Perketat Penyekatan di Batas Kota, Puluhan Kendaraan Luar Kota Harus Putar Balik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perketat Penyekatan di Batas Kota, Puluhan Kendaraan Luar Kota Harus Putar Balik


PENYEKATAN BATAS. Satgas gabungan memeriksa kendaraan yang hendak memasuki wilayah Kota Kupang di batas Kelurahan Penfui-Desa Baumata Barat, Selasa (27/7). Kegiatan ini dilakukan seiring dengan penerapan PPKM Level IV untuk pengendalian Covid-19 di Kota Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Perketat Penyekatan di Batas Kota, Puluhan Kendaraan Luar Kota Harus Putar Balik


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mulai menerapkan penyekatan di sejumlah titik batas wilayah guna penegakkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Alhasil, sejumlah kendaraan dari luar yang hendak memasuki wilayah Kota Kupang terpaksa harus memutar balik karena tak bisa memenuhi ketentuan sebagaimana dalam peraturan penerapan PPKM Level IV.
Aparat Kepolisian dari Satlantas Polres Kupang Kota bersama sejumlah unsur terkait melakukan pengawasan pelaksanaan PPKM Level IV Covid-19 di wilayah hukum Polres Kupang Kota sejak Selasa (27/7/2021).

Pengawasan melibatkan puluhan anggota Polri, Dishub, Sat Pol PP, TNI, dan BPBD Kota Kupang. Tim ini melakukan penyekatan dan pemeriksaan para pengendara yang memasuki wilayah Kupang Kota. Tim melakukan pengecekan terhadap sejumlah syarat mengenai penerapan prokes dan administrasi kendaraan yang dimiliki pengendara dengan tujuan yang jelas.

Di pos penyekatan Lasiana (Pertigaan Bimoku-Tarus), ada 30 kendaraan yang diperiksa. Beberapa pengemudi/pemilik kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan diminta aparat memutar balik. Tak cuma itu. Puluhan warga yang tidak memakai masker atau memakai tapi tidak tepat, langsung diminta untuk selalu gunakan masker dengan tepat.

Begitupun di pos penyekatan perbatasan Desa Baumata Barat dan Kelurahan Penfui (Area Angkatan Udara-Nasipanaf-Baumata Barat), terdapat sekitar 55 kendaraan diperiksa dan disuruh memutar balik.

Sementara di pos penyekatan Kelurahan Belo, terdapat 45 kendaraan roda dua, roda empat, roda enam, dan mobil box tak luput dari pemeriksaan aparat. Di pos ini, terdapat empat kendaraan yang diminta untuk memutar balik, termasuk terhadap mereka yang memakai masker tidak tepat.

Lalu di pos penyekatan Kelurahan Manulai II (Tabun-Jalur 40), terdapat 20 kendaraan yang diperiksa. Begitupun di pos penyekatan Alak-Pelabuhan Bolok, terdapat 24 unit kendaraan diperiksa. Ada satu kendaraan diminta putar balik dan ada puluhan warga tidak tertib menggunakan masker.

Kasat Lantas Polres Kupang Kota, AKP Andri Aryansyah, SIK saat dikonfirmasi mengatakan, pengecekan di setiap pos penyekatan dan pemeriksaan kendaraan yang melewati setiap pos di lima titik di wilayah Kota Kupang tidak hanya berlaku pada siang hari, namun juga dilakukan pada malam hari.

“Kita menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih yang melewati pos penyekatan di wilayah Kota Kupang,” ujar AKP Andri yang juga penanggungjawab kegiatan, Selasa (27/7) malam.

Andri menyebutkan, di hari pertama penerapan PPKM Level IV, khususnya di pos-pos penyekatan, berdasarkan evaluasinya, sebagian besar pengendara/pengemudi sudah mulai tertib dan mengikuti isyarat petugas yang memberhentikan kendaraan.

Menurut Andri, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penerapan Surat Edaran Wali Kota Kupang Nomor 046/HK.443.1/VII/2021 tentang PPKM Level IV untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang diberlakukan mulai 27 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.

