PKK Gelar Bimtek Posyandu Berholistik Interaktif, Ini Pengakuan Jujur Bupati Agas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PKK Gelar Bimtek Posyandu Berholistik Interaktif, Ini Pengakuan Jujur Bupati Agas


Bupati Matim, Agas Andreas, Ketua TP-PKK, Theresia Wisang-Agas, Wakil TP PKK, Aleksandrina Anggal pose bersama dengan peserta Bimtek usai kegiatan pembukaan, di Hotel Krisna II Borong, Rabu (14/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

PKK Gelar Bimtek Posyandu Berholistik Interaktif, Ini Pengakuan Jujur Bupati Agas


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tim Penggerek (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kader Posyandu yang berholistik interaktif dengan PAUD dan kader Bina Keluarga Balita (BKB), di Hotel Krisna II Borong, Rabu (14/7).

Bimtek selama tiga hari ini dibuka langsung Bupati Matim, Agas Andreas. Hadir Ketua TP-PKK Matim, Ny. Theresia Wisang-Agas, Wakil TP PKK, Ny. Aleksandrina Anggal, Kadis PMD Matim, Gaspar Nanggar, Pengurus TP PKK Kabupaten, Kader Posyandu, dan Kader BKB.

“Jujur, keberadaan Posyandu dengan berbagai kegiatannya selama ini telah terbukti membantu dan menekan masalah-masalah kesehatan di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Matim,” ujar Bupati Agas saat membuka kegiatan Bimtek tersebut.

Menurutnya, Posyandu itu sebagai garda terdepan. Tentu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sangat ditentukan oleh keberadaan dan peran Kader Posyandu. Selain itu, kehadiran PAUD sangat membantu untuk melatih mental anak-anak usia dini. Itu sebelum mereka memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi.

Lanjut Bupati Agas, Posyandu holistik integratif itu sendiri merupakan revitalisasi Posyandu mandiri dan purnama, yang diintegritaskan dengan jenis layanan sosial lainnya di desa. Dimana dalam pelaksanaanya dilakukan secara terpadu dengan tidak meninggalkan tugas utamanya.

“Posyandu yang ideal untuk saat sekarang, Posyandu yang holistik dan integratif. Dimana sudah ada kegiatan PAUD dan BKB di dalamnya. Jadi kegiatan Posyandu itu, bukan semata-mata hanya memeriksa fisik. Namun dapat melatih mental dan kemampuan dari si anak,” bilang Bupati Agas.

Dia juga mengatakan, kegiatan Posyandu yang holistik dan integratif, akan menjawab program kesehatan berbasis masyarakat. Program posyandu ini salah satu inovasi daerah sebagai wujud strategi pemberdayaan yang layak dikedepankan. Sehingga Bupati Agas meminta agar kegiatan Bimtek itu tidak sekadar acara rutin yang harus dilaksanakan.

“Jangan hanya sekadar program kegiatanya dilaksanakan dan selesai. Tapi lebih dari itu, agar para kader dapat saling memotivasi dan berbagi pengalaman untuk memperkaya diri. Sehingga akan membawa dampak positif bagi peningkatan kinerja posyandu di tempatnya masing-masing,” pintanya.

Ketua TP PKK Matim, Ny. Theresia yang ditemui di sela-sela kegiatan Bimtek, menjelaskan teknis pelaksanaan Posyandu holistik integratif itu, kegiatan Posyandu yang dipadukan dengan program lain. Sebut saja, misalnya dalam Posyandu itu ada juga kegiatan BKB dan kegiatan yang berhubungan dengan PAUD.

Sehingga lanjut Ny. Theresia, hemat dari segi waktu dan tenaga. Tapi yang utamanya, manfaat yang diperoleh sangat besar. Maksud dari kegiatan Bimtek itu terselenggaranya pelayanan Posyandu berkualitas sesuai strata Posyandu yang ditargetkan oleh TP-PKK Matim. Dengan tujuannya, terpenuhi kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh.

Dimana yang meliputi aspek kesehatan, gizi, pengasuhan serta pendidikan yang sesuai dengan kelompok umur. Sehingga dapat terbentuk generasi yang berkarakter dan SDM yang berkualitas. Salah satunya ditandai dengan peningkatan derajat kesehatan. Kegiatan posyandu holistik integratif itu penting, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting

“Yang lebih penting lagi bagaimana bisa meningkatkan pemahaman keluarga tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak. Sehingga harapan kita, peserta yang ikut kegiatan ini, mereka pulang dan bisa terapkan apa yang telah diperoleh dari Bimtek ini,” harap Ny. Theresia.

Lanjut dia, setidaknya juga mereka bisa bangun komunikasi yang baik dengan pemerintahan desa, seluruh anggota masyarakat dan tokoh ada yang berperan di masyarakat, untuk sama-sama memprogramkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan posyandu, BKB, Tutur PAUD, dan juga PAUD. Sehingga apa yang diharapkan bersama bisa terwujud.

“Harapan itu seperti penurunan angka stunting, pencegahan angka stunting, peningkatan ekonomi masyarakat atau peningkatan kesejahteraan. Serta juga pencegahan kematian ibu dan anak itu bisa teratasi,” kata Ny. Theresia.

Peserta yang ikut Bimtek itu, katanya, adalah Kader Posyandu, Tutur PAUD, dan Kader BKB. Dimana masing-masing dari dua desa model provinsi, satu desa model kabupaten, dan 12 desa dari setiap kecamatan yang telah ditentukan sebagai desa model atau contoh. Kegiatanya, tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dikatakan, demi menghindari kerumunan, kegiatanya berlangsung tiga hari, mulai Rabu (14/7) hingga Jumat (16/7), dimana pesertanya dibagi dalam dua gelombang.

Ny. Theresia berharap, kegiatan posyandu berholistik interaktif ini bisa dilaksanakan di seluruh desa. Saat ini masih terkendala keterbatasan SDM kader. “Kalau di sejumlah tempat, program ini sudah dijalankan. Kita sih berharap, bisa dilaksanakan setiap desa dan kelurahan, tapi terkendala SDM. Banyak kader yang belum kenal apa itu Posyandu, PAUD, dan BKB,” bebernya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top