Tersangka Utama Meninggal, Polres Matim Hentikan Kasus Dugaan Korupsi DD Rengkam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tersangka Utama Meninggal, Polres Matim Hentikan Kasus Dugaan Korupsi DD Rengkam


Kasat Reskrim Polres Matim, Ipda Agustian Sura Pratama, S.Tr.K. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Utama Meninggal, Polres Matim Hentikan Kasus Dugaan Korupsi DD Rengkam


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Satuan Reskrim Polres Manggarai Timur (Matim), bakal memutuskan menghentikan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa (DD) di Desa Rengkam, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Hal itu, dikarenakan tersangka utamanya meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh, Kepala Desa (Kades) Rengkam, Fransiskus Yunsun, merupakan tersangka kasus dugaan penyelewengan DD, meninggal dunia, Jumat (16/7) malam sekira pukul 23.00 Wita. Belum diketahui sakit apa yang ia derita. Sementara, Jumat (16/7) siang, kasusnya resmi naik ke tingkat penyidikan.

“Almarhum Kades Fransiskus sudah ditetapkan tersangka. Kemarin, Jumat (16/7) kita telah sampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Manggarai,” ujar Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, melalui Kasat Reskrim, Ipda Agustian Sura Pratama, S.Tr.K, di Borong, Sabtu (17/7).

Ipda Agustian, dirinya kaget setelah mendengar kabar meninggalnya almarhum Kades Fransiskus. Dia sendiri tidak tahu meninggal karena apa. Tentu dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Desa Rengkam, pihaknya bakal menghentikan proses penyelidikannya. Hal ini dilakukan karena tersangka utamanya telah meninggal dunia.

“Sehingga untuk proses penanganan kasus ini kita tidak bisa dilanjutkan. Kalau mau cari calon tersangka lain, itu susah karena tersangka utamanya meninggal dunia. Kalau tersangka utama masih hidup, mungkin kita bisa cari tahu pihak lain yang ikut menikmati dugaan korupsi itu,” kata Ipda Agustian.

Meski penanganan kasus dugaan korupsi di Desa Rengkam bakal dihentikan, kata Ipda Agustian, pihaknya tetap menunggu laporan resmi hasil audit kerugian dari Inspektorat Matim atau Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

BACA JUGA: Penanganan Korupsi Desa Rengkam Terkendala LHP, Kapolres Matim: 5 Bulan Kami Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Menurut Agustian, pihaknya telah meminta LHP atas audit pengelolaan dana desa Rengkam ke Inspektorat Matim sejak Maret, namun hingga Juli 2021 ini, Polres Matim belum menerima LHP itu.

“LHP itu tetap kita tunggu. Kami belum tahu, kapan LHP itu selesai dibuat oleh Inspektorat. Pekan lalu, kami hanya dapat angka hasil audit kerugian sementara dari Inspektorat. Tapi yang kami butuh itu LHP,” katanya.

Ipda Agustian menyebutkan, sesuai hasil hitungan sementara Inspektorat, kasus dugaan korupsi di Desa Rengkam, negara mengalami kerugian lebih kurang senilai Rp 446.376.370. Kerugian ini bersumber dari dua item pekerjaan, yakni paket pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2019 sebesar Rp 120.000.000.

Selanjutnya, pembangunan jalan lapen tahun 2020, dengan nilai kerugian sebesar Rp 326.376.370. Kasus dugaan penyalahgunaan itu mulai diusut oleh polisi sejak akhir tahun 2020 lalu. Kemudian pada Maret 2021, pihak Polres Matim meminta Inspektorat Matim melakukan audit investigasi.

Sementara Kepala Inspektorat Matim, Gonsa Tombor kepada TIMEX mengatakan, kegiatan di lapangan dengan megaudit kerugian negara atas pengelolaan dana desa di Desa Rengkam, telah selesai. Terkait LHP Desa Rengkam, saat ini sedang dalam proses perampungan. Tentu kalau sudah rampung, akan segera sampaikan hasilnya ke pihak Polres Matim karena audit investigasi itu atas permintaan pihak Polres Matim.

“Untuk kegiatan investigasi di lapangan, sudah selesai dilakukan. Audit investigasi ini cukup lama. Beda dengan audit biasa. Sekarang sedang susun laporannya. Kalau sudah rampung semua laporan itu, kita langsung lapor ke Polres Matim. Mudah-mudahan dalam pekan ini sudah jadi,” janji Tombor. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top