Cegah Penyebaran Covid-19, Ini 17 Poin Instruksi Bupati Manggarai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Ini 17 Poin Instruksi Bupati Manggarai


Jubir Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Penyebaran Covid-19, Ini 17 Poin Instruksi Bupati Manggarai


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai, Hery Nabit mengeluarkan 17 poin instruksi agar dijalankan masyarakat setempat dalam upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di wilayah itu. Instruksi ini dikeluarkan Bupati Hery setelah mengevaluasi lonjakan kasus Covid-19 dan kecenderungan pola hidup masyarakat Manggarai yang kurang disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Ada 17 poin instruksi bupati yang dikelurkan. Dasarnya, akibat masih tingginya kasus pasien terkonfirmasi positif dan terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Manggarai,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa, kepada TIMEX, di Ruteng, Senin (19/7).

Menurut Lody, instruksi Bupati bernomor HK/23/2021 tersebut berisi penegasan pencegahan penyebaran Covid-19 di Manggarai. Instruksi ditujukan kepada, Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, para pimpinan perangkat daerah se-Kabupaten Manggarai, para pimpinan bank dan koperasi.

Selain itu ditujukan kepada rektor universitas atau pimpinan sekolah tinggi, para camat se-Kabupaten Manggarai, para kepala desa/lurah se-Kabupaten Manggarai, para pimpinan agama, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat Manggarai. Instruksinya berlaku sejak 21 Juli hingga 1 Agustus 2021.

Berikuti 17 poin instruksi Bupati Manggarai:

1. Melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Antara lain memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

2. Tidak melaksanakan segala jenis acara yang melibatkan banyak orang, sehingga berpotensi menyebarkan Covid-19.

3. Seluruh kegiatan belajar mengajar/perkuliahan dilaksanakan dari rumah atau dilaksanakan dengan cara daring/online.

4. Seluruh kegiatan ibadah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dimana dalam kegiatan ibadah itu dengan ketentuan wajib peserta yang mengikuti ibadah maksimal 30 persen dari kapasitas yang tersedia.

5. Seluruh perangkat daerah se-Kabupaten Manggarai wajib melaksanakan kegiatan perkantoran dengan jumlah maksimal 50 persen. Tentu jumlah pegawai dengan ketentuan, yakni kepala perangkat daerah dan para pejabat struktural eselon III dan IV, tetap bekerja dari kantor (work from office). Sedangkan staf dan tenaga harian lepas diatur kehadirannya secara bergilir.

6. Mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga harian lepas/kontrak/non ASN, aparat TNI/Polri, pelaku usaha pada Pasar Inpres Ruteng dan Pasar Puni, dan pemimpin universitas/sekolah tinggi/BUMD/BUMD,  tempat usaha/toko/swalayan, yang mempekerjakan tenaga kerja lebih dari lima orang, untuk melakukan rapid test antigen secara mandiri. Juga telah divaksin sesuai ketersediaan vaksin dan melaporkan hasilnya kepada Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai.

7. Terhadap pelaksanaan dan setelah rapid test antigen, diatur bahwa setiap orang yang terbukti/terdeteksi positif rapid test antigen, wajib melapor kepada Satgas untuk melakukan karantina/isolasi.

8. Setiap orang yang memiliki gejala klinis berat/kritis setelah positif rapid test antigen, melakukan tes PCR/TCM di RSUD dr. Ben Mboi dan atau ditangani sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

9. Setiap orang yang meninggal dunia, yakni di rumah sakit selama perawatan Covid-19 pasien suspek, konfirmasi atau probable, maka pemulasaraan jenazah diberlakukan tatalaksana Covid-19. Selain itu, di luar rumah sakit apabila pasien memiliki riwayat kontak erat dengan orang terkonfirmasi Covid-19, maka pemulasaraan jenazah diberlakukan tatalaksana Covid-19.

10. Membatasi kegiatan restoran, dimana makan/minum di tempat sebesar 25 persen dari jumlah meja kursi. Juga menutup tempat usahanya paling lambat pukul 19.00 Wita. Jam operasional untuk semua jenis pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 19.00 Wita. Jam operasional pasar dari Pukul 08.00 Wita sampai dengan 18.00 Wita. Khusus bagi para pelaku usaha yang bersifat esensial dan kritikal wajib menutup tempat usahanya paling lambat pukul 20.00 Wita.

11. Setiap pengemudi angkutan orang, wajib memastikan setiap penumpang telah menaati protokol kesehatan.

12. Mengoptimalkan kembali posko Covid-19 di tingkat kecamatan, serta koordinasi pembentukan dan pelaksanaan Posko Covid-19 di tingkat desa/kelurahan.

13. Bank penyalur Bantuan Sosial (Bansos), wajib mengatur proses serah terima Bansos dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

14. Meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

15. Setiap pelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 dikenai sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

16. Dengan ditetapkannya Instruksi Bupati Manggarai, maka Instruksi Bupati Nomor:400/923/VII/2021 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Manggarai, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

17. Instruksi Bupati ini mulai berlaku sejak tanggal 21 Juli sampai dengan 1 Agustus 2021, dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan tingkat perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Manggarai.

Sementara terkait perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Manggarai hingga 19 Juli 2021, totalnya mencapai 3.446 kasus. Rincianya, kasus positif berdasarkan rapid diagnostic test (RDT) antigen sebanyak 3.224 orang. Yang sedang isolasi berjumlah 888 orang.

Sedangkan pasien sembuh sebanyak 2.311 orang, dan meninggal sebanyak 25 orang. Berdasarkan pemeriksaan RT-PCR dan TCM, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 222 orang. Pasien sembuh sebanyak 205 orang, dan jumlah yang meninggal 17 orang. Sedangkan yang dirawat atau isolasi tidak ada.

“Harapanya, kita semua untuk benar-benar mengikuti instruksi bupati ini. Sangat penting dijalankan, agar lonjakan kasus Covid-19 di Manggarai saat ini bisa segera dikendalikan. Tentu yang paling menyadarkan kita dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya 5M secara luas,” tandas Lody. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top