Kandungan Nutrisi Kelor: Antioksidan, Antikanker, dan Antistres | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kandungan Nutrisi Kelor: Antioksidan, Antikanker, dan Antistres


KAYA NUTRISI. Daun, bunga dan buah kelor. (FOTO: ISTIMEWA)

OPINI

Kandungan Nutrisi Kelor: Antioksidan, Antikanker, dan Antistres


Oleh: Prof Dr apt Mangestuti Agil MS *)

Kalau masih ada sisa lahan di dekat rumah, tanamlah pohon kelor. Tanaman bernama Latin Moringa oleifera dari suku Moringaceae itu dijuluki sebagai tanaman ajaib dan tanaman untuk kehidupan karena kekayaan kandungan gizinya. Cara menyantapnya bisa dibuat sup hingga diseduh seperti teh.

DUNIA memang tak selebar daun kelor. Tapi, manfaat kelor sudah terbukti lebar sekali. Bukan hanya daun kelor, tapi akar, buah, dan bijinya pun kaya serat dan sumber protein yang mudah dicerna, vitamin A, vitamin C, mineral kalsium, zat besi, kalium, serta magnesium. Vitamin dan mineral yang berasal dari bahan alam selalu lebih baik dibandingkan suplemen sintetis yang dibuat dari bahan kimia.

Kekayaan nutrisi itu tentu memberikan jaminan kelor bisa bermanfaat untuk mencegah gangguan kesehatan dan sudah ada bukti ilmiahnya. Tanaman yang berasal dari Himalaya India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan itu juga mudah tumbuh di tanah yang tidak subur sekalipun dan tahan kekeringan.

Menjaga Kesehatan Sel

Kekayaan nutrisi dan zat bioaktif kelor terbukti bisa merawat kesehatan sel tubuh kita. Zat bioaktif itu termasuk golongan fenolik dan flavonoid, antara lain, gallic acid, chlorogenic acid, rutin, luteolin, kuersetin, apigenin, dan kaempferol. Bersama vitamin A dan C, zat bioaktif kelor menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan. Yaitu, berperan dalam menjaga kesehatan sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian membuktikan, kelor dapat memelihara kesehatan liver, ginjal, paru-paru, dan jantung.

Kemampuan merawat sel tubuh itu telah terbukti melalui khasiat sebagai antikanker yang sampai sekarang tetap menarik perhatian peneliti. Walau banyak penelitian yang masih dilakukan secara in vitro (di luar tubuh) dan pada hewan percobaan.

Hasil penelitian terbaru untuk menguji aktivitas antikanker sari air kelor pada hewan mencit yang mengalami tumor menunjukkan penurunan berat dan volume tumor. Penelitian itu juga mendeteksi salah satu kandungan zat bioaktif utama sari air, yaitu vitamin E sebagai antioksidan.

Menurunkan Radang Kronis

Mengonsumsi kelor secara teratur secara tidak langsung mempunyai manfaat yang erat berkaitan dengan imunitas tubuh, yaitu melalui pengendalian reaksi peradangan. Peradangan adalah bagian dari respons alamiah imun tubuh terhadap berbagai serangan dari luar dan dalam tubuh, termasuk infeksi bakteri dan virus. Tujuannya, membantu proses penyembuhan.

Namun, ketika tubuh kita mengalami penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan jantung, atau otak, terjadilah radang kronis. Itu sangat berbahaya bagi kesehatan secara umum. Penelitian sudah membuktikan bahwa aktivitas antioksidan kelor membantu menurunkan radang kronis. Itu berarti mencegah kerusakan sel tubuh yang pasti merusak kesehatan alat tubuh.

Menjaga Kesehatan Otak

Stres diperlukan untuk memacu kerja tubuh dalam menghadapi tantangan hidup. Tetapi kalau berlebih, stres secara perlahan tapi pasti bisa merusak organ penting tubuh. Pengendalian stres berarti menjaga kesehatan otak, yaitu organ terpenting tubuh yang mengendalikan kelancaran kerja semua bagian tubuh.

Salah satu manfaat kelor yang sudah terbukti melalui penelitian adalah potensinya dalam meningkatkan performa atau kerja sel otak. Yaitu, melalui aktivitas antioksidan senyawa flavonoid. Hasil penelitian itu menginspirasi peneliti untuk mempertimbangkan pemanfaatan kelor sebagai salah satu obat antidepresi alamiah.

Ayo, Mengolah Kelor

Supaya bisa menikmati kekayaan nutrisi kelor, sangat baik kalau kita bisa mengonsumsi daun kelor segar. Baunya segar seperti lobak dan bisa dicampur berbagai sayuran seperti salad dengan bumbu salad pilihan yang tidak terlalu ’’berat”, misalnya bumbu urap-urap.

Yang perlu dicoba adalah membuat hidangan sayur bening dari daun kelor dengan bumbu rimpang kunci. Rasanya lebih lezat dari sayur bening bayam dan sangat baik sebagai pelancar air susu ibu yang sedang menyusui.

Pernah mencoba buah kelor yang populer dengan nama klentang? Ayo, kita buat sayur asem khas masakan Jawa dengan tambahan bahan buah kelor.

PILIHAN MENGONSUMSI KELOR

Sup Moringa: Tidak semua orang bisa mendapatkan daun kelor segar. Serbuk kelor kering bisa menjadi pilihan. Daun segar maupun kering cocok untuk dibuat hidangan sup sehat. Campurkan bahan lain seperti wortel, kentang, dan makaroni.

Teh Moringa: Daun kelor bisa juga dibuat menjadi teh yang lezat dan pasti sehat. Gunakan daun kering yang disiram air mendidih dan dibiarkan beberapa menit sampai semua zat kandungan bisa terlarut. Teh kelor hangat yang diminum secara teratur bisa membantu mencegah atau mengatasi gangguan berupa mual, kembung, dan sejenisnya.

Kebutuhan Konsumsi Daun Kelor: Satu setengah cangkir daun segar yang sudah dimasak dapat memenuhi kebutuhan vitamin A dan C dalam sehari. Konsumsi satu setengah cangkir buah kelor mentah yang dimasak bisa memenuhi kebutuhan vitamin C dalam sehari. Perlu diketahui, vitamin C mudah rusak pada pemanasan. (*)

*) Prof Dr apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar dalam Bidang Botani Farmasi dan Farmakognosi, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Komentar

Berita lainnya OPINI

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top