Tim Satgas Covid-19 Matim Tertibkan 2 Hajatan Pesta, Pendekatanya Humanis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tim Satgas Covid-19 Matim Tertibkan 2 Hajatan Pesta, Pendekatanya Humanis


HUMANIS. Tim Satgas Covid-19 Matim bersama panita pelaksana, membongkar tenda pesta kumpul uang sekolah di Kampung Toka, Desa Nanga Labang, Jumat (23/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tim Satgas Covid-19 Matim Tertibkan 2 Hajatan Pesta, Pendekatanya Humanis


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menertibkan dua hajatan pesta di Kota Borong, Jumat (23/7) siang. Penertiban itu dilakukan Satgas karena saat ini tren kasus Covid-19 di wilayah itu terus menanjak. Pendekatannya dilakukan secara humanis sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Dua hajatan itu, masing-masing pesta kumpul uang sekolah di Kampung Toka, Desa Nanga Labang, dan pesta nikah di Kampung Baru, Kelurahan Kota Ndora. Setelah melakukan komunikasi dan ada kesepakatan antarpetugas tim Satgas Covid-19 dengan pelaksana hajatan, tenda acara pesta itu dibongkar.

Terpantau TIMEX, sekira pukul 12.56 Wita, kemarin (23/7), tim Satgas Covid-19 bergerak pertama menuju tempat pesta nikah di Kampung Baru. Selanjutnya, ke tempat acara sekolah di Kampung Toka, sekira pukul 14.07 Wita. Di dua lokasi itu, tim Satgas melakukan pendekatan dengan pihak pelaksana acara.

Sesuai arahan Bupati Matim, Agas Andreas, penertiban itu lebih mengedepankan upaya preventif. Sembari memberi pengarahan dan pemahaman. Tentu dengan satu semangat untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Tidak ada protes dari pelaksana acara. Justru menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih ke Satgas Covid-19 Matim.

“Kita datang minta untuk hentikan acara pestanya. Sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Matim. Dilakukan secara humanis. Tenda dibongkar, itu setelah dilakukan komunikasi dengan tuan acara. Sehingga tidak ada bongkar paksa,” ujar Kasat Pol PP Matim, Yohanes Syukur, kepada TIMEX di lokasi kegiatan.

Yohanes mengatakan, hajatan itu tidak dilarang, namun karena kasus konfirmasi positif Covid-19 di Matim meningkat signifikan, maka untuk sementara waktu semua hajatan pesta dilarang. Sehingga instruksi Bupati itu untuk kebaikan semua orang.

“Kita lihat perkembangan jumlah kasus Covid-19. Kalau trennya menurun dan Matim kembali ke zona hijau, hajatan pesta dan lain, itu boleh digelar. Sehingga kami minta tolong dipahami bersama. Jujur kita tidak tega untuk lakukan ini, tapi demi kebaikan bersama,” kata Yohanes.

Kata dia, dalam kegiatan itu mereka juga mengimbau masyarakat untuk harus disiplin dengan protokol kesehatan. Yohanes juga berterima kasih kepada masyarakat Matim yang benar-benar mengikuti instruksi Bupati Matim itu. Seperti warga sejumlah desa di Kecamatan Lamba Leda Selatan.

“Kita bangga dan terima kasih kepada warga di Desa Bea Waek, Bangka Kuleng, dan Desa Satar Tesem, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Warga yang hendak gelar pesta sekolah, langsung mereka batalkan. Setelah dapat imbauan dari petugas kecamatan, desa, dan Satgas Covid-19,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Petrus Subin. Ia menjelaskan, tindakan yang dilakukan itu untuk mengantisipasi penyebaran penularan Covid-19. Juga merujuk perintah dalam edaran pemerintah pusat, provinsi, dan instruksi Bupati Matim No. BPBD.360/189/VII/2021.

Petrus menjelaskan, instruksi bupati memuat tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Matim. Dari instruksi itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengeluarkan surat peringatan. Ada tiga poin isi peringatan itu. Pertama, agar tidak melaksanakan kegiatan dari tanggal 18 Juli hingga 31 Juli 2021.

Kedua, jika tetap melaksanakan kegiatan tersebut maka, Gugus Tugas akan mengingatkan kembali dan kemudian menghentikan kegiatan tersebut. Ketiga, penyelenggara pesta dan ketua panitia yang melanggar Instruksi Bupati akan diproses secara hukum sesuai peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku.

“Kebijakan dalam instruksi Bupati ini, sangat baik untuk kita semua. Dalam hal untuk menghentikan laju kasus Covid-19. Sehingga kami minta warga untuk memahami kebijakan ini. Mari kita sama-sama untuk jaga diri, keluarga, dan sesama,” pinta Petrus.

Dia menambahkan, sejak lahirnya instruksi Bupati Matim juga sebelum tim Satgas melakukan penertiban, warga sudah diberi imbauan. Itu dijalankan oleh petugas kecamatan, desa, dan Satgas Covid-19. Warga diminta untuk tidak boleh menggelar pesta sekolah, nikah, dan hajatan keramaian lainya.

Lanjut Petrus, Satgas Covid-19 yang hadir dalam kegiatan penertiban tempat pesta itu terdiri dari BPBD Kabupaten Matim, Sat Pol PP Kabupaten Matim, Kepolisian dari Polres Matim, dan prajurit TNI dari Koramil 1612/04 Borong. Hadir juga Camat Borong, Maria A. Yarini Gagu, dan Camat Lamba Leda Selatan, Alvian Yoran Nengkos.

Usai melakukan penertiban dua tempat pesta di Kota Borong, tim Satgas dibawah pimpinan Kasat Pol PP Matim, Yohanes dan Kepala BPBD, Petrus bergerak menuju Desa Baek Waek, Desa Bangka Kuleng, dan Desa Satar Tesem. Di sana Tim Satgas Covid-19 menemui warga yang hendak menggelar hajatan pesta kumpul uang sekolah.

Tim ini meminta agar rencana pestanya ditunda. Penyelenggara pun tidak menolak dan menyampaikan terima kasih. Informasi yang dari Satgas Covid-19 Matim, total kasus Covid-19 di kabupaten itu per 21 Juli 2021 mencapai 2.077. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi positif hasil PCR sebanyak 122 kasus, dan positif antigen sebanyak 1.955 kasus.

“Yang jalankan isolasi mandiri sebanyak 601 orang. Karantina terpusat sebanyak 88 orang. Dalam perawatan di RSUD Ben Mboi 5 orang, di RSUD Labuan Bajo 1 orang. Total sembuh 1.244 orang, dan meninggal dunia 16 orang,” ungkap Jubir Satgas Covid -19 Matim, Jefri Haryanto saat dikonfirmasi Timex. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top