Umat Muslim Borong Sembelih 107 Hewan, Ketua PHBI: Wujud Aktualisasi Iman dan Taqwa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Umat Muslim Borong Sembelih 107 Hewan, Ketua PHBI: Wujud Aktualisasi Iman dan Taqwa


BERBAGI. Proses pembagian daging kurban yang dilakukan panitia hari raya Idul Adha di salah satu masjid di Kota Borong, Selasa (20/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Umat Muslim Borong Sembelih 107 Hewan, Ketua PHBI: Wujud Aktualisasi Iman dan Taqwa


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Umat muslim di wilayah Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menyembelih sebanyak 107 hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1442 H, Selasa (20/7). Dari jumlah tersebut, hewan kurban sapi sebanyak 44 ekor dan kambing 63 ekor.

Budaya berbagi dengan sesama ini menyebar di wnam wilayah masjid. Masing-masing Masjid Baitul Ghapur sebanyak 11 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Masjid Baitul Rahman, 11 ekor kambing dan 9 ekor sapi. Masjid Ali Hililiyah, sebanyak 5 ekor kambing dan 2 ekor sapi

Selain itu, Masjid Nur Jihad Ponpes Fatibrah, sebanyak 3 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Masjid Al Muhajirin Cepi Watu, sebanyak 4 ekor kambing dan 8 ekor sapi. Lalu Masjid Nurul Jihad Ranaloba, sebanyak 29 ekor kambing dan 17 ekor sapi.

“Hari kurban tahun 2021 ini, khusus dalam wilayah kota Borong, kita sembelih sebanyak 107 ekor hewan. Semua hewan sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas dari Dinas Peternakan,” ujar Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Borong, Muhammad Ali, kepada TIMEX, Selasa (20/7).

Menurut Muhammad, pemotongan hewan kurban ini dilakukan di masjid masing-masing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya, di lokasi tidak menimbulkan kerumunan. Hewan yang sudah dipotong, lalu dibagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Muhammad menyebutkan, penyembelihan 107 hewan kurban tersebut dilaksanakan usai Salat Idul Adha 1442 H di masjid masing-masing. Namun untuk pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19, pelaksanaan Salat Idul Adha itu tetap dengan mengikuti imbauan pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

Misalnya membatasi jumlah jamaag yang hadir saat Salat Id dan mewajibkan semua jamaah memakasi masker, cuci tangan, dan diatur jaraknya. Ada juga umat yang melakukan Salat Id di rumah.

“Berkurban adalah Sunnah Muakkad. Maknanya kali ini, mengaktualisasikan iman dan taqwa melalui momen Idul Adha dan berkurban di tengah pandemi Covid-19. Tentu kita semua berdoa dan berharap, pandemi ini secepatnya berlalu,” harap Muhammad.

Pelaksanaan Salat Idul Adha di sejumlah masjid di kota Borong mendapat pengamanan aparat baik dari pihak Kepolisian, TNI, dan Satuan Pol PP. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top