Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Polda NTT Siapkan Ruang Isolasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Polda NTT Siapkan Ruang Isolasi


Ka SPN Kupang, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto saat meninjau persiapan shelter untuk dijadikan ruang isolasi di SPN Kupang, Kamis (22/7). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Polda NTT Siapkan Ruang Isolasi


Siapkan 30 Tempat Tidur di Barak SPN Kupang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 hingga Juli 2021 melonjak signifikan, dan hingga kini belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Jumlah kasus perhari tercatat berkisar 500 hingga 1.000 kasus baru.

Mengantisipasi membludaknya pasien Covid-19 di rumah sakit, Polda NTT menyiapkan satu barak di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang sebagai tempat karantina bagi pasien Covid-19 kategori sedang.

Di barak ini disediakan 30 tempat tidur dan lebih dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan isolasi mandiri. “Kita tambah shelter di SPN berupa satu barak yang dilengkapi 30 tempat tidur. Jika ada masyarakat kurang mampu dan butuh isolasi mandiri karena terpapar virus Covid-19, maka bisa memanfaatkan fasilitas di SPN,” ujar Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, Rabu (21/7).

Selain tempat tidur, pihak Polda NTT juga menyiapkan satu tim tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 isolasi mandiri. “Kita tangani (pasien) yang ringan dan sedang. (Pasien) Berat bisa ke rumah sakit,” tandas jenderal polisi bintang dua itu.

Irjen Lotharia mengatakan, jika kasus positif Covid-19 terus bertambah dan tidak tertangani lagi di fasilitas kesehatan, akan ditampung di tempat penampungan tersebut. “Ini opsi terburuk, kita juga siapkan satu tim tenaga medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Kupang,” tambahnya.

Irjen Lotharia mengaku, shelter khusus ini disiapkan bagi masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 namun bergejala ringan, sehingga tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit hanya untuk masyarakat dengan gejala yang parah dan membutuhkan penanganan lebih intensif. “Polri sudah siapkan 30 tempat tidur sebagai shelter sebagai tambahan BOR untuk isolasi,” terangnya.

Irjen Lotharia juga mengaku telah memerintahkan Karo Ops Polda NTT untuk mendorong para Kapolres jajaran yang belum mempunyai tempat isolasi terpusat untuk berkoordinasi dengan Pemda guna menyiapkan atau menyediakan tempat isolasi terpusat.

“Saat ini masih ada beberapa kabupaten yang belum menyiapkan tempat isolasi mandiri terpusat antara lain Kabupaten Kupang, Malaka, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, Lembata, dan Flores Timur,” sebutnya.

Ka SPN Kupang, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto kepada TIMEX, Kamis (22/7) mengaku, ruang yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat isolasi masih ada namun u tuk saat ini pihaknya hanya satu barak.

Tempat tidur yang sudah disiapkan Polda NTT di SPN Kupang untuk menampung pasien bergejala ringan/sedang Covid-19. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

Ia mengaku jika peminat dan tren kasus terus meningkat, maka pihaknya akan menambahkan ruangan lagi. “Kita sediakan ruang ini untuk mengantisipasi. Kalau banyak peminat dan kita tambahkan lagi,” katanya.

Untuk diketahui, kasus aktif Covid-19 di Kota Kupang saat ini merupakan yang tertinggi di NTT. Angkanya mencapai 1.870 orang, sedangkan rata-rata keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit lebih dari 60 persen.

Ketersediaan BOR

Ketersediaan bed untuk pasien Covid -19 di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang sebanyak 38 unit. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien Covid-19 sebanyak 30 buah atau 88,6 persen dan ketersedian oksigen serta obat-obatan masih mencukupi.

Penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 sebagian besar berasal dari kontak erat dalam lingkungan keluarga. Pasien yang diprioritaskan saat ini dalam kondisi sedang dan berat yang membutuhkan perawatan dan penanganan medis secara intensif.

Sementara BOR di Rumah Sakit Siloam sebanyak 95,6 persen atau terisi 20 unit dari total 22 bad yang disiapkan. Terkait ketersediaan obat-obatan serta oksigen masih mencukupi, namun mereka terkendala pada terbatasnya tenaga. Pasien Covid-19 yang dirawat berasal dari masyarakat Kota Kupang dan pasien rujukan dari daerah lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di RSUD SK Lerik Kupang, BOR-nya mencapai 94 persen atau terisi 17 unit dari total 23 bed yang disiapkan. Untuk ketersediaan obat-obatan serta oksigen masih mencukupi, namun stok antivirus sudah menipis dan sampai saat ini pihak rumah sakit belum menemukan distributor obat.

Sedangkan di RST Wirasakti Kupang, jumlah pasien Covid-19 sebanyak 151 pasien dan pada minggu ini jumlah pasien Covid-19 mengalami kenaikan yang signifikan. Ketersediaan obat-obatan dan oksigen masih bisa tercukupi.

Di RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes kupang, bed yang disiapkan sebanyak 62 unit terdiri dari 42 unit bed utama dan 20 unit bed tambahan. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top