Ketua NU TTU: Tingkatkan Semangat Toleransi Antarumat Beragama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketua NU TTU: Tingkatkan Semangat Toleransi Antarumat Beragama


TOLERANSI. Umat muslim dan umat non muslim berbaur dalam kegiatan pemotongan daging kurban di Masjid Jami' Al Muhajirin Kefamenanu, Selasa (20/7). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ketua NU TTU: Tingkatkan Semangat Toleransi Antarumat Beragama


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Perayaan hari raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 M di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sangat berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, persembahan hewan kurban, baik itu dari pemerintah daerah, pihak kepolisian maupun jemaah mengalami penurunan drastis.

Buntutnya, jumlah daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat pun mengalami penurunan. Faktor yang ikut mempengaruhi adalah akibat pandemi Covid-19 yang melanda, khususnya di Kabupaten TTU.

Pantauan langsung TIMEX, di Kota Kefamenanu, terdapat tiga masjid, namun yang melakukan pemotongan hewan kurban hanya dua masjid. Masjid Agung Nurul Fallah baru akan melakukan pemotongan hewan kurban pada Rabu (21/7).

Dari dua masjid yang melakukan pemotongan hewan kurban tersebut, terdapat 97 ekor kambing dan 26 ekor sapi yang disembelih pada perayaan Idul Adha kali ini. Hewan kurban tersebut merupakan sumbangan pemerintah daerah, dan dari jemaah.

Daging kurban tersebut dibagikan dalam 2.500 pack yang akan dibagikan kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar masjid, panti asuhan, dan juga masyarakat lainnya yang layak menerima di Kota Kefamenanu.

Ketua Panitia Perayaan Idul Adha Masjid Al-Mujahidin Kefamenanu, Wahidin kepada TIMEX, Selasa (20/7) menuturkan, perayaan Hari Raya Idul Adha yang digelar tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Untuk hewan kurban pun mengalami penurunan.

Dikatakan, tahun ini dari Masjid Al-Mujahidin Kefamenanu menyembelih sebanyak 8 ekor sapi dan 35 ekor kambing. Hewan kurban tersebut diperoleh dari sumbangan Pemkab TTU, dan Polres setempat serta persembahan dari jemaah muslim Masjid Al-Mujahidin sendiri.

“Untuk Tahun ini, hewan yang dikurbankan itu sapi 8 ekor dan kambing 35 ekor. Tahun ini juga ada penurunan dari tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya untuk sapi 6 ekor dan kambing 65 ekor,” tutur Wahidin.

Menurut Wahidin, dari total jumlah hewan yang dikurbankan tersebut, semunya dibagi dalam 1.000 pack dan akan disalurkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Kefamenanu. Selain itu juga daging kurban itu akan dibagikan kepada panti asuhan yang ada di Kota Kefamenanu.

Wahidin berharap, melalui daging kurban yang akan dibagikan itu dapat meningkatkan hubungan baik antarumat beragama di TTU. Selain itu juga, melalui daging kurban yang dibagikan itu dapat membantu masyarakat sekitarnya dalam pemenuhan kebutuhan.

“Walaupun situasi Covid-19, kita masih bersyukur karena tetap merayakan hari raya Idul Adha. Proses pemotongan hewan kurban pun dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan banyak orang,” pungkasnya.

Sementara, Ketua NU Kabupaten TTU, Muhammad Ismail Jasuli mengatakan, pelaksanaan hari raya Idul Adha tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Jemaah dituntut untuk tetap menggunakan masker dan mencuci tanggan serta menjaga jarak ketika berada di wilayah masjid.

Selain tuntutan protokol kesehatan, hewan kurban yang dipersembahkan pada hari raya Idul Adha 1442 Hijriah tersebut mengalami penurunan yang mengakibatkan jumlah paket daging kurban kepada masyarakat pun mengalami penurunan.

“Pelaksanaan hari raya Idul Adha tahun ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kalau jemaah yang tidak pakai masker pun langsung disuruh kembali. Hewan kurban yang dipersembahkan tahun ini juga hanya 18 ekor sapi dan 62 ekor kambing,” tutur Ismail.

Imam Masjid Jami’ Al Muhajirin Kefamenanu menambahkan, dari jumlah hewan kurban yang dipersembahkan oleh jemaah masjid setempat, akan dibagi dalam 1.653 pack yag kemudian dibagikan kepada masyarakat di Kota Kefamenanu.

Ismail berharap, melalui daging kurban yang dibagikan kepada seluruh masyarakat di Kota Kefamenanu tersebut dapat meningkatkan toleransi antarumat beragama di daerah setempat.

“Semoga semangat toleransi antar umat bergama di Kabupaten TTU tetap dijaga dan dipelihara dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di daerah perbatasan ini,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top