Cegah Penyebaran Covid-19, Dinkes Kota Kupang Lakukan Tracing Varian Delta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Dinkes Kota Kupang Lakukan Tracing Varian Delta


Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Penyebaran Covid-19, Dinkes Kota Kupang Lakukan Tracing Varian Delta


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tiga pasien terkonfirmasi positif virus Korona varian Delta yang diumumkan secara resmi oleh Gugus Tugas Provinsi NTT, pada Rabu (21/7) merupakan warga Kota Kupang.

Guna mengantisipasi penyebaran virus itu lebih meluas, Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan upaya tracing atau penelusuran terhadap kontak erat dari tiga pasien tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, pihaknya sementara melakukan penelusuran, untuk mengetahui asal atau domisili pasien terkomfirmasi varian delta ini.

Pasalnya, kata Retnowati, informasi ini baru didapat sehingga perlu dilakukan pendalaman, asal, usia dan kondisi mereka sekarang, barulah bisa dilakulan penelusuran kontak. “Besok (Hari ini, 22/7, Red) baru saya akan infokan lebih detail, karena masih lakukan pendalaman,” ungkapnya.

Selain itu, menyikapi beberapa kejadian pengambilan paksa jenazah Covid-19 di RSU Siloam Kupang, drg. Retno mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan mengambil langkah tegas. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang penatalaksanaan jenazah pasien Covid-19.

Retnowati mengatakan, saat ini Pemkot Kupang, khususnya Bagian Hukum Setda Kota Kupang, sementara mengkaji Perwali tentang penanganan jenazah Covid-19. “Jadi kita sementara menyusun Perwali, disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan yang baru, tentang penalaksanaan penanganan jenazah Covid-19,” jelasnya.

BACA JUGA: Covid-19 Varian Delta Masuk Kupang, Ini Penjelasan Satgas NTT

Menurut drg. Retnowati, dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini, pemerintah harus tetapkan dengan Perwali, agar ada dasar hukum yang jelas.

“Prinsipnya, kita mengamankan kepentingan kesehatan masyarakat, secara epidemiologi penyakit dan karantina terhadap warga, jadi intinya agar masyarakat itu terlindungi, angka kejadian dan tidak tersebar secara masif,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu pada Rabu (21/7) mengumumkan adanya Covid-19 varian Delta yang sudah masuk di wilayah NTT, khususnya di Kota Kupang. Hanya saja, Marius tidak menjelaskan pasien itu berada atau dirawat di mana, dan darimana asal mula virus ini bisa sampai di NTT.

Meski demikian, berdasarkan hasil penelusuran TIMEX, terungkap bahwa pada 4 Juni 2021 lalu, pihak manajemen RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang mengirim sejumlah sampel swab ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta. Sampel ini diterima pada 10 Juni 2021.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sampel dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS), terdapat lima sampel yang kualitasnya baik. Dari lima sampel itu, tiga sampel terdeteksi positif SARS-CoV-2 varian Delta (B.1.617.2). Tiga sampel itu terdeteksi sebagai pasien laki-laki usia 70 tahun dan dua lainnya pasien perempuan berusia 12 dan 33 tahun. Sementara dua sampel lainnya tak terdeteksi varian delta yang asal India itu.

Hasil pemeriksaan ini berdasarkan penelusuran TIMEX, baru disampaikan ke Gugus Tugas Covid-19 NTT melalui surat hasil pemeriksaan tertanggal 19 Juli 2021. Surat tersebut ditandatangani Plt. Kepala Badan Litbngkes Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA. (mg25/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top