Matim Terapkan PPKM Level III, Bolehkan Hajatan Pesta, Ini Syaratnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Matim Terapkan PPKM Level III, Bolehkan Hajatan Pesta, Ini Syaratnya


Kasat Pol PP Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Syukur. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Matim Terapkan PPKM Level III, Bolehkan Hajatan Pesta, Ini Syaratnya


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) siap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III. Satu poin dalam PPKM Level III ini, pemerintah mengizinkan warga menggelar hajatan pesta sesuai ketentuan. Kegiatan ini berlaku setelah ada penyesuaian Instruksi Bupati No. BPBD.360/189/VII/2021.

Instruksi Bupati itu memuat tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Matim, dan berlaku dari 18 Juli hingga 31 Juli 2021. Sementara untuk penerapan PPKM Level III, ada dalam instruksi Mendagri Nomor 26 tahun 2021 yang berlaku dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

“Sesuai dengan Instruksi Mendagri, kita di Matim masuk kriteria PPKM Level III. Sehingga instruksi Bupati yang ada kita akan sesuaikan dengan Instruksi Mendagri,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Matim, Yohanes Syukur, saat ditemui TIMEX di ruang kerjanya, Selasa (27/7).

Yohanes menyebutkan, penerapan PPKM Level III di Kabupaten Matim ditetapkan berdasarkan assesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Salah satu indikatornya adalah melihat tren kasus Covid-19 di wilayah itu.

Di Matim, kata Yohanes, karena tren kasusnya mulai menurun, sehingga dalam instruksi Mendagri, ada beberapa aktifitas warga yang sedikit diberi kelonggaran. “Kalau sebelumnya dalam Instruksi Bupati, hajatan pesta itu dilarang. Diizinkan hanya akad nikah atau pemberkatan nikah. Sekarang melihat perkembangan kasus dan lahirnya PPKM Level III, resepsi pernikahan bisa digelar. Namun syaratnya, yang hadir maksimal sebanyak 25 persen dari kapasitas tempatnya,” jelas Yohanes.

Lanjut dia, selain jumlah undangan yang hadir diatur dan dibatasi, dalam acara resepsi itu tidak diperbolehkan makan ditempat. Penerapkan protokol kesehatan dijalankan secara lebih ketat serta tetap dipantau oleh Tim Satgas Covid-19 dalam rangka pengendalian penyebaran virus korona.

Yohanes mengungkapkan, hal lain dalam penerapan PPKM Level III, terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Dimana tetap dilakukan secara daring/online. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial atau sektor yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta objek tertentu, tetap dapat beroperasi 100 persen.

BACA JUGA: Tim Satgas Covid-19 Matim Tertibkan 2 Hajatan Pesta, Pendekatanya Humanis

Namun dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Aktifitas pasar, jenis perdagangan dan jenis pusat perbelanjaan diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Sementara untuk aktifitas di tempat ibadah, demikian Yohanes, dapat dilakukan secara berjamaah, dengan pengaturan kapasitas maksimal 25 persen. Tetap mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Sementara untuk pelaksanaan kegiatan pada area publik, seperti fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya, tetap ditutup untuk sementara waktu. Termasuk tempat hiburan malam atau pub,” ucap Yohanes.

Khusus untuk pelaksanaan kegiatan seni, budaya, dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, tegas Yohanes, belum diizinkan. Sementara pelaksanaan kegiatan olahraga/pertandingan olahraga, dapat dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pertemuan di tempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, masih kata Yohanes, tidak diizinkan atau ditutup untuk sementara waktu. Transportasi umum, diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker,” sebut Yohanes.

Yohanes menambahkan, gugus tugas tetap mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin dengan protokol kesehatan sehingga penerapan PPKM Level III ini dapat menekan angka Covid-19.

“Kalau semua disiplin, maka penyebaran Covid-19 bisa dicegah. Selesainya masa pandemi Covid-19 di Indonesia, amat bergantung pada sebaik apa upaya dilakukan seluruh pihak, termasuk diri kita sendiri dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus korona ini,” tutur Yohanes yang menyebutkan, kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Ini merupakan hal krusial dalam upaya mencegah semakin meluasnya penularan Covid-19,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top