BI Perwakilan NTT Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BI Perwakilan NTT Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah


WEBINAR. BI Perwakilan NTT saat melakukan webinar sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah secara virtual, Kamis (22/7). (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

BI Perwakilan NTT Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah


Sukseskan Fesyar KTI 2021

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT terus berusaha agar masyarakat di Bumi Flobamora memahami benar peran dan kebijakan bank sentral tersebut. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah secara virtual (webinar) via zoom yang dilaksanakan Kamis (22/7).

Kegiatan webinar ini dipandu narasumber berkompeten, yakni Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Kesumawati Syafer. Hadir sejumlah kalangan antara lain
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, H. Abdul Kadir Makarim, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang (FE UMK), serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah,” jelas Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Kamis (22/7).

Diakui kegiatan edukasi yang dilakukan secara virtual kemarin penting untuk menyampaikan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah juga peran penting BI kepada masyarakat NTT. Selain itu, kegiatan kemarin juga penting untuk menyampaikan sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS) antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021.

“Acara hari ini (Kamis, 22/7, Red) berlangsung penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi,” terang Nyoman.

Sementara Asisten DEKS Bank Indonesia, Kesumawati Syafer saat memaparkan materi tentang konsep dasar ekonomi dan keuangan Syariah, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana mampu menempati ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank.

“Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, intsiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah,” jelas Kesumawati.

Menurut Kesumawati, BI memiliki tiga strategi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah. Ketiga strategi dimaksud yaitu pemberdayaan usaha Syariah, pengembangan dan pendalaman keuangan Syariah, dan keilmuan dan kampanye ekonomi Syariah.

Kesumawati mencontohkan pemberdayaan usaha Syariah seperti fasilitas teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh BI dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).

Pengembangan dan pendalaman Keuangan Syariah contohnya melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi. “Contoh keilmuan dan kampanye ekonomi Syariah yaitu kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi dan keuangan Syanah di Indonesia yang masih 16.3 persen,” jelasnya.

Menanggapi penjelasan ini, para peserta kegiatam menunjukan antusias yang cukup tinggi antara lain sebagaimana di sampaikan Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhamadya Kupang (UMK) dan Ketua MUI NTT.

Dekan FE UMK, Syarifuddin menilai praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep Syariah yang pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba.

“Dengan demikian, dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nila-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat,” kata Syariduddin.

Senada dengan itu, Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim, menegaskan bahwa melaksanakan kegiatan secara Syariah adalah sebuah kepentingan. Dia menilai kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang terpuruk karena dilanda pandemi Covid-19, perlu didukung pemulihannya dengan ekonomi dan keuangan Syariah.

“Harapannya ekonomi dan keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT,” harap tokoh agama yang akrab disapa Aba Makarim ini. (ogi)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top