Debit Air Stabil, PDAM Kota Belum Reschedule Distribusi ke Masyarakat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Debit Air Stabil, PDAM Kota Belum Reschedule Distribusi ke Masyarakat


TINGKATKAN LAYANAN. Sejumlah petugas PDAM Kota Kupang sedang memperbaiki jaringan distribusi air di salah satu titik di Kota Kupang. Gambar diabadikan kemarin (22/7). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

BISNIS

Debit Air Stabil, PDAM Kota Belum Reschedule Distribusi ke Masyarakat


DPRD Dukung Pengadaan Meteran untuk Sumur Bor

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Memasuki musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang belum menerapkan reschedule atau penjadwalan kembali distribusi air bagi masyarakat.
Pasalnya, sampai minggu ketiga Juli ini, debit air di Kota Kupang masih dikategorikan stabil.

Direktur PDAM Kota Kupang, Jhoni Ottemusu, saat diwawancarai Kamis (22/7) mengaku, pihaknya akan melakukan evaluasi debit air selama dua bulan ke depan. Jika debit air menurun, maka akan dilakukan reschedule pengaliran air di masyarakat.

“Sampai Juli ini debit air masih 144 liter per detik, sehingga masih dimungkinkan untuk mengikuti jadwal yang sudah ada. Tetapi jika dalam dua bulan ke depan terjadi penurunan, maka akan dilakukan kajian untuk mengatur ulang jadwal pengaliran,” katanya.

Jhoni Ottemusu mengaku, sampai saat ini, jumlah Sambungan Rumah (SR) atau pelanggan PDAM Kota Kupang sebanyak 13.105 SR. Dalam waktu dekat juga akan ditambah atau perluasan jaringan sesuai kemampuan yang ada.

“Karena kami sekarang berfokus pada peningkatan kualitas layanan, jadi fokus kami untuk penambahan SR juga harus disesuaikan dengan kemampuan atau debit air yang ada, sehingga masyarakat yang menggunakan layanan PDAM Kota Kupang bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan rencana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan pungutan pajak pada sumber air tanah, Jhoni menjelaskan, karena PDAM Kota Kupang telah bekerjasama dengan beberapa pemilik sumur bor di Kota Kupang, maka kebijakan itu tentunya didukung oleh PDAM.

“Sesuai dengan perjanjian kerja sama antara pemilik sumur bor dan PDAM, biaya tersebut akan dibagi dua, 50 persen ditanggung PDAM dan 50 persen ditanggung oleh pemilik sumur bor,” jelasnya.

Jhoni Ottemusu menyebutkan, sampai saat ini, ada delapan pemilik sumur bor yang bekerja sama dengan PDAM Kota Kupang. Dalam tahun ini, lanjutnya, Jhoni menargetkan penambahan 10 pemilik sumur bor bisa bekerja sama dengan PDAM.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Djuneidi Kana menyatakan mendukung upaya pemerintah untuk kembali mengenakan pajak air tanah di Kota Kupang.

Pasalnya, selama ini banyak sumur bor di Kota Kupang tetapi tidak memberikan kontribusi berupa PAD bagi pemerintah.

Djuneidi katakan, jika memang diperlukan, maka dapat dipasang meteran air di semua sumur bor yang ada, agar bisa diketahui secara pasti berapa debit air yang keluar, dan dihitung pajaknya.

“Kita mendukung Badan Pendapatan untuk mengusulkan pengadaan water meter atau meteran air di semua sumur bor, jadi tidak dihitung berdasarkan jumlah tangki air yang keluar. Diusulkan pada anggaran perubahan ini lebih baik, agar segera dimulai,” ungkapnya.

Menurut Politikus Partai Demokrat ini, pendapatan daerah dari pajak air tanah, merupakan sumber pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Dengan adanya pajak air tanah, maka pemerintah juga bisa melakukan kontrol terhadap galian sumur bor, karena selama ini banyak sumur bor yang digali secara bebas tanpa didata dan pengawasan, serta kajian dampak,” jelasnya.

Djuneidi juga mendukung PDAM Kota Kupang yang terus membenahi dan meningkatkan pelayanan distribusi air minum kepada masyarakat.

Dia meminta agar PDAM juga bisa membantu masyarakat yang kekurangan air, bekerja sama dengan BPBD Kota Kupang, agar menyiapkan tandon air di daerah yang krisis air, agar disalurkan air ke masyarakat.

“Karena memasuki musim kemarau ini, ada daerah-daerah yang krisis air, untuk itu pemerintah harus hadir untuk masyarakat lewat program dan kegiatan yang ada, semua OPD bekerja sama untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga,” pungkasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top