Kunjungan Masyarakat ke FKTP Turun, Dinkes Usul Rasionalisasi Target PAD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungan Masyarakat ke FKTP Turun, Dinkes Usul Rasionalisasi Target PAD


Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Kunjungan Masyarakat ke FKTP Turun, Dinkes Usul Rasionalisasi Target PAD


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 yang terus naik di Kota Kupang juga berpengaruh pada kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas.

Kunjungan masyarakat yang mempunyai penyakit atau masalah kesehatan lainnya selain Covid-19 ke Puskesmas menurun dibanding sebelum adanya pandemi. Pelayanan atau konsultasi kesehatan banyak dilakukan secara online.

Hal ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengakui hal ini saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (12/7).

Menurut drg. Retnowati, ada dua sumber PAD yang dikelola di Dinas Kesehatan. Pertama dari dana kapitasi JKN yang diterimakan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dalam hal ini Puskesmas.

Tahun ini, kata drg. Retno, target pendapatan dari dana Kapitasi JKN sebesar Rp 12,710 miliar. Namaun realisasi sampai dengan saat ini sebesar Rp 6,351 miliar atau 49,97 persen. “Jadi kalau dari segi pendapatan yang diterima dari Kapitasi JKN dipastikan akan mencapai target sampai dengan akhir tahun mendatang, karena didapat dari kepesertaan BPJS,” kata drg. Retnowati.

Kedua, lanjut drg. Retnowati, PAD yang bersumber dari pelayanan kesehatan Puskesmas, laboratorium kesehatan keliling, retribusi persalinan, ambulance, dan rawat inap yang bersumber dari dana kapitasi BPJS. Target pendapatannya tahun ini sebesar Rp 1,676 miliar.

Namun sampai dengan Juni ini, kata drg. Retno, realisasinya baru mencapai Rp 541 juta atau 32,33 persen. Dengan capaian seperti ini, lanjutnya, Dinas Kesehatan mencoba untuk menghitung persentase capaian setiap Puskesmas, dan direncanakan pada anggaran perubahan nanti Dinas Kesehatan akan meminta untuk dirasionalisasikan karena tidak bisa tercapai, jika melihat kondisi saat ini yang masih pandemi.

BACA JUGA: Efek Pandemi, Bapenda Pertimbangkan Opsi Rasionalisasi Target PAD 2021

“Mungkin kita akan sampaikan estimasi maksimal yaitu Rp 1,83 miliar saja. Hal ini akan disampaikan kepada Badan Pendapatan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD dan Badan Anggaran untuk dipertimbangkan, melihat kondisi yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Retno mengaku, penurunan pendapatan ini akibat menurunnya kunjungan masyarakat ke Puskesmas. Selain itu, konsultasi kesehatan juga dilakukan secara online sehingga tidak banyak masyarakat yang datang langsung ke Puskesmas.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang angkanya terus mengalami kenaikan, pelayanan kesehatan juga banyak dilakukan secara online,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas Oebobo, dr. Sartje Nubatonis. Menurutnya, pandemi Covid-19 ikut mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat ke Puskesmas. Alasannya karena warga takut berobat ke fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas.

“Kami juga membuka konsultasi kesehatan melalui program telemedicine, jadi masyarakat dapat berkonsultasi secara gratis secara online. Jika membutuhkan obat, maka Puskesmas akan memberikan resep obat,” jelasnya.

Dia mengaku, prinsipnya, semua masyarakat yang datang ke Puskesmas akan dilayani oleh petugas kesehatan, tetapi memang ada masyarakat yang takut untuk ke fasilitas kesehatan, sehingga Puskesmas mencoba untuk memberikan pelayanan melalui program telemedicine.

Dokter Sartje mengimbau masyarakat untuk tidak perlu takut berobat ke Puskesmas, meski di masa pandemi karena terjamin keamanan dan kenyamanannya. “Setiap selesai pelayanan kepada pasien, area Puskemas langsung disterilisasi. Begitupun jalur untuk pelayanan pasien yang memiliki gejala Ispa dan pasien umum lainnya dipisah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ketika harus ke Puskesmas,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top