Sudah 63 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan ke Masyarakat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sudah 63 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan ke Masyarakat


ILUSTRASI. Petugas medis saat menyuntikkan vaksinasi kepada Ridwan Sujana Angsar saat masih menjadi Kajari Lembata pada Februari 2021 lalu. Sejak Selasa (27/7) Ridwan mendapat tugas baru sebagai Kajari Kabupaten Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Sudah 63 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan ke Masyarakat


Target Vaksinasi Covid-19 untuk 208,2 Juta Warga Indonesia

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta penyuntikan dosis vaksin Covid-19 per hari selama Juli 2021. Terlebih, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa vaksinasi akan terus digenjot sampai menyentuh angka 2 juta dosis per hari pada Agustus 2021. Ini demi memperluas cakupan dan memenuhi target herd immunity.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, hingga 26 Juli 2021, total ada 63 juta dosis vaksinasi telah disuntikkan ke masyarakat. Terdiri dari 45 juta dosis pertama dan 18 juta vaksin dosis kedua.

“Cukup banyak yang sudah disuntikkan. Targetnya kita akan berikan vaksinasi kepada 208,2 juta orang, dari semula 181,5 juta, karena ada penambahan penerima vaksin golongan usia 12-17 tahun,” kata Nadia dalam keterangannya, Selasa (27/7).

“Akselerasi untuk mencapai 1,5 juta vaksinasi per hari masih terus difokuskan. Sejak awal hingga minggu ketiga Juli, suntikan vaksinasi rata-rata sudah mencapai 1 juta dosis, dengan kisaran 900 ribu -1,1 juta per hari,” imbuhnya.

Nadia mengungkapkan, pada Selasa (27/7), pemerintah telah mengamankan kembali 21,2 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tambahan stok vaksinasi.

“Alhamdulillah tadi siang baru terima vaksin Sinovac 21,2 juta dosis dalam bentuk bulk. Ini merupakan dosis terbesar yang pernah kita terima dan akan digunakan pada bulan Agustus untuk akselerasi vaksinasi,” terang Nadia.

Vaksin yang diterima itu berupa produk setengah jadi dan produk jadi. Dia menyebut, vaksin yang datang dalam bentuk jadi akan diperiksa secara fisik dan dikontrol kualitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan vaksin berkualitas dan aman.

Sedangkan vaksin dalam bentuk setengah jadi (bulk), akan diolah dulu oleh PT. Biofarma dalam waktu 2 minggu, dan setelah jadi akan diperiksa oleh Badan POM untuk memastikan kualitasnya.

“Kurang lebih tersedia 5-7,5 dosis vaksin dari Biofarma setiap minggunya, sehingga nanti akan ada 21,5 juta vaksin yang siap digunakan pada bulan Agustus,” ujar Nadia.

Nadia menambahkan, saat ini pemerintah baru menerima sekitar 30 persen dari kebutuhan total 460 juta dosis vaksin. Sehingga dia meminta agar Pemda untuk bisa mengatur prioritas vaksinasi.

“Saat ini distribusi vaksin 50 persen fokus ke Jawa Bali, dan dari wilayah itu distribusi fokus ke 57 kabupaten/kota aglomerasi. Pembagian vaksin bisa tidak sama, karena harus difokuskan ke kabupaten/kota yang jumlah kasus dan laju penularannya sangat tinggi,” tandas Nadia. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top