JPU Tuntut 3 Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD Kefamenanu 1,6 Tahun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

JPU Tuntut 3 Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD Kefamenanu 1,6 Tahun


Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh, SH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

JPU Tuntut 3 Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD Kefamenanu 1,6 Tahun


Jaksa Amankan Kerugian Negara Senilai Rp 330 Juta

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015 lalu yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 400 juta lebih akhirnya memasuki tahapan penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terhadap ketiga terdakwa, yakni Yoksan M. D. E. Bureni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Meiquel E. Selan selaku Panitia Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan, dan terdakwa Jongky Johanis Manafe selaku Kontraktor Pelaksana (CV. Berkat Mandiri), JPU menuntut hukuman kurungan badan selama 1,6 tahun.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari TTU, Benfrid C. Foeh kepada TIMEX, Kamis (28/7) mengatakan, JPU Kejari TTU telah melakukan penuntutan terhadap tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di RSUD Kefamenanu.

Tuntutan tersebut karena menurut JPU, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu, kata Benfrid, JPU juga menjatuhkan pidana kepada ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

BACA JUGA: Kejari TTU Limpahkan Kasus Korupsi Alkes ke Pengadilan Tipikor Kupang

“Ketiga terdakwa dihukum membayar denda sebesar Rp 50.000.000, subsidiair tiga bulan kurungan dan menetapkan terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,” ungkap Benfrid.

Benfrid menambahkan, JPU juga menetapkan uang tunai sejumlah Rp 330.000.000 yang dititipkan kepada penuntut umum dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai pengganti kerugian keuangan negara.

Dijelaskan, untuk terdakwa Jongky Johanis Manafe diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 358.562.386. “Karena sudah bayar kembali kerugian negara sebesar Rp 330.000.000, sehingga sisa uang pengganti yang harus dibayarkan oleh terdakwa sebesar Rp 28.562.386,” jelasnya.

Menurut Benfrid, apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan tetap, terdakwa tidak membayar kerugian negara maka harta benda terdakwa dapat disita oleh jaksa selanjutnya dilakukan lelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Namun, lanjut Benfrid, apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama sembilan bulan. “Ada juga sejumlah barang bukti berupa uang tunai yang berhasil disita dari pokja dan dirampas untuk negara,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top