Kota Kupang Terapkan PPKM Level IV | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kota Kupang Terapkan PPKM Level IV


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kota Kupang Terapkan PPKM Level IV


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV, terhitung efektif sejak Selasa (27/7).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, saat diwawancarai di rumah jabatannya, Minggu (26/7), mengatakan, dirinya baru selesai melakukan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang.

Hasil rapat, kata Wakil Wali Kota, secara resmi Kota Kupang akan menerapkan PPKM level IV. Dalam penerapan PPKM Level IV ini, semua kegiatan masyarakat dibatasi sampai Pukul 21.00 Wita.

Pada Pukul 21.00 Wita, semua tim Patroli, akan berpatroli, tim gabungan dari TNI dan Polri. Sanksi yang diberikan juga sementara dikaji sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Jadi Kapolres Kupang Kota, Dandim dan Kejari, akan memberikan masukan pasal-pasal mana saja yang akan dipakai, jadi bisa diancam dengan pidana bagi mereka yang melanggar. Karena sudah hampir 1 tahun lebih kita sudah sosialisasikan, jadi tidak ada alasan masyarakat tidak taat dengan aturan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Ganti PPKM Darurat dengan Istilah Level 1-4

Yang menjadi dasar diterapkan PPKM level IV yaitu penambahan kasus baru di Kota Kupang hampir 150 kasus per 100.000 penduduk.

Selain itu, Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Kupang sudah lebih dari 80 persen dari kapasitas yang ada. Selain itu, respons atau positivity rate juga lebih dari 15 persen, yang seharusnya di bawah 5 persen.

“Jadi saat melakulan tes, hasil dari tes tersebut banyak sekali yang dinyatakan positif. Selain itu, kontak erat yang seharusnya, satu pasien yang dinyatakan positif, harus diperiksa kontaknya harus 15 sampai 30 orang, sementara yang ada sekarang, hanya dites lima orang saja, karena saat petugas ingin melakukan test, mereka yang terdata melakukan kontak erat, tidak mau dites atau sedang tidak berada di tempat,” jelas dr. Herman.

Dia mengaku, Senin (26/7), Pemkot Kupang akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru terkait PPKM level IV. SE ini, sama dengan SE sebelumya, hanya ditambahkan beberapa poin atau penegasan.

Dalam SE terbaru juga akan diatur, bagi masyarakat yang tidak mau di-tracing dan melakukan tes, juga yang melakukan perampasan jenazah, maka akan diancam dengan hukuman pidana. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top