Pemkab Rote Ndao Terapkan PPKM Level 3 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Rote Ndao Terapkan PPKM Level 3


Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) dan Wabup Stefanus M. Saek dalam sebuah momen baru-baru ini. (FOTO: Rizal Jaha for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Rote Ndao Terapkan PPKM Level 3


Rumah Ibadah Dibuka, Izinkan Pemberkatan Nikah, Perpanjang BDR

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab0 Rote Ndao, resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, mulai Senin (26/7). Beberapa aktifitas warga yang sebelumnya dihentikan sementara, akhirnya mulai dibuka. Hanya belum diizinkan 100 persen, dan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat yang dipantau Tim Satgas Covid-19.

Pemerintah hanya mengizinkan sektor esensial saja yang boleh beroperasi secara penuh (100 persen). Khususnya yang terkait dengan urusan kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, dan teknologi informasi.

Begitu juga keuangan, perbankan, sistem pembayaran, perhotelan, kinstruksi, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital dan industri juga yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, tetap dijalankan secara maksimal.

“Pelaksanaan kegiatan pada tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, seperti, pasar, toko, swalayan, mini market dan super market, tetap beroperasi 100 persen. Dengan pengaturan jam operasional sampai dengan pukul 21.00, dan melakukan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tulis Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, dalam instruksinya.

Selain itu, sebagaimana dalam salinan instruksi Bupati Rote Ndao, nomor 709 tahun 2021, yang diterima TIMEX, Selasa (27/7), menyebutkan, beberapa kegiatan yang sebelumnya dihentikan, kini mulai diizinkan namun dengan pengawasan ketat.

Yang diizinkan itu, yakni aktifitas di rumah/tempat ibadah seperti gereja, masjid, mushola, pura, serta tempat lainnya yang difungsikan untuk beribadah. Kegiataan peribadatan secara berjemaah juga diizinkan, namun pelaksanaanya maksimal sebanyak 25 persen dari kapasitas tempatnya.

Selanjutnya, untuk kegiatan pemberkatan nikah dan/atau ijab kabul juga sudah bisa dilaksanakan saat ini. Hanya saja, sebanyak 15 orang yang diizinkan untuk hadir dalam acara tersebut, dan wajib menjalani pemeriksaan rapid test antigen.

“Pemberkatan nikah dan/atau ijab kabul dapat dilaksanakan dengan ketentuan, jumlah yang hadir sebanyak 15 orang, serta wajib melakukan pemeriksaan rapid test antigen,” tegas Bupati Paulina dalam instruksinya.

Instruksi tersebut, dikeluarkan Bupati Paulina untuk mengatur tentang PPKM Level 3, dalam rangka pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019, di Kabupaten Rote Ndao. Karena situasi pandemi belum mereda, Bupati Paulina kemudian menerbitkan instruksi tersebut untuk dilaksanakan sejak Senin (26/7).

BACA JUGA: Orang Asing Tak Boleh Masuk Rote Ndao, Ada Apa?

Sedangkan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, Bupati Paulina belum mengizinkan untuk dilaksanakan di wilayahnya, sehingga masih tetap menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) yang diperpanjang hingga Agustus nanti.

BDR, tersebut diperpanjang sebagai akibat dari penularan Covid-19 di Rote Ndao yang semakin meluas, dan dikwatirkan menular melalui pelaksanaan PTM.

“Masa kegiatan Belajar Dari Rumah bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diperpanjang sampai dengan tanggal 7 Agustus 2021,” tegas Bupati Paulina dalam instruksinya yang diterima TIMEX, Minggu (25/7).

Satuan pendidikan yang diatur untuk BDR adalah, Pendidikann Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK). Selanjutnya, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Metode pelaksanaan BDR, diinstrusikan kepada guru dan juga tenaga kependidikan. Dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan proses pengamanan terhadap sekolah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Khusus untuk guru, dilakukan dengan metode offline. Dimana materi ajar dibagikan kepada peserta didik untuk dipelajari selama masa BDR.

Begitu juga dengan penugasan kepada siswa, diselesaikan/dikerjakan oleh masing-masing siswa, dan dikumpulkan saat masuk sekolah. Tugas-tugas tersebut, juga dapat dikumpulkan dengan memanfaatkan media sosial WhatsApp.

Sedangkan untuk tenaga kependidikan dan guru, wajib memberi panduan, tuntunan dan memonitor aktifitas siswa selama BDR. Pantauan tersebut sebagaimana yang diinstruksikan dilakukan melalui WAG atau SMS secara rutin.

“Guru dan tenaga kependidikan wajib membuat laporan kepada Kepala Sekolah, terkait proses pembelajaran yang dilakukan selama dirumah,” tegas Bupati Paulina. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top