Sepakat Laksanakan Transformasi Green | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sepakat Laksanakan Transformasi Green


TEKEN MoU: Tampak GM PLN NTT dan Rektor Undana Kupang menandatangi naskah MoU di aula kantor PLN NTT Rabu (7/7) pagi lalu. (IST)

Advetorial

Sepakat Laksanakan Transformasi Green


PLN-Undana Tandatangani MOU

KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Masalah Pelestarian lingkungan mendapat perhatian management PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Wujud perhatian salah satu BUMN di wilayah Provinsi NTT ini ditunjukan dengan melaksanakan program transformasi green di daerah sekitar wilayah kerjanya melalui
pengembangan hutan energi untuk Pemenuhan Bahan Baku Cofiring PLTU di kantor PLN UIW NTT.

Realisasi program dimaksud dilakukan melalui kerjasama dengan Undana Kupang yang diperkuat dengan penandatangan MoU oleh General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan Rektor Undana Kupang, Fredrik L. Benu
di kantor UIW NTT Rabu (7/7) pagi lalu
.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko membenarkan adanya kegiatan tersebut.
“PLN mempunyai 4 program transformasi, Green adalah salah satunya dan diwujudkan hari (kemarin-red) ini bersama Universitas Nusa Cendana. Terima kasih kepada Rektor dan civitas akademik Undana yang turut berperan dalam program ini,” ungkap General Manager PLN UIW NTT dalam press release kemarin pagi.

Dijelaskan pelaksanakan program transformasi green oleh kedua lembaga juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya pemberdayaan. Masyarakat jelas Agustinus Jatmiko dilibatkan selaku bagian dari pengelolaan Hutan Energi.
“Hasil program transformasi green akan digunakan sebagai
bahan baku Cofiring PLTU Bolok,” jelas Jatmiko.

Diakui selain PLTU Bolok, akan beroperasi PLTU Panaf dalam beberapa waktu mendatang.
Saat ini kata General Manager PLN UIW NTT, PLTU Panaf masih dalam tahap pembangunan sehingga kebutuhan Biomasa akan bertambah sebagai subtitusi batu bara.

“Inti dari MoU ini, yaitu pemanfaatan hasil hutan energi untuk kebutuhan bahan baku cofiring PLTU di lingkungan kerjanya juga ada pemberdayaan masyarakat sekitar hutan energi menuju kesejahteraan melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa, pemberdayaan UMKM dan BUMDES untuk penyediaan stok biomassa. Hal lainya program ini membangun sinergi tanggung jawab sosial dan lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Undana Kupang Fredrik L. Benu, menilai kerjasama PLN dan Undana Kupang dalam hal transformasi green mendukung kinerja utama Undana selama ini.
“Salah satu indikator kinerja utama kami (Undana Kupang) adalah lingkungan. Indikator ini kami harus pertanggungjawabkan setiap akhir tahun di hadapan pak Menteri, produk inovasi apa yang kami hasilkan dari kegiatan penelitian dan pendampingan,” kata Rektor Undana Kupang.

Diakui dalam rentang waktu tahun lalu Undana menghasilkan produk inovasi hanya saja tidak cukup didukung dengan dokumen-dokumen pendukung lain yang sebenarnya mudah kita penuhi.
“Tahun ini saya bersyukur, kita ada MoU dengan PLN NTT. Dengan demikian kami sudah punya inovasi baru yang bisa kami laporkan pada akhir tahun kepada pak menteri bahwa kami punya produk inovasi baru yang bisa memenuhi salah satu indikator yang ditentukan,” kata
Fredrik L. Benu.

Menurut Rektor Undana kerjasama yang dirajut bersama PLN NTT kemarin pagi sudah disampaikan kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat beberapa waktu lalu. Karena itu untuk mendukung program kerjasama kedepan, pemerintah Provinsi NTT telah menyediakan lahan seluas 3000 hektar yang kelak akan berfungsi sebagai hutan energi bagi suksesnya program cofiring.

“Terima kasih kepada PLN dan juga GM, kerjasama ini sudah saya informasikan kepada gubernur. Bersama pemerintah provinsi kita telah siapkan lahan 3000 hektar untuk hutan energi bagi suksesnya program cofiring,” katanya.

Asal tahu saja, program Transformasi PLN sudah diluncurkan sejak April 2020 lalu.Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan dan bauran energi 23%. Implementasinya sudah dilakukan di seluruh unit PLN, termasuk PLN NTT melalui Program Cofiring PLTU Bolok
dengan konsep Hutan Energi.

Pada bulan September tahun 2020 juga telah berhasil uji coba cofiring 5 persen biomass yang berasal dari woodchips (cacahan kayu) untuk mendorong penggunaan EBT untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan di area PLTU Bolok dengan kapasitas 33 MW membutuhkan bahan baku batu bara sebesar 700 ton per hari. (ogi/rum)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top