Bulog Launching Bantuan Beras PPKM 2021, Jatah untuk NTT 5.243 Ton | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bulog Launching Bantuan Beras PPKM 2021, Jatah untuk NTT 5.243 Ton


BERAS PPKM: Kepala Perum Bulog Wilayah NTT, Asma didampingi Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat launching penyaluran bantuan beras PPKM 2021 kepada warga di Kelurahan Kayu Putih, Senin (19/7). (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bulog Launching Bantuan Beras PPKM 2021, Jatah untuk NTT 5.243 Ton


Disalurkan Kepada 524.265 KPM di NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perum Bulog Wilayah NTT sejak Senin (19/7) menyalurkan bantuan beras di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) 2021 kepada masyarakat terdampak pembatasan di wilayah Provinsi NTT.

Penyaluran perdana bantuan beras PPKM 2021 itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa lalu, yang dimulai dari Kota Kupang. Hal ini ditandai dengan peluncuran atau launching oleh Kepala Perum Bulog Wilayah NTT, Asmal dan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore di kantor Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Sanin (19/7) lalu.

“Bantuan beras PPKM 2021 yang kami (Bulog) salurkan perdana hari ini (Senin, 19/7) merupakan perintah Pak Presiden melalui kementerian terkait dan juga Bulog untuk menyiapkan dan menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak PPKM di seluruh wilayah Indonesia termasuk kita di NTT,” jelas Asmal saat penyaluran perdana di Kota Kupang.

Asmal menjelaskan, bantuan beras PPKM yang disalurkan kepada masyarakat terdampak di wilayah Provinsi NTT berjumlah 5.243 ton. Total beras ini akan segera disalurkan kepada 524.265 keluarga penerima manfaat (KPM) PPKM di 22 kabupaten/kota se NTT.

“Hari ini kita menyalurkan secara perdana ditandai dengan launching oleh pak Wali Kota, BPKP, Bulog NTT, dan Dinas Sosial untuk masyarakat Kecamatan Oebobo, khususnya di Kelurahan Kayu Putih, Oebobo, dan Oetete,” jelas Asmal.

Penyaluran bantuan beras PPKM 2021 di Kota Kupang, kata Asmal, dilanjutkan Selasa (20/7) pagi untuk KPM di empat kelurahan lain, walaupun hari libur.

“Besok (Selasa, 20/7, Red) walaupun hari libur kita tetap lanjutkan penyaluran bantuan beras PPKM kepada masyarakat terdampak PPKM di Kota Kupang. Kami sadar bahwa karena situasi Covid-19 maka penyaluran memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai terjadi kerumunan sehingga kita atur waktunya secara bertahap. Kita tetap usahakan 5.243 ton itu bisa tersalurkan dalam waktu dekat,” janji Asmal.

Asmal menyebutkan, khusus penyaluran di Kota Kupang, total KPM penerima bantuan beras PPKM 2021 sebanyak 22 ribu. “Bantuan beras untuk masyarakat terdampak PPKM masing-masinng KPM 10kg juga tambahan uang tunai sebesar Rp 300 ribu perbulan,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodiwyk Djungu Lape menegaskan, bantuan beras PPKM 2021 dikhususkan kepada KPM PKH dan bantuan sosial tunai (BST). “Khusus bantuan tunai sebenarnya sampai April saja, tapi pemerintah pusat menganggarkan lagi dua bulan yaitu Mei dan Juni ditambah beras 10Kg. PKH pun demikian,” tandas Lodiwyk.

Sementara itu Kepala BPKP Perwailan NTT, Sofyan Antonius menjelaskan, kerja sama pengawasan penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 akan terus dibangun dengan Bulog dan Pos Indonesia.

“Kami akan bangun kerjasama pengawasan terus dengan Bulog termasuk divre yang ada di NTT juga kantor Pos Indonesia. Nanti ada penyaluran BST oleh kantor Pos Indonesia,” tegas Sofyan.

Saat ini, kata Sofyan, Kantor Pos Indonesia belum menyalurkan BST karena menunggu petunjuk pemerintah pusat. Walaupun demikan BPKP pasti akan terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi pendobelan penerima bansos.

“Antara beras dan rupiah ada kebijakan bahwa penerima beras 10kg mendapat tambahan uang Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan, yaitu Mei dan Juni. Mudah mudahan segera disalurkan dalam waktu dekat,” harapnya.

Sofyan menyebutkan, bansos PPKM berlaku untuk seluruh Indonesia. “Kami sudah dapat laporan bahwa bantuan PPKM sudah disalurkan,” tambahnya.

Sofyan menegaskan, pihaknya diberi kewenangan mengawasi bantuan diskon listrik untuk KWH 20 persen dan 50 persen untuk KWH 450. “Semua itu sudah ada di kami karena itu kami akan lakukan koordinasi untuk pengawasan. Mudah-mudahan bantuannya bisa tepat sasaran jumlah dan waktu. Itu harapannya,” ujar Antonius.

Sofyan menyatakan, guna menghindari terjadi pendobelan penerima bantuan, BPKP sudah menyampaikan kepada Bulog dan Kantor Pos Indonesia agar selalu melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan. “Jadi setiap ada pendobelan pada Januari sampai April kami selalu laporkan supaya jangan terjadi lagi pendobelan pada bantuan Mei-Juni ini,” ujarnya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top