Anggota DPD RI Hilda Riwu Kore Minta Pemprov Dukung Persiapan Kontingen NTT ke PON | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anggota DPD RI Hilda Riwu Kore Minta Pemprov Dukung Persiapan Kontingen NTT ke PON


DISKUSI. Anggota DPD RI asal NTT, Hilda Riwu Kore-Manafe (kedua kanan) melakukan pertemuan dengan pengurus KONI NTT terkait implementasi UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang SKN juga terkait persiapan PON XX/2021 di Papua, bertempat di Restoran Handayani Taman Laut, Kamis (22/7). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

SPORT

Anggota DPD RI Hilda Riwu Kore Minta Pemprov Dukung Persiapan Kontingen NTT ke PON


Pertemuan dengan Pengurus KONI NTT Bahas Implementasi UU SKN

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Anggota DPD RI asal NTT, Hilda Riwu Kore-Manafe melakukan pertemuan dengan pengurus KONI Provinsi NTT, Kamis (22/7).

Pertemuan yang berlangsung di Restoran Handayani Taman Laut itu terkait UU Nomor 3 Tahun 2005 terkait Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), juga terkait persiapan PON XX/2021 di Papua pada Oktober mendatang. Hadir saat itu Ketua Umum KONI NTT, Dr. Andre W. Koreh dan jajaran pengurus lainnya.

Hilda Riwu Kore-Manafe mengatakan, tujuan dari kegiatan diskusi ini untuk melakukan intervensi, identifikasi, dan analisis menyangkut berbagai kebijakan, progran, dan kegiatan pemerintah daerah dalam mendukung dan mempersiapkan kontingen NTT pada PON XX/2021 di Papua.

Hilda mengatakan, Pemda perlu memperhatikan alokasi anggaran, mulai dari jumlah dan cakupannya. Program vaksinasi Covid-19 bagi atlet dan pelatih kontingen daerah.

“Juga terkait persiapan kontingen mulai dari penentuan jumlah cabang olahraga (Cabor) yang diikuti, proses seleksi atlet, fokus pelatihan atlet dan lainnya,” kata Hilda.

Hilda menyebutkan, saat ini dalam masa reses DPD RI, salah satu hal yang dilakukan adalah inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 3 tahun 2005, khususnya terkait dukungan penyelenggaraan PON XX/2021 di Papua.

Hilda mengaku, dari hasil pertemuan dirinya dengan pengurus KONI NTT, diketahui bahwa jumlah cabor yang meloloskan atletnya ke PON ada 12 cabang. Dari jumlah cabor itu, KONI NTT telah menargetkan raihan 10 medali emas di PON kali ini.

“Kami mendengar dan mendapat info bahwa persoalan dan tantangan utama bagi tim PON NTT adalah ketersediaan dana yang belum ada realisasi dari pemerintah daerah. Padahal jarak waktu pelaksanaan PON tersisa hanya dua bulan saja. PON XX sesuai jadwal berlangsung pada 2 – 15 Oktober 2021,” katanya.

Hilda mengaku, sebagai senator di DPD RI, dirinya berharap dukungan pemerintah daerah khususnya Gubernur NTT agar dapat segera merealisasikan kebutuhan dana untuk persiapan PON XX/2021.

“Kami akan menindaklanjutan situasi ini bersilaturahmi dengan pimpinan DPRD dan Bapak Gubernur agar dapat mencarikan jalan keluar atas situasi ini. Kami percaya sebagaimana pengalaman PON XIX di Jawa Barat, kontingen NTT menorehkan prestasi dengan memperoleh 7 emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Maka dalam PON XX tahun 2021 ini, kontingen NTT dapat menorehkan prestasi berharga yang menjadi kebanggaan NTT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh mengatakan, untuk PON XX tahun 2021 di Papua, NTT akan mengirim sebanyak 89 atlet dari 12 cabor.

Saat ini, kata Andre, yang diharapkan adalah dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, dan para senator dan juga dukungan dari masyarakat NTT.

“Pasalnya atlet NTT sudah berjuang, mulai dari tahapan proses, kejurnas dan Pra PON dan akhirnya mereka dinyatakan lolos untuk bertanding di Papua. Mereka membawa harga diri dan kebanggaan NTT, tapi juga mereka menaruh harapan untuk merubah nasib mereka, karena dengan mereka berprestasi, jalan untuk kehidupan dan masa depan mereka terbuka,” terang Andre.

Menurutnya, keikutsertaan ini harus dilihat perjuangan para atlet hadir di pesta PON yang digelar empat tahun sekali. Ini merupakan kebanggaan, harga diri bagi atlet dan pertaruhan untuk masa depan mereka.

“Ada cabang olahraga kebanggaan yang selama 30 tahun ini tidak pernah lolos di multi event yaitu sepak bola, tetapi kali ini lolos. Tentunya olahraga yang paling banyak penggemar ini dinantikan oleh masyarakat NTT. Persoalannya bukan bisa menang atau tidak, tapi hadir di sana, bertanding di sana, membawa nama besar NTT itu yang menjadi kebanggaan,” tegas Andre.

Andre mengaku, pada PON XX kali ini, NTT menargetkan bisa membawa pulang 10 medali emas dengan harapan bisa diulang dari cabang olahraga kempo, tinju, dan pencak silat.

“Tetapi 9 cabang olahraga yang lain, bukan berarti mereka tidak berpeluang, tetapi kami tidak memasang target kepada mereka supaya mereka bertanding tanpa beban, agar seluruh kemampuan mereka dikeluarkan,” kata Andre.

Menyinggung soal dana, Andre menyatakan bahwa alokasi anggaran yang ditetapkan pada anggaran murni 2021 sebesar Rp 20 miliar. Tetapi sampai saat ini anggaran tersebut belum juga dicairkan. Padahal sisa waktu yang ada hanya dua bulan menuju pelaksanaan PON pada Oktober 2021 nanti.

Andre mengungkapkan, sekecil apapun prestasi tentunya harus dihargai, karena prestasi yang dicapai oleh atlet-atlet NTT itu melalui sebuah proses panjang. “Karena itu haruslah mereka dihargai,” pintanya.

Masih menurut Andre, dalam setiap perhelatan PON, Pemprov NTT selalu memberikan apresiasi baik dalam bentuk barang maupun uang kepada para atlet berprestasi. Saat PON XIX/2016 lalu di Jawa Barat, semua atlet yang meraih medali baik itu emas, perak, dan perunggu, untuk nomor tunggal/nomor perorangan, maupun beregu mendapatkan rumah tipe 36 dan bonus uang. Untuk uang, peraih medali emas mendapatkan Rp 100 juta, medali perak mendapat Rp 75 juta, dan peraih medali perunggu menerima Rp 50 juta.

“Saya berharap minimal penghargaan itu sama dengan 4 tahun yang lalu, bahkan lebih. Penghargaan ini sangat penting untuk menghargai sebuah proses pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran,” pungkasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya SPORT

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top