Pemkot Mulai Terapkan PPKM Level IV, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Warga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Mulai Terapkan PPKM Level IV, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Warga


BERI KETERANGAN. Wawali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama jajarannya memberi keterangan pers terkait penerapan PPKM Level IV di Kota Kupang, Senin (26/7). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Mulai Terapkan PPKM Level IV, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Warga


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang resmi memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, mulai Selasa (27/7).

Dalam penerapan PPKM Level IV ini, pintu masuk dan keluar Kota Kupang akan diperketat. Kegiatan masyarakat yang tidak urgen bakal dibatasi, baik warga Kota Kupang maupun warga luar kota yang akan masuk ke Kota Kupang.

Khusus weekend, mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu, diperketat tidak boleh ada warga Kota Kupang yang keluar kota, misalnya untuk alasan piknik atau alasan tidak mendesak lainnya.

Sementara bagi warga luar kota yang ingin masuk ke Kota Kupang, wajib menunjukan hasil rapid antigen atau swab PCR negatif, dan harus menjelaskan urgensi kepentingan di dalam kota baru bisa diizinkan masuk.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man, kepada awak media saat diwawancarai di Ruang Garuda Balai Kota Kupang, Senin (26/7) mengatakan, Pemkot Kupang juga akan menertibkan aktifitas di pasar. Jam operasi penertiban pasar adalah pukul 04.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita, dan pukul 17.00 sampai pukul 20.00 Wita.

Tim yang akan melakukan operasi terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Perhubungan dan aparat TNI/Polri. Tugas mereka adalah menertibkan semua masyarakat yang keluar masuk atau beraktivitas di dalam pasar. Jika kedapatan tidak mengikuti protokol kesehatan (Prokes), petugas akan meminta si pelanggar prokes keluar dari area pasar.

“Kalau yang melanggar prokes itu adalah penjual, maka akan dikenakan sanksi tidak boleh berjualan selama satu minggu. Jadi PPKM Level IV memang benar-benar serius agar masyarakat bisa lebih tertib. Ini untuk keselamatan kita semua,” ungkap dr. Herman Man.

Herman menegaskan, khusus hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, tim keamanan gabungan (Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, dan TNI/Polri) akan berjaga di pintu masuk Kota Kupang. Bagi warga kota yang ingin piknik atau melakukan kegiatan yang tidak urgen di luar kota, tidak diperkenankan.

“Juga bagi warga luar Kota Kupang yang ingin masuk ke Kota Kupang tetapi tidak mampu menjelaskan kebutuhan atau urusan yang urgen, serta tidak mampu menunjukkan hasil rapid antigen dan swab PCR negatif, maka tidak diperkenankan untuk masuk,” tegasnya.

“Kita belum menentukan secara pasti, sampai kapan PPKM Level IV ini berkahir, yang jelas dalam waktu satu atau dua minggu ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Kupang, Bernadinus Mere menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat dengan semua stakeholder, terkait dengan upaya dan konsep pembatasan, dan bukan pendekatan.

BACA JUGA: Kota Kupang Terapkan PPKM Level IV

“Pembatasan yang pertama yaitu memastikan bahwa semua pelaku perjalanan tetap mematuhi prokes, dan untuk kendaraan hanya bisa memuat 70 persen sesuai dengan kapasitas kendaraan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Bernadinus, khusus untuk warga Kota Kupang pada hari Jumat Sabtu dan Minggu, diperketat penjagaan dan menanyakan tujuan mereka keluar daerah. Kalau hanya untuk urusan piknik dan tidak urgen, maka tidak akan diizinkan.

Sementara, bagi warga luar Kota Kupang yang ingin masuk ke kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antigen negatif yang berlaku 1 x 24 jam.

Sementara untuk jalur udara, jelas Bernadinus, pihak PT Angkasa Pura dan TNI Angkatan Udara, sudah melakukan penerapan standar yang sesuai dengan instruksi, yaitu semua wajib menunjukkan keterangan hasil rapid test antigen atau swab PCR.

“Kalau di jalur laut, mereka yang datang itu wajib menunjukkan rapid antigen atau PCR, bagi yang ingin keluar menggunakan jalur laut juga harus menunjukkan hasil rapid antigen atau PCR. Kami juga hanya menerima hasil tes antigen atau PCR, dari fasilitas kesehatan yang benar-benar terakreditasi,” jelasnya.

Bernadinus menyebutkan, pihaknya akan memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk ke kota dengan pembagian personil dari lintas instansi. Khusus untuk personil Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, TNI Angkatan Udara, akan berjaga di dua titik, yakni di Bimoku dan Baumata.

Sementara TNI AD membantu penjagaan pintu masuk di Kelurahan Bello dan Manulai. Sementara TNI AL membantu berjaga di Bolok. Personil yang bertugas juga akan ditambah dari Babinsa dan Babinkantibmas setempat.

“Bagi warga Kota Kupang yang bekerja di Kabupaten Kupang ataupun sebaliknya, mereka harus bisa memastikan bahwa mereka benar-benar bekerja di tempat itu, dengan cara menunjukkan SK,” jelas mantan Camat Oebobo ini.

Sementara bagi pelaku ekonomi, kata Bernadinus, tentunya tidak bisa dibebankan dengan harus membawa hasil rapid antigen, karena tentunya akan menyulitkan mereka, tetapi mereka harus menggunakan pick up, dan membawa hasil pangan untuk dijual di Kota Kupang. “Jadi kita pastikan bahwa pelaku ekonomi yang membawa hasil pangan mereka untuk dijual, jadi kita berikan kebebasan,” ungkapnya.

Bernadinus menambahkan, Pemkot Kupang juga akan memberlakukan jam malam, dimana mulai pukul 21.00 Wita, tidak boleh ada lagi kegiatan masyarakat yang tidak penting atau urgen. “Kegiatan pelaku UMKM tetap berjalan tetapi sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak lagi menerima makan di tempat tetapi harus take away. Kita bersama dengan aparat kepolisian akan menerapkan sanksi pidana sesuai dengan undang-undang karantina, karena ini menyangkut dengan hidup banyak orang,” pungkasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top