14 hari. Terhitung tanggal 8 – 21 Juli 2021. Harapanya, dengan hadirnya tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Matim ini, kasus Covid-19 di wilayah itu bisa teratasi. AKBP Nugroho juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, mengatakan saat ini tim dari Dinas Kesehatan masih melaksanakan tugas di sejumlah desa, di Elar Selatan. Bersama tenaga kesehatan (Nakes) di melakukan penelusuran dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Terbanyak warga yang terkonfirmasi postif covid-19, ada di Desa Mosi Ngaran.

“Untuk Desa Mosi Ngaran, ada 1.085 jiwa. Ada banyak warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen. Karena jumlahnya lebih 50 orang dan semua warga mempunyai keluhan yang sama, maka kami tidak rapid semuanya. Kami anggap semua warganya terkonfirmasi positif,” kata dr. Tintin.

Hal yang sama juga terjadi di desa lain sekitarnya. Sehingga salah satu acara atau upaya yang tepat, wilayah di sana dikunci atau diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Penerapan PPKM ini lebih efektif untuk cegah dan atasi penyebaran kasus Covid-19. Terkait varian baru, pihaknya telah ambil sampel dan dikirim ke Kupang untuk diteliti.

Kondisi per 5 Juli 2021 di kabupaten Matim, kata dr. Tintin, total pasien terkonfirmasi positif PCR sebanyak 122 orang. Pasien postif rapid test antigen 1.009 orang. Sementara pasien yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 203 orang, dan karantina terpusat 75 orang.

“Ada 3 pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pasien sembuh ada 711 orang. Sementara yang meninggal dunia dari 10 orang. Ada tambahan 3 orang sesuai kondisi per 8 Juli 2021. Sehingga totalnya sekerang sebanyak 13 orang,” beber dr. Tintin. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top