Anak NTT Jangan Pernah Berhenti Bermimpi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anak NTT Jangan Pernah Berhenti Bermimpi


Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Famdale-Sayuna. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Anak NTT Jangan Pernah Berhenti Bermimpi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021, anak-anak di Provinsi NTT diminta untuk terus bermimpi dan mewujudkan cita-cita dalam situasi apapun karena dengan harapan dan kerja keras, akan memberikan energi yang besar pula.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna ketika dimintai tanggapannya terhadap hak-hak anak dalam masa pandemi saat ini, Kamis (22/7).

Politikus Partai Golkar itu juga menyampaikan ucapan selamat HAN kepada seluruh anak-anak Indonesia dan secara khusus untuk semua anak-anak NTT.

Untuk semua anak di NTT, Inche berpesan agar anak-anak NTT jangan takut untuk bermimpi, apapun keadaanmu, sebab mimpi yang besar akan diikuti oleh energi yang besar pula.

Dikatakan HAN merupakan momen yang tepat untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, serta berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, dan juga mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Peringatan HAN selama 2 tahun terakhir ini dilaksanakan dalam suasana yang berbeda akibat pandemi Covid-19, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 telah memberi dampak yang sangat besar pada anak-anak.

“Anak-anak menjadi salah satu korban pandemi yang mengalami banyak persoalan. Misalnya, masalah pengasuhan bagi mereka yang orangtuanya positif covid-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi sebagai akibat kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah. Kondisi ini membuat anak-anak merasa kehilangan masa depannya dan ini menyakitkan,” ungkapnya.

Disebutkan, dalam konteks NTT, masih bergumul dengan tiga isu besar soal anak di bidang kesehatan, angka stanting masih sangat tinggi, berbagai intervensi program dan kegiatan telah dibuat oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota mampu menurunkan angka stanting di NTT tapi NTT masih menjadi juara satu tingkat nasional, angka gizi buruk, angka kematian ibu dan anak juga masih tinggi di NTT.

Pada bidang pendidikan juga masih bergumul dengan anak-anak yang putus sekolah. Bidang ekonomi masih bergumul dg pekerja anak yang juga cukup tinggi. Selain itu anak NTT masih bergumul dengan persoalan kekerasan terhadap anak dan kekerasan anak dapat berupa kekerasan fisik, seksual, emosional, pengabaian, dan eksploitasi.

“HAN selalu diperingati setiap tahun dan merupakan momen yang tepat untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, serta berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, dan juga mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” katanya.

Oleh karena itu melalui peringatan HAN tahun ini biarlah menjadi refleksi bagi semua warga NTT, pemangku kepentingan untuk lebih memberi perhatian serius kepada anak-anak NTT dengan sejumlah persoalan sangat kompleks ini agar bisa mempersiapkan generasi masa depan bangsa lebih optimis lagi.

“Untuk para pengambil kebijakan agar bisa membuat kebijakan yang lebih responsif terhadap anak dan yang lebih ramah terhadap anak,” ungkapnya. (mg29)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top