Seiring dengan penerapan PPKM Level IV ini, kata Andri, terdapat lima lokasi penyekatan di pintu-pintu masuk ke wilayah Kota Kupang, yakni di pertigaan Kelurahan Lasiana (Batas Bimoku dan Tarus), di Kelurahan Penfui (Batas Angkatan Udara dan Desa Baumata Barat), Kelurahan Belo, Kelurahan Manulai 2 (Perempatan Jalur 40), dan Kelurahan Alak (Pertigaan Lantamal VII dari Pelabuhan Bolok).

Andri menjelaskan, dalam pelaksanaannya, satuan tugas (Satgas) gabungan melakukan pengaturan dan pembatasan kapasitas penumpang untuk transportasi umum maksimal 70 persen dari kapasitas muat kendaraan dan wajib memakai masker serta menaati protokol kesehatan lainnya bagi sopir, awak dan/atau penumpang.

Satgas gabungan, kata Andri, memberhentikan kendaraan di jalan, baik kendaraan pribadi maupun umum termasuk roda dua dan menurunkan seluruh penumpang, pengendara, sopir dan awak untuk dilakukan pemeriksaan.

Bagi pelaku perjalanan darat yang akan masuk ke dalam Kota Kupang, satgas gabungan memeriksa jumlah kapasitas penumpang sesuai ketentuan. Satgas memeriksa pelaku perjalanan darat (pengendara motor, sopir, awak dan/atau penumpang) untuk memastikan memakai masker atau tidak.

“Satgas juga memeriksa suhu tubuh seluruh pelaku perjalanan darat menggunakan thermogun sesuai ketentuan. Seluruh pelaku perjalanan darat juga harus menunjukan kartu vaksin minimal tahap 1, hasil rapid antigen H-1,” jelasnya.

Petugas Dishub dibantu Satpol PP Kota Kupang melakukan pendataan kepada seluruh pelaku perjalanan darat. Satgas bisa mengarahkan kembali pelaku perjalanan darat untuk melanjutkan perjalanan apabila sudah dilakukan seluruh pengecekan (pengecekan suhu dan pendataan).

Bagi warga yang bukan penduduk Kota Kupang, apabila suhu tubuh di atas 37,80 derajat celcius, maka yang bersangkutan dilarang masuk wilayah Kota Kupang dan diarahkan untuk kembali ke daerah asal.

Bagi warga Kota Kupang yang masuk kembali ke dalam wilayah Kota Kupang apabila suhu tubuh di atas 37,80 derajat, maka diarahkan ke petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Apabila suhu tubuh di bawah 37,80 derajat celcius, maka diarahkan masuk ke dalam wilayah Kota Kupang, dengan tetap wajib mentaati protokol kesehatan.

Bagi pelaku perjalanan darat yang ke luar Kota Kupang, Satgas memeriksa jumlah kapasitas penumpang sesuai ketentuan dan wajib memakai masker. Pembatasan secara ketat dilakukan pada 30 Juli 2021 s/d 1 Agustus 2021 untuk membatasi pelaku perjalanan tidak diperbolehkan melintas masuk dan keluar Kota Kupang.

Pengecualian bagi warga yang bekerja pada sektor esensial (pelayanan publik) dan kritikal (esehatan, keamanan dan trantib), juga bagi petugas penanganan bencana, energi (PLN), logistik, transportasi, dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat (makanan dan minuman), termasuk penunjang ternak/hewan pemeliharaan.

Bagi pelaku perjalanan keluar dan masuk Kota Kupang pada Jumat, tanggal 30 Juli 2021 s/d Minggu, 1 Agustus 2021 yang bekerja pada sektor esensial dan kritikal, yang tidak secara kasat mata terlihat dengan jelas terkait dengan bidang tugas yang dilakukan, maka petugas gabungan dapat meminta pelaku perjalanan dimaksud untuk menunjukan bukti bahwa ia bekerja pada sektor dimaksud seperti KTA, KTP, surat tugas atau bukti lainnya yang dapat dipertangungjawabkan.

“Jika tidak maka Satgas melarang yang bersangkutan untuk melintas keluar maupun masuk ke dalam Kota Kupang,” pungkas Andri. (il/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top