Kemendikbudristek: Kemungkinan Vaksinasi Berbayar Bagi Siswa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemendikbudristek: Kemungkinan Vaksinasi Berbayar Bagi Siswa


ILUSTRASI. Vaksin Covid-19. (FOTO: JawaPos.com)

PENDIDIKAN

Kemendikbudristek: Kemungkinan Vaksinasi Berbayar Bagi Siswa


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengamini program vaksinasi gotong royong individu atau vaksin berbayar. Saat ini, pemerintah juga tengah melaksanakan program vaksinasi anak 12 hingga 17 tahun.

Untuk diketahui, Kemenkes menetapkan tarif vaksin individu melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 untuk pembelian satu dosis vaksin sebesar Rp 321.660.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pun memberi tanggapan terkait dengan program vaksinasi berbayar tersebut.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Bakrun berbicara kemungkinan akan hal tersebut dilaksanakan untuk para siswa.

“Yang berbayar kita tunggu prosedurnya, karena prosedurnya baru dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nah nanti pasti akan dibicarakan di tingkat kementeriannya. Masih menunggu prosedur untuk vaksin berbayar ini,” jelas dia dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Pembelajaran yang Aman dan Nyaman di Masa Pandemi Covid-19 secara daring, Rabu (14/7).

Lebih lanjut Bakrun mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan keputusan kepada pimpinan lintas kementerian, apakah akan melakukannya atau tidak. Dirinya tidak berani memberikan jawaban terkait vaksinasi berbayar itu.

“Saya juga belum tahu, karena ada kebijakan dari pimpinan. Tetapi bahwa prosedur vaksin berbayar masih digodok di Kemenkes. Apakah nanti Kemendikbudristek akan mengiyakan, saya enggak berani jawab,” pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengkhawatiran akan adanya komersialisasi vaksin. Sebab, vaksinasi berbayar muncul hampir bersamaan dengan vaksinasi anak.

“Jangan sampai sekolah memperdagangkan vaksinasi bagi anak-anaknya,” ungkap dia dalam telekonferensi pers Survei Nasional P2G, Minggu (11/7).

Untuk itu, dirinya meminta kepastian agar untuk anak sekolah, vaksinasi tetap gratis. Jangan sampai ada celah vaksin dijual kepada anak-anak. “Kami meminta kepastian, jaminan dari negara dari pemerintah untuk menyediakan vaksin secara gratis bagi anak-anak Indonesia dari usia 12 sampai 17 tahun,” ujar dia. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top