Penanganan Korupsi Desa Rengkam Terkendala LHP, Kapolres Matim: 5 Bulan Kami Tunggu Hasil Audit Inspektorat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penanganan Korupsi Desa Rengkam Terkendala LHP, Kapolres Matim: 5 Bulan Kami Tunggu Hasil Audit Inspektorat


Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Penanganan Korupsi Desa Rengkam Terkendala LHP, Kapolres Matim: 5 Bulan Kami Tunggu Hasil Audit Inspektorat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Proses penanganan kasus dugaan korupsi di Desa Rengkam, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), belum bisa dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Prosesnya masih terkendala Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Matim.

“Kendalanya sekarang ada di Inspektorat. Kami masih tunggu LHP dari mereka. Sehingga penanganan kasus ini belum bisa dilanjutkan ke tingkat penyidikan,” ujar Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, SH kepada TIMEX di Borong, Rabu (14/7) siang.

Menurut AKBP Nugroho, permintaan pihak Polres Matim kepada Inspektorat Matim untuk melakukan audit kerugian negara di Desa Rengkam sudah berlangsung sejak Maret 2021. Sampai sekarang, hasil audit dalam bentuk LHP itu belum juga diserahkan ke Polres Matim. Pihaknya juga tidak tahu, apa alasan LHP itu belum juga selesai.

“Hampir lima bulan lamanya kami tunggu hasil audit dari Inspektorat ini. Awal bulan ini, Juli 2021, kami sudah kirim surat ke Inspektorat. Tapi tetap saja, berkasnya tidak datang-datang. Tidak ada tanggapan,” kata Kapolres Nugroho.

Dirinya pun berharap kepada pihak Inspektorat agar permintaan LHP dari Kepolisian itu segera dipenuhi. Sebab penting, agar penanganan kasus dugaan korupsi di Desa Rengkam itu tidak berlarut. Apalagi, masih ada desa lain yang dilaporkan ke Polres, terkait adanya dugaan korupsi.

Kasat Reskrim Polres Matim, Ipda Agustian Sura, STr.K menambahkan, saat ini unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Matim juga telah menerima laporan resmi dari masyarakat dua desa lain di kabupaten Matim. Masing-masing, Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur dan Desa Gunung Baru, di Kecamatan Kota Komba Utara.

“Dua desa ini dilaporkan ke kita, bahwa diduga telah melakukan penyelewengan keuangan desa. Laporan itu resmi dan kami sudah pelajari. Tentu penyidik Polres Matim tegaskan bahwa semua laporan yang masuk akan kami proses secara bertahap, sesuai dengan mekanismenya,” tegas Ipda Agustian.

Menyinggung soal laporan penyalahgunaan dana desa di Desa Rengkam yang dilaporkan oleh masyarakat setempat, menurut Ipda Agustian masih menunggu hitungan kerugian dari Inspektorat Matim. Artinya, nanti dalam proses lanjut untuk Desa Colol dan Gunung Baru, ditemukan ada indikasi penyelewengan, maka diproses sesuai mekanismenya.

Ipda Agustian mengaku, dua desa tersebut akan diproses lebih lanjut, setelah pihaknya sudah tuntas mengangani persoalan atau penanganan kasus di Desa Rengkam. Salah satu tahapan yang dilakukan nanti adalah rekomendasi Inspektorat Matim, untuk lakukan audit persoalan desa berikutnya.

“Artinya, pasti kita usut dugaan korupsi di dua desa ini. Nanti kita minta Inspektorat untuk lakukan audit kerugian negara di dua desa ini. Mari kita semua mengawasi proses yang sedang dan yang nanti kita lakukan,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top