Pemkot Siapkan SE Terbaru Covid-19, Bakal Ada Sanksi Tegas Bagi Pelaku Usaha yang Bandel | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Siapkan SE Terbaru Covid-19, Bakal Ada Sanksi Tegas Bagi Pelaku Usaha yang Bandel


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Siapkan SE Terbaru Covid-19, Bakal Ada Sanksi Tegas Bagi Pelaku Usaha yang Bandel


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sementara melakukan kajian terkait upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. Hasil kajian itu nanti dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Kupang terbaru. Dalam SE tersebut, Pemkot akan lebih tegas kepada semua pelaku usaha agar taat protokol kesehatan (Prokes). Bagi yang tak patuh siap-siap izin usahanya bakal dicabut.

Kajian untuk mengetatkan penerapan prokes lantaran SE Wali Kota yang dikeluarkan pada 5 Juli lalu akan berakhir pada 21 Juli 2021. Untuk itu Pemkot melakukan kajian untuk mengeluarkan SE terbaru dengan tetap pada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengaku, dalam SE terbaru, sementara dilakukan kajian agar dapat menggatur tempat usaha yang masih membandel. Sanksi yang tegas akan diberikan yaitu dengan mencabut izin dan menutup tempat usaha.

“Karena aturan tentang protokol kesehatan dan segala ketentuan aturan sudah disosialisasikan selama ini, jadi tidak ada alasan lagi bagi para pelaku usaha bahwa mereka tidak mengetahui aturan yang ada,” kata Wawali saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (19/7).

Herman Man mengaku, pihaknya sudah melakukan rapat bersama untuk menyusun SE terbaru, yang akan dikeluarkan pada 22 Juli mendatang. Dalam rapat tersebut, Herman Man meminta agar aparat pemerintah melakukan kajian terhadap sanksi pencabutan izin dan penutupan tempat usaha, jika kedapatan masih ada yang melanggar ketentuan pemerintah.

“Sudah sekian lama ini kita sosialisasi, tentunya ini harus menjadi kesadaran bersama. Saya minta agar dalam SE terbaru nanti, ditegaskan untuk semua pelaku usaha agar patuh terhadap aturan. Jika tidak, maka ancaman penutupan tempat usaha akan dilakukan, tanpa adanya surat peringatan,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dr. Herman, untuk mall juga dilakukan kajian apakah dibuka atau tidak, keputusannya seperti apa, akan dituangkan dalam SE terbaru.

Sementara untuk kegiatan ibadah, semuanya dilarang, karena tren kasus masih terus naik secara signifikan. Bahkan sekarang bertambah hampir 50 sampai 100 kasus per hari.

Wawali menegaskan, kegiatan pemberkatan nikah, syukuran, dan resepsi pernikahan yang dilakukan di gereja atau rumah ibadah, semuanya dilarang. “Kegiatan pesta dalam bentuk apa pun dilarang kecuali kedukaan, itu pun tetap dengan protokol kesehatan dan dipantau oleh pihak kelurahan setempat,” ungkapnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top