Penjabat Bupati Sarai Lepas 66 Tukik ke Laut Sawu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penjabat Bupati Sarai Lepas 66 Tukik ke Laut Sawu


LEPASLIARKAN. Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Alexander Rihi, didampingi Sekda Sabu Raijua, Kadis Kelautan dan Perikanan bersama tim dari BKKPN, Pokdarwis Jaga Dahi serta Pokmaswas Hidup Rukun ketika melepas 66 ekor anakan Tukik di lepas Pantai Daiae, Desa Eilogo, Kecmatan Liae, Rabu (21/7). (FOTO: Humas Pemkab Sarai)

KABAR FLOBAMORATA

Penjabat Bupati Sarai Lepas 66 Tukik ke Laut Sawu


SABU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 66 anakan Tukik (Anak Penyu) yang selama ini dikembangbiakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jaga Dahi dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hidup Rukun, Desa Eilogo, Kecamatan Liae, dilepas ke Laut Sawu oleh Penjabat Bupati Sabu Raijua (Sarai), Drs. Alexander Doris Rihi, M. Si, Rabu (21/7).

Pelepasan anak Tukik tersebut disaksikan oleh perwakilan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang serta warga sekitar.

Pokdarwis adalah kelompok masyarakat sadar wisata, sedangkan Pokmaswas adalah kelompok masyarakat pengawas. Pokdarwis Jaga Dahi dibentuk sekitar tahun 2017 dengan tujuan untuk mendampingi masyarakat yang melakukan wisata di Pantai Desa Eilogo dan Waduwalla.

Selain melakukan penangkaran penyu, kelompok masyarakat binaan Dinas Kelautan dan Perikanan ini juga sering melakukan transpalansi terumbu karang dan penanaman bakau di pesisir pantai dan melakukan aktivitas melindungi biota laut yang dilindungi.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si menyambut baik kehadiran kelompok masyarakat yang selama ini memiliki kepedulian terhadap perkembangan penyu di daerah itu.

Menurut Doris, pelepasan anakan Tukik itu bertujuan untuk menjaga habitat Penyu tetap lestari sehingga generasi mendatang nanti masih bisa melihat dan mengetahui secara langsung bioata laut itu.

BACA JUGA: Kunker ke Rote, Kajati NTT Lepas Tukik di Pantai Sosadale

Lebih lanjut Doris berharap, dengan adanya penangkaran Penyu tersebut akan menjadi media pembelajaran berbasis konservasi bagi masyarakat Kabupaten Sabu Raijua untuk melestarikan Penyu, apalagi hewan tersebut sangat dilindungi oleh pemerintah.

“Diharapkan agar wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung dan melepas Tukik dapat membantu dalam bentuk donasi untuk operasional Pokdarwis. Selama ini operasional Pokdarwis ditanggulangi oleh kelompok masyarakat sendiri,” demikian kata Doris.

Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Charles Meok yang dihubungi dari Kupang membenarkan adanya pelepasan 66 Tukik ke laut lepas oleh Penjabat Bupati Sabu Raijua. Menurutnya, ke-66 anakan Tukik tersebut merupakan hasil pengembangbiakan yang dilakukan kelompok masyarakat di Desa Eilogo.

“Ini diusahakan sendiri oleh kelompok masyarakat yang selama ini memiliki kepedulian terhadap pelestarian bioata laut termasuk penyu,” ungkap dia.

Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap kawasan laut dan melakukan konservasi laut serta melindungi biota laut seperti penyu agar tidak punah. “Jika mereka temukan telur punyu, mereka bawa ke penangkaran sampai menetas. Setelah anak penyu dirasa kuat dilepas ke laut bebas. Ini sudah berlangsung sekitar lima tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, fungsi pengawasan laut saat ini tidak lagi di kabupaten, tapi langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi serta Kementrian Kelautan sesuai UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, dan arena Laut Sabu merupakan Kawasan Konservasi Nasional sehingga selama ini dikoordinir langsung oleh BKKPN Kupang

“Dengan adanya undang-undang 32 maka pemerintah daerah tidak bisa membiayai lagi kegiatan seperti penangkaran. Kita di kabupaten hanya bersifat koordinasi saja tetapi kita tetap hadir dengan mereka dan menyuarakan kepentigan mereka. Salah satu yang kita perjuangkan selama ini adalah agar dibangun perwakilan BKKPN di Kabupaten Sabu Raijua dan sekarang kantornya sudah ada di Sabu,” terang Kadis lagi. “Kalau kantornya di Kupang, kita kesulitan melakukan koordinasi,” sambungnya. (yl)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top