Pilkades Tango Molas Tetap Lanjut, Bupati Matim Undur Hari Pemilihan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pilkades Tango Molas Tetap Lanjut, Bupati Matim Undur Hari Pemilihan


Kadis PMD Matim, Gaspar Nanggar. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pilkades Tango Molas Tetap Lanjut, Bupati Matim Undur Hari Pemilihan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas telah mengambil sikap atas persoalan tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) Tango Molas, Kecamatan Lamba Leda Timur. Sikap yang diambil Bupati Agas adalah tetap melanjutkan proses Pilkades itu hingga berlangsungnya pemilihan serentak tahun ini.

Sebagaimana diketahui, pada tahap penetapan calon kepala desa (Kades) oleh panitia tingkat desa, terjadi pro-kontra. Internal panitia, tidak sejalan. Dalam rapat bersama dengan panitia tingkat kabupaten, di Kantor Bupati Matim, Kamis (15/7), pantia tingkat desa menyatakan tidak sanggup dan serahkan proses Pilkades ke kabupaten.

Dengan demikian, berita acara penetapan Pilkades Tango Molas, dinyatakan gugur dan tidak bisa dilanjutkan. Dalam rapat itu, selain dihadiri sejumlah panitia Pilkades tingkat desa dan kabupaten, juga hadir Ketua dan anggota BPD Tango Molas. Rapat dipimpin Asisten I Setda Matim, Tadeus Enggur.

“Rapat bersama waktu itu, panitia desa tidak sanggup lagi. Kita pun sepakat untuk ditunda sementara waktu. Keputusan terakhir, kami serahkan ke Bupati. Sekarang Bupati putuskan untuk tetap lanjut,” ujar Kepala Dinas PMD Matim, Gaspar Nanggar kepada TIMEX di Borong, Rabu (21/7).

Gaspar menjelaskan, dalam keputusan Bupati itu, ada syaratnya, dimana proses Pilkades Tango Molas tetap lanjut, tapi panitia tingkat desa yang ada harus diganti. Artinya, dengan panitia yang baru, maka tahapan Pilkades mulai dari awal. Termasuk proses penjaringan bakal calon kades.

“Sekarang, harus bentuk panitia baru. Tidak boleh lagi pakai yang lama. Tahapanya mulai dari awal, seperti pendaftaran bakal calon. Apalagi masih ada waktu, setelah ada keputusan pelaksanaan Pilkades serentak gelombang III ini diundur. Karenanya instruksi Gubernur NTT dan surat Bupati Matim,” jelas Gaspar.

Dalam surat bernomor Pem.130/566/VII/2021, kata Gaspar, Bupati Matim memberitahukan kepada seluruh camat, bahwa pelaksanaan Pilkades serentak gelombang III diundur waktunya hingga 26 Agustus 2021. Sebelumnya dijadwalkan pada 31 Juli 2021.

Surat pemberitahuan itu, tentu merujuk instruksi Bupati Matim nomor BPBD.360/189/VII/2021, tangal 15 Juli 2021. Instruksi itu tentang Perubahan Kedua Instruksi Bupati Nomor BPBD.360/178.a/VII/2021, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Matim.

“Dasar instruksi ini, maka hari pencoblosan Pilkades ini diundur waktunya. Apalagi tren kenaikan angka penularan Covid-19 dan Kabupaten Matim yang ditetapkan sebagai zona merah,” katanya.

Jika kasus Covid-19 di Matim belum juga menurun, maka bisa saja pelaksanaan diundur lagi dari 26 Agustus. Sehingga, keputusan untuk mengundur waktu pelaksanaan Pilkades murni karena Covid-19. Artinya, pemerintah tidak mau adanya penambahan kasus Covid-19 karena klaster Pilkades serentak.

“Tidak ada kepentingan lain dalam keputusan undur waktu pelaksaan Pilkades. Kita berdoa dan berharap, agar kasus Covid-19 di Matim bisa menurun. Bahkan kita semua berdoa, supaya Kabupaten Matim kembali ke zona hijau,” jelas Gaspar.

Gaspar menambahkan, Pilkades serentak gelombang III di Matim berlangsung di 27 desa. Pemkab Matim juga telah mengalokasikan biaya dari APBD Matim sebesar Rp 810 juta. Setiap desa mendapat bagian sebesar Rp 30 juta. Proses pencairanya, diusulakan langsung oleh panitia Pilkades ke Badan Keuangan Daerah. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top