RSA dr. Lie Dharmawan II Siap Beroperasi Kembali, Bantu Pengobatan Masyarakat Terpencil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

RSA dr. Lie Dharmawan II Siap Beroperasi Kembali, Bantu Pengobatan Masyarakat Terpencil


PEDULI ORANG KECIL. Dokter Lie Dharmawan mengatakan siap melayani masyarakat terpencil dengan Kapal RSA dr. Lie Dharmawan II. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

RSA dr. Lie Dharmawan II Siap Beroperasi Kembali, Bantu Pengobatan Masyarakat Terpencil


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Musibah karamnya kapal Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan pada pertengahan Juni lalu di tengah perjalanan pulang pengobatan gratis dari Pulau Semau, Provinsi NTT menuju Lombok, Provinsi NTB akan segera beroperasi kembali.

“Kapal penggantinya dalam perjalanan menuju Jakarta. Kami jadwalkan Maret 2022 akan beroperasi setelah situasi arus lautnya normal,” ungkap pendiri dan dan pembina doctorSHARE, dr. Lie Dharmawan saat dikonfirmasi TIMEX, Senin (26/7) petang.

Tenggelamnya RSA dr. Lie Dharmawan belum lama ini, kata dr. Lie mempengaruhi program yang sedang dan akan dijalankan oleh doctorSHARE. Walau demikian dr. Lie menegaskan, semangat pelayanan sosialnya untuk menjangkau wilayah-wilayah pelosok tanah air tidak akan pernah padam.

“Secara manusiawi kita tentunya sangat sedih. Tetapi, saya pastikan semangat doctorSHARE untuk mebantu orang-orang kecil tetap menggebu-gebu,” tandasnya. “Kami akan bangkit dan kembali berlayar dengan “bahenol” baru, dengan RSA dr. Lie Dharmawan kedua dalam waktu dekat,” tambahnya.

RSA dr. Lie Dharmawan milik yayasan doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli dibangun di atas sebuah kapal kayu kecil, RSA dr. Lie Dharmawan karam (terbakar) di Perairan Bima, NTB, sekitar pukul 14.00 Wita pada Rabu, 16 Juni 2021. Bahenol sebutan lain RSA dr. Lie Dharmawan karam dalam pelayaran dari Kupang, NTT menuju Torano, Sumbawa Besar, NTB.

“Selama empat hari di Pulau Semau-NTT, pasien yang dilayani dalam bentuk pengobatan umum, bedah minor, KB, KB Implan, suntik 3 bulan, cabut gigi, dan Antenatal Care (ANC) totalnya 311 orang pasien,” ungkap Dr. Lie Dharmawan. “Rencananya sehabis pengobatan di Pulau Semau, kapal menuju ke Lombok untuk kegiatan sosial pengobatan di sana, tapi sayang dalam perjalanan kapalnya karam,” sambung dr. Lie.

Kapal RSA dr. Lie Dharmawan jelas pembina Yayasan doctorSHARE telah berlayar melayani masyarakat di pulau-pulau kecil/terpencil mulai dari barat sampai timur Indonesia. Tim yang terdiri dari tenaga medis dan no medis sebanyak 18-22 orang ini dilengkapi dengan fasilitas EKG, USG, Laboratorium, Kamar Operasi, Ruang Resusitasi, Ruang Pemeriksaan Pasien ini telah melakukan ratusan operasi mayor dan minor. Bahkan memberikan pemeriksaan dan perawatan kesehatan untuk ribuan penduduk lokal.

“Selain tenaga medis yang stand by setiap saat di RSA dr. Lie Dharamawan, ada juga 300 lebih tenaga medis sukarelawan yang siap terjun ke daerah terpencil dan terluar di wilayah Indonesia untuk memberi pengobatan sosial kepada masyarakat kecil yang membutuhkan pengobatan gratis,” pungkas dr. Lie Dharmawan. (ogi)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top