Menkumham Salurkan 46.614 Paket Bansos untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menkumham Salurkan 46.614 Paket Bansos untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


PEDULI. Menkumham Yasonna H. Laoly saat kegiatan penyerahan bantuan sosial Kemenkumham Peduli dan Berbagi yang berlangsung secara virtual, di kantor Kemekumham Jakarta, Kamis (29/7). (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Menkumham Salurkan 46.614 Paket Bansos untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


Program Kemenkumham Peduli dan Berbagi, NTT Dapat 1.058 Paket Bansos

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar kegiatan peduli dan berbagi untuk masyarakat korban pandemi Covid-19. Kegiatan penyerahan bantuan sosial Kemenkumham ini berlangsung secara virtual zoom meeting, terpusat di kantor Kemekumham Jakarta, Kamis (29/7).

Menkumham Yosonna Hamonangan Laoly menyerahkan langsung bantuan tunai dana sosial untuk tujuh wilayah yang memberlakukan PPKM Level IV. Tujuh wilayah itu, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Penyaluran bantuan paket sembako ini dilakukan serentak di 33 Kantor Wilayah (Kanwil) Kemekumham dan enam titik wilayah lokasi perbatasan negara. Sasaran bantuan paket sembako dari Kemenkumham ini tak cuma bagi masyarakat terdampak pandemi, tapi juga bagi pegawai Kemenkumham yang terpapar Covid-19.

Menkumham Yasonna menyerahkan secara simbolis kepada Kakawil Kemenkumham DKI Jakarta berupa dana tunai senilai Rp 700 juta dan perwakilan ASN Kemenkumham penerima bantuan.

Yasonna mengatakan, pemberian bantuan melalui program Menkumham Peduli dan Berbagi ini sebagai wujud empati dan rasa peduli terhadap seluruh masyarakat Indonesia yang terpapar Covid-19.

Yasonna berharap, semoga melalui kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dari dampak pandemi termasuk pegawai Kemenkumham yang terpapar Covid-19.

Yasonna mengatakan, berbagai kegiatan pengendalian penangangan Covid-19 sudah dilakukan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat. Untuk itu semua harus mendukung pemerintah menaati protokol kesehatan untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Terus bangkitkan kesadaran untuk keselamatan bersama. Pemerintah melakukan banyak upaya seperti bantuan sosial, pemberian obat-obatan, subsidi UKM mikro dan bantuan lainnya,” tandas Yasonna.

Menurut Yasonna, apa yang dilakukan Kemenkumham ini merupakan upaya mewujudkan perintah dan pesan Presiden Jokowi kepada seluruh menterinya untuk ikut mengambil langkah strategis memberi dukungan maksimal melalui pemberian bantuan sosial dan pembagian suplemen obat-obatan juga vitamin kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri serta konsultasi dokter. Termasuk pengobatan gratis bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri untuk menekan angka kematian Covid-19.

Yasonna menyebutkan, Kemenkumham menyediakan sebanyak 46.614 paket bantuan sosial untuk masyarakat di seluruh tanah air. Dari jumlah itu, sebanyak 43.558 paket diberikan untuk keluarga yang terpapar Covid-19, sedangkan sisanya 3.056 paket diberikan kepada pegawai Kemenkumham yang terpapar korona termasuk bantuan untuk masyarakat di wilayah perbatasan negara.

Paket sembako itu, kata Yasonna, berupa beras, minyak goreng, gula, mie instan, susu, dan sarden. “Tentunya bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya tetapi dilihat dari makna dan keikhlasan pemberian dari pegawai Kemekumham,” pinta Yasonna.

Yasonna menambahkan, Kemenkumham melakukan penghematan anggaran melalui realokasi dalam empat tahapan dengan total mencapai Rp 1,19 triliun. Dana ini digunakan untuk penanganan Covid-19. Kemekumham sedang mengajukan rancangan Peraturan Presiden tentang pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat untuk penanganan Covid-19. Selain itu juga Kemenkumham juga memanfaatkan dan mengalihfungsngsikan kantor Dirjen Kekayaan Intelektual di Tangerang yang selama ini menjadi gudang untuk digunakan sebagai rumah isolasi mandiri darurat Covid-19.

Yasonna mengungkapkan, meski saat ini sudah terjadi penurunan angka Covid-19, tetapi Kemekumham memberikan lokasi rumah isolasi mandiri karena sebelumnya ada kekurangan tempat untuk isolasi. Rumah isolasi menyiapkan semua fasilitas sarana pendukung termasuk menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan.

Yasonna berharap perlu adanya jiwa sosial dan semangat gotong-royong membangun harapan agar bisa melewati wabah dan krisis ekonomi yang terjadi saat ini. “Tentunya kita semua harus optimistis dan berharap bisa lewati wabah ini, dan saya yakin badai pasti akan berlalu,” pungkasnya.

Bantuan untuk NTT

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemekumham NTT, Marciana Dominika Jone yang mengikuti pemberian bantuan secara virtual bersama Menkumham dari PLBN Mota’ain di Kabupaten Belu, menyampaikan terima kasih kepada Menkumham Yasonna Laoly yang sudah menginisiasi kegiatan pemberian bantuan itu, tidak saja bagi warga masyarakat, tapi juga warga binaan. “Terima kasih Bapak Menteri (Yasonna Laoly, Red). Bantuan paket sembako ini sangat bermanfaat, semoga kita bisa melewati pandemi ini,” ungkap perempuan pertama yang menjabat Kakanwil Kemenkumham di NTT ini.

Marciana menyebutkan, bantuan yang disalurkan Kakanwil NTT untuk 1.058 keluarga yang tersebar di semua kabupaten/kota di NTT. Khusus untuk masyarakat di wilayah perbatasan negara, Kanwil Kemenkumham NTT menyalurkan 425 paket di lima PLBN, yakni Pos Turiskain, Metamanuk, Napan, Mota’ain, dan Motamasin.

Marciana menambahkan, pihaknya juga menyerahkan kartu lintas batas kepada 10 keluarga yang ada di Pos Mota’ain.

Bupati Belu, Agustinus Taolin yang hadir dalam momen itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menkumham Yasonna Laoly yang sudah peduli untuk masyarakat Belu melalui pemberian bantuan paket sembako dan penyerahan kartu pas lintas batas.

Bupati Agus dalam kesempatan itu juga meminta Menkumham agar bisa membantu warga di lima desa yang belum mendapatkan kemudahan kartu pas lintas batas.

“Mohon bantuan Bapak Menteri, di Belu baru satu desa yang sudah berlaku MoU kartu pas lintas batas. Sedangkan lima desa yang belum mendapatkan kemudahan sehingga Bapak Menteri membatu lima desa ini,” pintanya.

Bupati Agus juga memohon agar pemerintah pusat bisa membatu perumahan untuk pegawai di PLBN. “Kami sudah bersurat kepada Bapak Menteri, lahan berupa tanah dan rumah untuk membantu perumahan bagi pegawai lintas batas,” jelas Bupati Agus. (mg33)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top