Kodim 1618/TTU Launching Pompa Hidram dan Deklarasi Gejala | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kodim 1618/TTU Launching Pompa Hidram dan Deklarasi Gejala


DEKLARASI GEJALA. Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi didampingi staf dan masyarakat saat me-launching pompa hidram dan deklarasi Gerakan Jaga Alam dan Air di Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kamis (8/7). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kodim 1618/TTU Launching Pompa Hidram dan Deklarasi Gejala


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kodim 1618/TTU melakukan kegiatan launching pompa hydraulic ram (Hidram) dan Deklarasi Gerakan Jaga Alam dan Air (Gejala) yang berlangsung di Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kamis (8/7).

Kegiatan yang dipimpin langsung Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, Kasdim 1618/TTU, Danramil 1618-02/Miobar, Pasiter Kodim 1618/TTU, Babinsa Koramil 1618-02/Miobar, Kepala Desa Haulasi, Kepala Desa Suanae dan perwakilan masyarakat dari kedua Desa Tersebut.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi kepada TIMEX, Kamis (8/7) mengatakan, Kodim 1618/TTU telah membangun pompa hidram di beberapa desa dan kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih.

Dari sejumlah titik tersebut, terdapat beberapa titik pembangunan pompa hindram yang sudah rampung dikerjakan. Misalnya pompa hidran di Desa Nainaban dan di Kelurahan Tubuhue.

“Kita akan bangun pompa hidram di beberapa titik guna menarik air dari lembah ke kawasan permukiman. Pasalnya letak sumber air yang berada jauh dari permukiman membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Oleh sebab itu, dengan teknologi pompa hidram kita akan mendekatkan air ke permukiman masyarakat,” ungkap Dandim Roni.

BACA JUGA: Aslog Kasdam IX/Udayana Tinjau Lokasi Pompa Hidran di TTU

Dandim Roni menambahkan, saat ini sebagian besar pompa hidram yang dibangun oleh TNI tersebut sudah mulai dimanfaatkan dan ada juga yang sementara tahap finishing. Dalam pembangunan pompa hidram sendiri, lanjut Dandim Roni, masyarakat ikut berpartisipasi aktif mendukung TNI dalam proses pembangunan pompa hidram.

“Pembangunan pompa hidram merupakan program dari komando atas yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu dengan air yang ada, masyarakat didorong memanfaatkan air tersebut untuk bercocok tanam maupun berternak,” jelasnya.

Sementara untuk melestarikan sumber mata air permukaan yang ada, Dandim Roni juga mendeklarasikan Gerakan Jaga Alam dan Air yang disingkat Gejala.

Melalui gerakan ini, Dandim Roni berharap bisa menumbuhkan kesadaran dan memotivasi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam sehingga sumber mata air permukaan juga ikut lestari. Kebiasaan tebas bakar untuk membuka lahan baru diharapkan untuk segera dihentikan karena merusak kelestarian alam.

“Jika mau sumber mata air permukaan tetap lestari, maka alam kita juga harus lestari. Jaga hutan kita dan hentikan kebiasaan tebas bakar untuk buka lahan baru,” ajaknya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top