Bupati Manggarai Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Manggarai Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka


Bupati Manggarai, Hery Nabit mengimbau warga yang menjalani isoman agar tertib dan taat mematuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke wilayah Kecamatan Wae Ri'i, Rabu (14/7). (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Bupati Manggarai Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai, Hery Nabit belum mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini dilakukan Bupati Hery karena mempertimbangkan angka penularan Covid-19 di wilayah itu yang terbilang masih tinggi. Baginya kesehatan lebih penting dan utama.

“Bupati Manggarai sudah menegaskan, bahwa segala kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan akan dilarang mulai pekan depan. Termasuk aktivitas pendidikan tatap muka,” kata Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7).

Lody mengatakan, Pemerintah mengambil kebijakan itu terhitung mulai 21 Juli hingga 1 Agustus 2021. Seiring pemberlakuan kebijakan ini, pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara periodik untuk menyesuaikan perkembangan kasus Covid-19 dengan keadaan sebelumnya. Artinya, kebijakan ini hanya berlaku untuk sementara.

“Disini sambil kita mengevaluasi lonjakan kasusnya secara periodik. Sewaktu-waktu tetap ada perubahan. Tentu harapanya jumlah kasusnya menurun,” harapnya.

Bupati Hery, kata Lody, juga telah meninjau langsung penanganan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di tiga desa, wilayah Kecamatan Wae Ri’i pada Rabu (14/7). Ketiga desa itu, yakni Desa Longko, Desa Golo Cador, dan Desa Ndehes.

Dalam kegiatan itu, Bupati Hery didampingi Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir, Dandim 1612/Manggarai, Letkol (Kav) Ivan Alfa, Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai, Jahang Fansi Aldus, dan sejumlah pimpinan OPD.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati Hery, demikian Lody menyampaikan imbauan kepada warga yang menjalani isoman di rumah masing-masing dengan alat pengeras suara. Bupati Heri meminta warga agar selama menjalani isoman patuh mengikuti instruksi pemerintah untuk selalu berada di rumah. Serta taat menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan taat untuk selalu berada di rumah selama masa isolasi mandiri, warga yang terpapar secara tidak langsung turut ambil bagian mendukung upaya bersama dalam mencegah penyebarluasan Covid-19,” kata Lody mengutip imbauan Bupati Hery.

Lody menambahkan, berdasarkan laporan yang disampaikan Camat Wae Ri’i, Marselinus Berahi, total kasus terkonfirmasi di wilayah Kecamatan Wae Ri’i, sejak Januari hingga Juli 2021, sebanyak 116 kasus. Jumlah itu menyebar di 8 desa.

Rincian sebaran kasus Covid-19 di 8 Desa Kecamatan Wae Ri’i:

1. Desa Ranaka (Total 6 kasus; 3 orang selesai karantina, sedang karantina 3 orang)
2. Desa Wae Ri’i (Total 8 kasus; selesai karantina 5 orang, masih karantina 3 orang)
3. Desa Golo Mendo (1 kasus, masih karantina)
4. Desa Golo Cador (24 kasus; selesai karantina 17 orang, sedang karantina 7 orang)
5. Desa Longko (36 kasus; selesai karantina 22 orang, sedang karantina 14 orang)
6. Desa Poco (4 kasus; semua dinyatakan selesai karantina)
7. Desa Ndehes (11 kasus; selesai karantina 2 orang, dan sedang karantina 9 orang)
8. Desa Lalong (26 kasus; selesai karantina 20 orang, sedang karantina 6 orang)

Sementara secara total untuk Kabupaten Manggarai, data per 15 Juli 2021, total kasus terkonfirmasi positif  Covid-19 mencapai 3.218 kasus. Dari data ini, kasus positif berdasarkan hasil RDT Antigen mencapai 2.996 kasus, dan yang menjalani isoman sebanyak 773 orang, sembuh 2.202 orang, dan meninggal 21 orang.

“Sementara berdasarkan hasil RT-PCR dan TCM, kasus terkonfirmasi positif berjumlah 222 kasus. Yang rawat atau isolasi mandiri nihil, sembuh 205 orang, dan meninggal 17 orang,” beber Lody. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top