Dewa Penyelamat 120 Jiwa Saat Badai Seroja, Dapat Anugerah Tokoh Inspiratif BMKG | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dewa Penyelamat 120 Jiwa Saat Badai Seroja, Dapat Anugerah Tokoh Inspiratif BMKG


TERIMA ANUGERAH BMKG. Muhammad Mansur Dokeng bersama Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kupang Margiono, pose bersama usai menerima anugerah tokoh inspiratif dari BMKG di kantor Stasiun Geofisika Kupang, Kamis (29/7). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dewa Penyelamat 120 Jiwa Saat Badai Seroja, Dapat Anugerah Tokoh Inspiratif BMKG


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Muhammad Mansur Dokeng yang akrab disapa Dewa, warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang mendapat anugerah dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai tokoh inspiratif.

Penyerahan anugerah tersebut diberikan oleh tokoh pelopor penguatan dan modernisasi meteorologi klimatologi dan geofisika untuk kemanusiaan dan lingkungan, Megawati Soekarnoputri.

Penyerahan anugerah BMKG itu dilakukan secara virtual yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Margiono di kantor Stasiun Geofisika, Kelurahan Merdeka, Kamis (29/7).

Pemberian penghargaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BMKG ke-74, dan Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) BMKG yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan berlangsung secara virtual.

Dewa yang ditemui TIMEX di kantor Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Kamis (29/7) menyampaikan terima kasih kepada BMKG yang telah memberikan anugerah kepada dirinya sebagai tokoh inspiratif.

Menurutnya hal ini tidak terlepas dari upaya dan kerja keras BMKG melaksanakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tahun 2019. “Saya salah satu peserta yang mengikuti sekolah lapang nelayan itu, saya mendapatkan ilmu yang luar biasa ketika itu,” ungkapnya.

Dengan ilmu yang didapat, kata Dewa, ia dapat membaca dengan baik setiap informasi dari BMKG yang dikirim melalui WhatsApp, khususnya terkait cuaca.

Kemudian dari informasi tersebut, Dewa mengaku selalu meneruskan kepada masyarakat nelayan yang bermukim di pesisir Pantai Oesapa.

Termasuk informasi dari BMKG terkait dampak pasca Badai Seroja awal April 2021 lalu. Saat itu, Dewa mengaku langsung menyampaikan informasi cuaca dari BMKG kepada masyarakat pesisir yang berjumlah 120 warga untuk mengungsi dari bibir pantai berjarak 200 meter.

Karena informasi dari BMKG itu kecepatan angin 30 knot sampai 40 knot dengan ketinggian gelombang 4 meter sampai 6 meter. “Alhamdulillah kita semua selamat, harta benda yang dihantam gelombang,” ujarnya.

Menurutnya, bermitra dengan BMKG sangat membantu nelayan ketika beraktivitas di laut saat menangkap ikan. Menyangkut cuaca ini tidak berdasarkan filing dan hanya mengandalkan pantauan panca indra atau penglihatan, tetapi harus riil pantauan menggunakan satelit, sehingga BMKG mempunyai peranan penting untuk memantau dan menginformasikan kepada masyarakat.

“Selama ini informasi terkait cuaca itu saya dapat langsung dari BMKG yang akurat dan saya sampaikan kepada masyarakat,” jelas Ketua Komunitas Nelayan Angsa Laut itu.

Dewa berharap, para anggota Komisi V DPR RI agar sekolah lapang cuaca nelayan kembali dilaksanakan agar dapat meningkatkan wawasan kondisi alam atau cuaca-cuaca di laut.

Sementara Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Margiono, mengaku pihaknya merasa bangga karena dengan digelar sekolah lapang cuaca nelayan itu memberikan dampak positif kepada para nelayan.

Menurutnya, selama ini BMKG selalu memberikan informasi cuaca yang akurat kepada masyarakat, termasuk para nelayan. Informasi tersebut sangat membantu masyarakat nelayan. Jika tidak ada informasi dari BMKG, para nelayan hanya menggunakan insting untuk prediksi prakiraan cuaca. Hal tersebut tentunya tidak valid. Padahal laut itu luas dan setiap titik itu kondisi cuaca laut beda-beda dengan titik lainnya.

“Kami bangga dengan Pak Dewa karena dapat membantu kami memberikan informasi yang valid kepada masyarakat pesisir Pantai Oesapa. Termasuk informasi mengenai Badai Seroja,” ungkapnya.

Dirinya berharap informasi yang disampaikan oleh BMKG dapat diterima secepatnya oleh masyarakat. Tujuannya masyarakat lebih cepat melakukan penyelamatan diri jika ada cuaca yang buruk.

“Kami berharap Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Iklim, Sekolah Gempa dapat lebih ditingkatkan. Karena dengan sekolah tersebut masyarakat jadi paham tentang kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG,” pungkasnya. (mg22)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top