Ada Kabar Gembira! Gubernur NTT Beri Keringanan Pajak Kendaraan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Kabar Gembira! Gubernur NTT Beri Keringanan Pajak Kendaraan


Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Dr. Zeth Soni Libing ketika ketika ditemui TIMEX di ruang kerjanya, Selasa (13/7). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Ada Kabar Gembira! Gubernur NTT Beri Keringanan Pajak Kendaraan


Selama Bulan Juli – September

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang belum berakhir hingga saat ini telah membawa dampak serius bagi masyarakat. Salah satunya di sektor keuangan atau ekonomi. Kebutuhan sehari-hari warga pun jadi terganggu. Belum lagi soal kewajiban-kewajiban yang harus dibereskan seperti pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan, dan kewajiban lainnya.

Melihat situasi sulit ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengeluarkan kebijakan memberi keringan bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor dengan membebaskan sanksi administrasi pajak. Keringanan dari Gubernur VBL itu berupa pokok tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 28 Tahun 2021 yang berlaku mulai 15 Juli hingga 30 September 2021.

Gubernur VBL melalui Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Zeth Soni Libing mengatakan, pemerintah memberikan kebebasan atas sanksi administrasi PKB berupa pembebasan bunga dan denda sebesar 100 persen atas keterlambatan pembayaran pajak dan tunggakan pajak.

Selain itu memberikan keringanan pokok tunggakan PKB berlaku kepada wajib pajak yang menunggak PKB satu tahun sampai dua tahun. “Kendaraan roda empat ke atas diberikan pengurangan sebesar 5 persen dari pokok PKB. Kendaraan roda dua dan roda tiga diberikan pengurangan sebesar 10 persen dari pokok,” jelasnya ketika ditemui TIMEX di ruang kerjanya, Selasa (13/7).

BACA JUGA: Tunggakan Pajak Ranmor di NTT Capai Rp 101 M, Tax Amnesty Berlaku 2 Bulan

Soni Libing menyebutkan, untuk tunggakan di atas dua tahun bagi kendaraan roda empat atau lebih mendapat pengurangan sebesar 10 persen dari pokok PKB. Sedangkan kendaraan roda dua dan roda tiga diberikan pengurangan sebesar 25 persen dari pokok PKB.

Pemberian pembebasan BBNKB penyerahan kedua dan seterusnya, serta sanksi administrasi sebesar 100 persen dengan kategori mutasi masuk dari luar daerah ke dalam daerah, kendaraan bermotor dalam daerah yang beroperasi diseluruh wilayah.

“Alih fungsi dari kendaraan bermotor bukan angkutan umum menjadi kendaraan bermotor angkutan umum juga bisa. Atau sebaliknya alih fungsi dari kendaraan bermotor angkutan umum menjadi kendaraan bermotor bukan angkutan umum. Berlaku juga untuk wajib pajak yang ingin alih fungsi kendaraan bermotor angkutan perorangan menjadi angkutan berbadan hukum,” jelas Soni Libing.

Ia berharap masyarakat di seluruh NTT segera memanfaatkan program keringanan pajak ini dengan mendatangi kantor bersama Samsat kabuapaten/kota di wilayah masing-masing untuk mengurus administrasi kendaraannya.

“Ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat. Banyak masyarakat kita yang sulit mendapatkan biaya untuk bayar pajak maka Bapak Gubernur (VBL, Red) memberikan kelonggaran untuk masyarakat selama kurang lebih dua bulan,” pungkasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top