Varian Delta Masuk Matim, Kasus Bertambah, Persediaan Tabung Oksigen Terbatas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Varian Delta Masuk Matim, Kasus Bertambah, Persediaan Tabung Oksigen Terbatas


Jubir Satgas Covid-19 Matim, Jefri Haryanto. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Varian Delta Masuk Matim, Kasus Bertambah, Persediaan Tabung Oksigen Terbatas


Matim Kekurangan Tabung Oksigen

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 dengan varian baru, teridentifikasi sudah masuk di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Varian baru jenis Delta ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat, karena itu masyarakat diminta lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Iya benar. Sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada 23 Juli 2021, teridentifikasi Matim itu salah satu dari 7 kabupaten di NTT yang ditemukan varian baru (Delta, Red) Covid-19,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Matim, Jefri Haryanto, saat dihubungi TIMEX, Minggu (25/7).

Jefri menyebutkan, berdasarkan informasi tersebut, selain Kabupaten Matim, enam daerah lain yang telah teridentifikasi ada penyebaran varian baru, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Flores Timur (Flotim), dan Kabupaten Ngada.

Meski demikian, lanjut Jefri, untuk Kabupaten Matim, belum diketahui berapa jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan varian baru tersebut. Terkait hal itu, Pemkab Matim melalui Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Kupang guna memastikan jumlah kasus dan sebarannya.

“Kita telah berkoordinasi untuk bisa melakukan penelusuran terhadap pasien yang telah terpapar varian baru itu di wilayah Kabupaten Matim. Sampel yang positif varian tersebut belum diketahui, masih menunggu laporan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” kata Jefri.

Menurutnya, bila hasil sampel itu sudah diterima, maka pihak Dinas Kesehatan Matim akan melakukan penelusuran terkait keberadaan pasien terpapar varian baru. Kemudian akan dilakukan penanganan. Varian baru virus korona itu penularan masif atau sangat cepat.

Langkah-langkah ekstra yang harus diambil Satgas Covid-19 untuk bisa mengendalikan penularan varian baru ini, kata Jefri, salah satunya adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro sebagaimana telah dipertegas dakam Instruksi Bupati Matim No. BPBD.360/189/VII/2021.

“Salah satu poin dalam instruksi bupati ini, semua hajatan pesta apa saja atau acara keramaian apa saja,  dilarang untuk digelar. Karena kalau lihat riwayat, banyak pasien kita sebagian besar berasal dari klaster pesta,” katanya.

BACA JUGA: Dua Pasien Covid-19 Varian Delta Sembuh, 1 Meninggal

Dikatakan, Satgas Covid-19 Matim juga terus mengimbau dan meminta masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan prokes. Tentu dengan terapkan 5M, yakni selalu memakasi masker, mencuci tangan mengguna sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.

“Kita tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada. Untuk bisa mencegah dan terhindar dari serangan Covid-19, itu mulai dari diri kita sendiri. Hal yang paling utama itu, kita harus disiplin dengan prokes. Mari kita sama-sama menjaga diri, keluarga, dan sesama,” pintanya.

Jefri menambahkan, terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Matim, hingga 24 Juli 2021, jumlah yang terkonfirmasi positif mencapai 2.151 kasus. Terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR sebanyak 122 kasus, dan positif antigen sebanyak 2.029 kasus. Dari jumlah itu, yang sudah sembuh sebanyak 1.326 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 19 orang.

“Jumlah yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 703 orang, dan karantina terpusat sebanyak 87 orang. Sementara dalam perawatan di RSUD Ben Mboi Ruteng ada 4 orang. Sedangkan capaian vaksin di Matim, untuk dosis pertama mencapai 15.108 orang. Dosis II mencapai 6.137 orang,” beber Jefri.

Tabung Oksigen Terbatas

Sementara Sekertaris Dinas Kesehatan Matim, Ani Agas kepada TIMEX mengatakan, akibat peningkatan kasus Covid-19 di Matim, ketersediaan tabung oksigen kurang. Saat ini Pemkab Matim masih berpikir dengan langkanya ketersedian tabung oksigen.

“Ketersedian tabung oksigen untuk shelter atau karantina terpusat di RSUD Borong hanya sebanyak 13 tabung. Meski di puskesmas-puskesmas ada, tapi yang kita fokus sekarang ini di shelter untuk penanganan pasien Covid-19 yang bergejala sedang atau berat,” kata Ani.

Karena ketersedian tabung oksigen terbatas, lanjut Ani, terpaksa harus dengan mengisi ulang setiap saat. Pihaknya sudah meminta untuk penambahan tabung oksigen yang baru, tapi ternyata saat ini tidak boleh untuk menambah. Di satu sisi, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat.

“Memang alasannya tidak ada lagi stok tabung oksigen yang bisa kita beli. Di Jawa sudah tidak melayani jual beli tabung baru. Sehingga saat ini kita kesulitan tabung oksigen,” bilang Ani. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top