Umat Muslim Perbatasan RI-RDTL Doa Khusus Kesembuhan Pasien Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Umat Muslim Perbatasan RI-RDTL Doa Khusus Kesembuhan Pasien Covid-19


SALAT ID BERJAMAAH. Umat muslim di Kabupaten Belu khusuk menjalani Salat Idul Adha berjamaah di Masjid Mujahidin Atambua, Selasa (20/7). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Umat Muslim Perbatasan RI-RDTL Doa Khusus Kesembuhan Pasien Covid-19


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Perayaan hari raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 M di Kabupaten Belu terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Ini karena momen tersebut berlangsung di tengah ancaman pandemi Covid-19. Akibatnya umat muslim setempat tak bisa menjalankan Salat Id secara berjamaah di lapangan terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, umat muslim di wilayah Kabupaten Belu berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu karena masih mengizinkan umat menjalankan Salat Id berjamaahh di setiap masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam perayaan Idul Adha kali ini, umat muslim di wilayah Perbatasan RI – Timor Leste itu secara khusus mendoakan kesembuhan bagi warga Indonesia yang terpapar Covid-19. Hal ini dilakukan Haji Hasanudin saat menjadi khatib Salat Id di Masjid Al Mujahidin Atambua, Selasa (20/7).

Haji Hasanudin mendoakan kesembuhan bagi warga Belu yang terpapar Covid-19. Ia juga mengajak seluruh umat muslim untuk mendoakan warga Indonesia, khususnya di Provinsi NTT yang saat ini berjuang melawan virus mematikan itu sehingga diberi kesembuhan.

“Saya ajak kita semua, secara khusus bagi umat muslim yang merayakan Idul Adha agar mendoakan mereka yang terpapar Covid-19. Secara khusus bagi warga kita di wilayah Belu ini,” ucap H. Hasanudin yang juga Kepala Seksi Pendidikan dan Bimas Islam kantor Kementrian Agama Kabupaten Belu.

H. Hasanudin juga mengajak umat muslim untuk terus mengikuti imbauan pemerintah mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup sehat. Mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Semoga di momentum perayaan Idul Adha ini, umat muslim yang berada di wilayah perbatasan RI-Timor Leste dapat menciptakan keharmonisan dan menjaga kedamaian dalam kehidupan setiap hari. Baik hidup berkeluarga dan bermasyarakat,” imbaunya.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Belu, Abdulah mengatakan, perayaan Idul Adha seperti tahun sebelumnya biasa digelar terpusat di lapangan umum Atambua. Untuk tahun ini digelar terbatas karena pandemi Covid-19.

Abdulah menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Belu yang sudah mengizinkan untuk mengadakan Salat Id di tengah wabah Covid-19.

Selaku panitia bersama umat muslim di wilayah Belu, Abdulah menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Belu yang sudah mengizinkan Salat Id di setiap mesjid dengan menerapkan protokol kesehatan yang super ketat.

“Kita semua berharap melalui doa di Idul Adha tahun ini, ancaman Covid-19 bisa berakhir dari muka bumi,” harapnya.

Sebelumnya, Senin (19/7), Bupati Belu Agustinus Taolin bersama Wakil Bupati (Wabup) Belu Aloysius Haleserens menyerahkan hewan kurban kepada umat muslim Kabupaten Belu untuk hari raya Idul Adha 1442 Hijriah.

Penyerahan hewan kurban oleh Bupati Belu mewakili Gubernur NTT kepada Panitia Mesjid Agung Al- Mujahidin Atambua berupa 1 ekor sapi. Selanjutnya hewan kurban dari Pemkab Belu berupa 1 ekor sapi diserahkan oleh Bupati-Wabup Belu kepada Panitia Mesjid Besar Hidayatullah Atambua.

Bupati Belu dan Wakil Bupati Belu juga menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor sapi di Masjid Al Ikhlas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat.

Bupati Belu Agustinus Taolin mengatakan, pemberian bantuan hewan kurban sebagai wujud kepedulian Pemkab Belu kepada masyarakat di masa pandemi ini. Walaupun sedikit, diharapkan bisa bermanfaat bagi umat muslim yang merayakan Idul Adha.

Bupati Agustinus juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah kepada masyarakat Kabupaten Belu yang merayakannya, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

Sesuai informasi panitia, jumlah hewan kurban yang diterima untuk Mesjid Agung Al-Mujahidin sebanyak 40 ekor, terdiri dari 12 ekor sapi, dan 28 ekor kambing. Sedangkan Masjid Besar Hidayattullah Atambua sebanyak 48 ekor, dengan rincian 30 ekor sapi dan 18 ekor kambing.

Hadir acara penyerahan hewan kurban, perwakilan pejabat Pemprov NTT, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nikolaus Umbu K. Biri, Kepala Badan Kesbangpol,, Marius F. Loe, Kepala Bagian Kesra Setda Belu Frans Hibur. (*)

PENULIS: Johni Siki

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top