Pemkab Alokasi Dana Bangun 500 Meter Saluran Irigasi, Kodim 1627/Rote Ndao Kerja Lebih | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Alokasi Dana Bangun 500 Meter Saluran Irigasi, Kodim 1627/Rote Ndao Kerja Lebih


AKTIFITAS TMMD. Kemanungggalan warga dan TNI di lokasi sasaran fisik sedang melakukan pekerjaan pembangunan di Desa Lekona, Kecamatan Pantai Baru. Tampak tumpukan material pasir Takari yang digunakan pada kegiatan tersebut. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Alokasi Dana Bangun 500 Meter Saluran Irigasi, Kodim 1627/Rote Ndao Kerja Lebih


Bahan Baku Pasir dari Takari

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Guna mendukung pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao mengalokasikan dana senilai Rp 600 juta untuk membangun saluran irigasi sepanjang 500 meter.

Saluran irigasi yang dibangun prajurit TNI Kodim 1627/Rote Ndao itu berlokasi di kompleks persawahan Desa Lekona, Kecamatan Pantai Baru. Menariknya, meski dana yang disediakan Pemkab Rote Ndao senilai Rp 600 dengan volume pekerjaan saluran irigasi sepanjang 500 meter, ternyata aparat TNI mengerjakan lebih hingga 600 meter. Terjadi penambahan volume pekerjaan sepanjang 100 meter.

“Kami, pemerintah mengangarkan untuk volume 500 meter. Namun pelaksanaanya, ternyata ada penyesuaian untuk membangun saluran irigasi, melalui kegiatan TMMD ini,” kata Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Stefanus M. Saek kepada TIMEX saat mendampingi tim pengawas dan evaluasi (Wasev) dari Mabes TNI-AD meninjau lokasi sasaran kegiatan fisik TMMD ke-111 di Desa Lekona, Rabu (7/7).

Wabup Stefanus menyebutkan, nilai anggaran yang disediakan itu merupakan upaya Pemkab Rote Ndao mendukung kegiatan produktif warga melalui penyediaan sarana penunjang aktifitas pertanian di kompleks persawahan Desa Lekona melalui program TMMD ke-111 tahun ini.

“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendukung pelaksanaan TMMD ke-111. Satu diantaranya melalui pembangunan saluran irigasi, dan Pemda mengalokasikan anggaran senilai Rp 600 juta,” kata Wabup Stefanus.

Wabup Stefanus menyebutkan, lokasi sasaran kegiatan fisik TMMD ke-111 ini di kompleks persawahan Dalesue. Hal ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketersedian sumber air untuk mengairi, luasan sawah, dan juga kesulitan yang dialami petani.

Menurut Wabup Stefanus, di dalam kompleks persawahan tersebut, terdapat cukup banyak warga yang memiliki lahan sawah. Selain dari Desa Lekona, sebagianya merupakan warga Kelurahan Olafuliha’a, dengan luasan lahan sekitar 112 hektare.

“Untuk membantu masyarakat petani di sini, di kompleks ini (Dalesue), selain warga Desa Lekona, ada juga dari Kelurahan Olafuliha’a. Cukup banyak jumlah yang akan menerima manfaatkannya,” kata Wabup Stefanus.

Terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Permadi Eko PB, yang dikonfirmasi TIMEX, Senin (12/7) mengaku, sesuai rencana, volume pekerjaan awal hanya 500 meter saluran irigasi, sebagaimana yang disampaikan Wabup Stefanus.

“Ia betul. Ukuranya memang demikian, seperti yang disampaikan Pak Wakil Bupati. Hanya saja, dalam pelaksanaanya, kami menyesuaikan dengan dinamika di lapangan,” kata Letkol Educ.

Dinamika yang dimaksudkan Dandim Educ, merupakan masukan yang diterima langsung dari petani di lokasi pekerjaan. Dimana, pada beberapa bagian saluran yang sudah terbangun sebelumnya, ternyata pada dalam kondisi tidak tersambung (terputus) pada beberapa bagian. Ada pula yang sudah rusak.

Dari kondisi itulah, melalui kegiatan TMMD ke-111, kesulitan yang dialami cukup lama itu sudah ditanggulangi. Bagian-bagian saluran irigasi yang belum tersambung, dihubungkan dengan pembangunan baru. Begitu juga dengan perbaikan, telah dilakukan agar sarana tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Ada bagian yang belum tersambung, kami hubungkan. Sehingga volumenya jadi segitu (600 meter, Red). Ditambah perbaikan kerusakan, juga sudah diperbaiki,” kata Dandim Educ.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rote Ndao, Dominggus Modok juga mengemukakan hal yang sama dengan Dandim Educ. Menurutnya, ada kelebihan volume saluran irigasi yang dikerjakan melalui TMMD ke-111, dimana sesuai rencana awal adalah 500 meter, namun hasil akhirnya menjadi 600 meter.

“Volume pekerjaanya ada lebih. Dari yang baru sekitar 600 meter lebih. Dan rehap juga demikian. Jadi total selurunya sekitar 1.200 meter lebih,” kata Dominggus Modok, saat dikonfirmasi TIMEX di ruang kerjanya, Senin (12/7).

Sementara terhadap penggunaan material jenis pasir, Dominggus mengaku, untuk semua proyek yang didanai APBD, sudah tidak lagi menggunakan pasir lokal. Sebab, selain menjaga kualitas pekerjaan, banyak lokasi penambangan pasir di Rote yang sudah ditutup karena mengancam kelestarian lingkungan sekitar.

Sehingga, untuk kegiatan fisik TMMD, kata Dominggus, penganggaran yang dilakukannya adalah menggunakan pasir Takari. Dimana pasir tersebut, selain berkualitas, juga bisa diperoleh dengan tidak menghambat proses pekerjaan. “Ia, kegiatan fisik TMMD pakai pasir Takari. Pertimbanganya, untuk menjaga kualitas pekerjaan. Karena di Rote banyak lokasi tambang sudah tutup,” kata Dominggus. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top