Terapkan Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, PD Pasar Hemat 40 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terapkan Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, PD Pasar Hemat 40 Persen


Direktur Pemasaran PD Pasar Kota Kupang, Maksi Nomlene. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Terapkan Transaksi Non Tunai Gunakan QRIS, PD Pasar Hemat 40 Persen


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sistem pembayaran retribusi pasar secara non tunai menggunakan fitur QRIS yang diberlakukan PD Pasar Kota Kupang membawa dampak positif bagi kemajuan perusahaan daerah itu. Dampak ini muncul pasca peluncuran aplikasi itu oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja bulan lalu di halaman kantor PD Pasar Kota Kupang.

Salah satu bentuk kemajuan yang dialami PD Pasar Kota Kupang saat ini berupa penghematan biaya operasional sebesar 40 persen dari sebelumnya.

“Sebelumnya biaya operasional untuk pengadaaan karcis retribusi menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 60 juta sampai dengan Rp 70 juta. Tapi setelah satu bulan pembayaran retribusi menggunakan QRIS atau transaksi non tunai, ternyata kami bisa hemat biaya pengadaan karcis sekitar Rp 40 juta sampai Rp 50 juga. Artinya biaya pengadaaan karcis lebih hemat karena biaya yang kami keluarkan untuk cetak karcis hanya sekitar Rp 20 juta saja,” ungkap Direktur Pemasaran PD Pasar Kota Kupang, Maksi Nomlene saat dikonfirmasi TIMEX, Jumat (16/7) siang.

Maksi mengakui, penghasilan retribusi pasar yang diperoleh setiap hari meningkat signifikan setelah pemberlakuan transaksi non tunai menggunakan mesin ECD (Electron Capture Detector) yang di dukung PT. Telkom Indonesia sebanyak lima unit.

Alat ini dipasang di Pasar Oebobo sejak satu bulan lalu. “Kalau sebelumnya penghasilan petugas retribusi pasar kami di Oebobo hanya Rp 300 ribu, maka sekarang dengan adanya mesin ECD setiap hari penghasilan petugas retribusi kami bisa menghasilan sampai Rp 400 ribu setiap hari. Jadi memang pembayaran retribusi pasar secara non tunai jauh lebih efisien dari pembayaran secara manual,” jelas Maksi Nomlene.

Maksi menilai, dengan sistem pembayaran secara digital menggunakan QRIS yang diterapkan PD Pasar Kota Kupang sejak satu bulan lalu merupakan bagian dari transformasi transaksi yang bersifat manual ke sistem digitalisasi.

“Paling tidak PD Pasar Kota Kupang harus terus berupaya untuk membangun sistem ini menjadi lebih sempurna kedepannya. Ini semata mata untuk membantu mempermudah sekaligus mempercepat semua proses transaksi di pasar,” jelas Maksi.

Magister Hukum dari Universitas Brawijaya Malang ini mengakui banyak manfaat yang diperoleh perusahaannya pasca penerapan sistem transaksi menggunakan QRIS. Salah satu keuntungan yang dinikmati PD Pasar Kota Kupang sejak satu bulan belakangan, yaitu bisa memangkas alur birokrasi yang tadinya rumit dan panjang atau bertele-tele menjadi lebih singkat.

“Kita terus berupaya untuk meningkatkan semua hal pendukung. Misalnya jaringan internet. Karena pengoperasian sistem ini sangat membutuhkan ketersediaan jaringan internet yang memadai,” katanya.

Untuk mengatasi masalah jaringan internet, menurut Maksi, pihaknya membangun kerja sama dengan pihak Perwakilan Bank Indonesia Prop. NTT. “Jadi untuk pemasangan jaringan internet awal di Pasar Oebobo yakni 4 titik akan dibantu oleh Bank Indonesia,” katanya.

Maksi menambahkan, pemberlakuan sistem transaksi non tunai (digital) QRIS ini merupakan harapan Wali Kota Kupang karena itu secara bertahap pihaknya sudah berusaha merespons dan melaksanakannya harapan dimaksud.

“Kami patut bersyukur karena PD Pasar Kota Kupang merupakan instansi pertama di NTT bahkan di Indonesia Timur yang sudah menerapkan pembayaran non tunai secara digital menggunakan QRIS. Ini tentu menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang karena melalui Bapak Wali Kota, Jefry Riwu Kore, PD Pasar bisa tampil sebagai yang pertama menerapkan pembayaran menggunakan QRIS,” katanya.

Maksi menyebutkan, PD Pasar Kota Kupang akan mengembangkan sistem ini ke pasar tradisional lainnya di Kota Kupang. “Minggu depan kami akan berlakukan sistem pembayaran non tunai menggunakan fitur QRIS di tiga pasar lainnya, seperti Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oeba, Pasar Penfui, dan Pasar Kuanino,” pungkas Maksi. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top