Tinjau Lokasi Pasar Malanuza yang Terbakar, Bupati Ngada: Segera Tata Kembali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tinjau Lokasi Pasar Malanuza yang Terbakar, Bupati Ngada: Segera Tata Kembali


TINJAU. Bupati Ngada, Andreas Paru (kedua kiri) saat meninjau lokasi Pasar Malanuza di Kecamatan Golewa yang terbakar Senin (26/7) pagi. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tinjau Lokasi Pasar Malanuza yang Terbakar, Bupati Ngada: Segera Tata Kembali


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Bupati Ngada, Andreas Paru meluangkan waktunya meninjau lokasi pasar mingguan Malanuza yang terbakar, Senin (26/7) pagi tadi.

Pasar mingguan yang terletak di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada itu terbakar sekira pukul 10.30 Wita, Senin (26/). Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 10 bangunan warung makan milik warga ludes terbakar. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Saat tiba di lokasi kebakaran, Bupati Andreas Paru langsung meninjau lokasi kebakaran. Bupati Andreas juga menyampaikan terima kasih atas kesiagapan semua pihak yang telah membantu untuk proses pemadaman dan meminta pemerintah desa, pemerintah kecamatan untuk mendata secara riil semua materi korban kebakaran dan meminta untuk kedepannya lebih waspada.

Andreas mengatakan, kedepannya pihaknya akan menata kembali pembangunan los, lapak, dan kuliner lokal sehingga lebih tertata rapi. Bila ada kejadian seperti ini bisa ada ruang cukup untuk penanganan cepat dan tidak terkesan kumuh. Selain itu, diharapkan agar pihak PLN bisa menata dengan baik soal jalur aliran listrik ke lokasi pembangunan Pasar Rakyat Malanuza.

Kapolsek Golewa, Ipda A. A Gde Ngurah Sumadi, kepada TIMEX mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi yang mengetahui persis kejadian tersebut. Diantaranya saksi Helena Ule, 60, Maria Jut, 50, dan saksi Udis Kodo, 58. Ketiga saksi ini merupakan warga sekitar yang mengetahui peristiwa kebakaran itu.

Sumadi menjelaskan bahwa sesuai keterangan yang diperoleh dari saksi Helena Ule, saat kejadian Helena sedang berada di depan rumahnya yang terletak dalam kompleks Pasar Malanuza. Saksi mendengarkan ada bunyu ledakan yabg berasal dari dalam aera pasar, tepatnya di dalam bangunan warung.

BACA JUGA: Pasar Malanuza Golewa Terbakar

Setelah bunyi ledakan tersebut, lanjut Sumadi, saksi melihat ada gumpalan asap dan api yang besar dari salah satu warung di dalam pasar itu.

Hal senada juga diterangkan saksi Maria Jut dan Udis Kodo. Keduanya menjelaskan bahwa mereka mendengar ada kedakan yang cukup besar dan suara teriakan saksi Helena Ule dari dalam area pasar. Setelah mendengar ledakan itu, kata Sumad, saksi Maria dan Udis langsung mendatangi sumber ledakan. Saat tiba, keduanya melihat asap dan api muncul dari dalam warung.

Melihat kejadian tersebut, kata Sumadi, para saksi berlari dan berteriak minta tolong kepada warga lainnya untuk berusaha memadamkan api dan menyelamatkan barang dari pemilik warung tersebut. Namun, karena kobaran api yang besar dan cepat merambat ke warung lainnya, saksi dan warga hanya bisa menyelamatkan sebagian barang di warung lainnya.

Kapolsek Sumadi menambahkan, selain warga, saat menanti kehadiran mobil Damkar milik Pemkab Ngada tiba di lokasi, aparat TNI/Polri dan SatPol PP juga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil tangki air tiba di lokasi.

Atas kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Hingga kini pihak Kepolisian masih terus berupaya untuk mencari tahu penyebab warung tersebut terbakar. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top