Menghilang 3 Hari, Bernadus Leo Ledo Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Abat Sali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menghilang 3 Hari, Bernadus Leo Ledo Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Abat Sali


EVAKUASI. Aparat kepolisian saat tiba dan melakukan olah TKP penemuan mayat Bernadus Leo Ledo yang ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di pohon. Pihak keamanan bersama keluarga mengevakuasi jasad Bernadus ke RSUD Atambua. (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Menghilang 3 Hari, Bernadus Leo Ledo Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Abat Sali


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Bernadus Leo Ledo, 63, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam hutan Abat Sali, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (12/7) sekira pukul 15.00 Wita. Sebelum ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung, Bernadus dikabarkan menghilang dari rumah sejak Sabtu (10/7), dan baru ditemukan tiga hari setelah keluar dari rumah.

Korban ditemukan dalam posisi tergantung di pohon dengan seutas tali nilon biru yang terikat pada leher dan ranting kayu. Korban mengenakan baju kaos berkerah dan celana pendek. Sedangkan jaket korban tersimpan di dekat kakinya.

Anggota Polisi saat tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke RSUD Atambua untuk di otopsi. Saat evakuasi penyidik Polisi dibantu pihak keluarga.

Berdasarkan hasil visum luar terhadap korban yang dilakukan dr. Swempei M. Abolla, tidak ditemukan luka atau memar lain atau tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas ikatan tali pada leher. Keluarga pun ikhlas menerima kematian korban dan meolak untuk diotopsi.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jasad warga Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua itu. “Benar ada temuan gantung diri. Korban warga Tenukiik, Anggota sedang di lapangan,” tandas Khairul.

Khairul menuturan, anggotanya sedang melakukan pengembangan di lapangan dengan melakukan olah TKP dan tindakan lebih lanjut.

Sesuai keterangan Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Helmi Widan, jasad korban Bernadus ini diketahui dari saksi Petronomonis Guteres, seorang tukang ojek di wilayah itu. Saksi Guteres sempat bertemu dengan saksi Moses Ghoe yang merupakan kerabat korban. Saat itu Moses sedang mencari korban yang sudah menghilang tiga hari lalu sejak Sabtu. Saat menunjukan foto korban, saksi Guteres mengaku bahwa sempat mengantar korban ke sekitar Dusun Abatsali, Desa Umaklaran. Informasi ini kemudian membuat kedua saksi bergerak menuju ke TKP dan akhirnya menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di pohon.

Peristiwa ini akhirnya dilaporkan kepada polisi. Saat anggota tiba di lokasi melihat korban sudah meninggal. Pihak keamanan dibantu pihak keluarga mengevakuasi jasad korban ke RSUD Atambua untuk diotopsi. Hanya pihak keluarga menolak sehingga pihak medis hanya melakukan visum luar.

Dikatakan, hasil visum yang dilakukan dokter tidak menemukan luka atau memar lain pada tubuh korban atau tanda kekerasan selain bekas ikatan tali pada leher korban. Korban diduga murni bunuh diri, sesuai keterangan ahli, yakni dokter yang meneriksa jasad korban.

“Pihak keluarga korban dan istri menolak untuk dilakukan otopsi mayat korban, dan untuk itu telah dibuat surat pernyataan penolakan otopsi dan penyidik membuat berita acaranya,” sebut Helmi. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top