Sembilan Kecamatan di Manggarai Zona Merah, Langke Rembong Tertinggi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sembilan Kecamatan di Manggarai Zona Merah, Langke Rembong Tertinggi


Jubir Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sembilan Kecamatan di Manggarai Zona Merah, Langke Rembong Tertinggi


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Manggarai, diumumkan berstatus zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penularan Covid-19. Diumumkan untuk mengoptimalkan penanganan dan jadi pedoman bagi masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan.

“Kita perlu menginformasikan terkait zona merah ini, salah satunya supaya masyarakat lebih tingkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa, melalui siaran tertulisnya kepada TIMEX, Sabtu (10/9).

Menurut Lody, dari 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai, ada sembilan masuk atau berstatus zona merah. Kecamatan Langke Rembong menyumbang jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak.

Lody menyebutkan, sembilan kecamatan dan sebaran Covid-19 itu, yakni:

1. Kecamatan Langke Rembong itu, sebaran kasus Covid-19 itu di wilayah Kelurahan Karot, Pitak, Compang Tuke, Golodukal, Pau, Bangka Nekang, Watu, Tenda, Satar Tacik, Carep dan Mbaumuku.
2. Kecamatan Ruteng, meliputi wiayah Kelurahan Waebelang dan Poco Likang.
3. Kecamatan Satarmese Utara, tersebar di Desa Todo, Cireng, dan Nao.
4. Kecamatan Wae Rii, meliputi Desa Lalong, Golocador, dan Desa Longko.
5. Kecamatan Satarmese Barat, tersebar di Desa Hilihintir, Cambir Leca, Terong, dan Desa Satarluju.
6. Kecamatan Rahong Utara, tersebar di Desa Bangka Ajang, dan Bangka Ruang
7. Kecamatan Cibal Barat tersebar di Desa Bangka Ara, dan Desa Lenda.
8. Kecamatan Reok, tersebar di Desa Robek
9. Kecamatan Reok Barat, tersebar di Desa Loce, dan Desa Sambi.

Menurut Lody, jumlah kecamatan beserta desa/kelurahan yang masuk dalam zona merah itu akan berubah sewaktu-waktu. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk lebih dispilin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Lody mengaku bahwa pihaknya akan terus meng-update perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Manggarai. Satgas akan terus menginformasikan kepada masyarakat, perkembangan terkini tentang wilayah zona merah. Hal ini demi kewaspadaan masyarakat. Satgas Covid-19 Manggarai, akan mengambil langkah pengendalian dalam menangani wabah ini di wilayah zona merah.

“Hal ini mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu Instruksi Bupati Manggarai No 400/923/VII/2021, tentang pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Lody.

Lody menyebutkan, langkah yang diambil Satgas dalam penanganan pandemi di zona merah ini, yakni menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat. Meniadakan kegiatan keagamaan di tempat ibadah untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai zona merah.

Kemudian menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya secara proporsional sesuai dinamika perkembangan penyebaran Covid-19. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang dan membatasi keluar màsuk wilayah desa maksimal hingga pukul 20.00 Wita. “Serta meniadakan kegiatan sosial masyarakat yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadinya penularan,” terang Lody.

Mengenai perkembangan kasus Covid-10 di Manggarai per 9 Juli 2021, kata Lody, total terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.745 kasus. Rinciannya, berdasarkan hasil pemeriksaan RDT Antigen, sebanyak 2.539 kasus. Yang sedang isolasi sebanyak 530 orang, sembuh 1.994 orang, dan meninggal dunia 15 orang.

Sementara berdasar pemeriksaan RT-PCR dan TCM, terdapat 206 kasus terkonfirmasi positif. Tak ada pasien yang isolasi atau dirawat. Sementara pasien sembuh sebanyak 189 orang, dan meninggal 17 orang. “Pemerintah Kabupaten Manggarai meminta seluruh masyarakat untuk selalu dispilin dengan protokol kesehatan,” tegasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top