Stok Vaksin Covid-19 di TTU Kosong, Dinkes Ajukan 500 Vial ke Pemprov NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Stok Vaksin Covid-19 di TTU Kosong, Dinkes Ajukan 500 Vial ke Pemprov NTT


VAKSIN. Tim medis di Kabupaten TTU sementara melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum di kantor Kejari TTU, belum lama ini. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Stok Vaksin Covid-19 di TTU Kosong, Dinkes Ajukan 500 Vial ke Pemprov NTT


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami hambatan. Pasalnya, stok vaksin Covid-19 saat ini tidak tersedia. Belum ada kepastian kapan ada penambahan stok vaksin jenis sinovac itu dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Padahal, sesuai jadwal terdapat beberapa lokasi vaksin yang sudah harus melakukan vaksinasi tahap kedua namun ditunda sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Jubir Satgas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada TIMEX, Kamis (29/7) mengatakan, bahwa stok vaksin Covid-19 di Gudang Farmasi Kabupaten TTU saat ini masih kosong.

Untuk itu, tim medis belum bisa melakukan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat, baik itu vaksin tahap pertama maupun tahap kedua. “Kondisi saat ini, stok vaksin di gudang farmasi tidak ada dan sudah habis, baik itu untuk dosis pertama maupun kedua,” ungkap Kristoforus.

Oleh karena itu, lanjut Kristoforus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU melalui Dinas Kesehatan telah mengajukan permintaan vaksin kepada Pemprov NTT. Permintaan vaksin itu melalui surat ke Dinkes NTT sejak 21 Juli 2021 lalu, hanya sampai saat ini belum ada jawaban kapan ada pengiriman lagi.

Terkait jumlah permintaan, Kristoforus menyebutkan, Pemkab TTU mengajukan permintaan jumlah vaksin sebanyak 500 vial yang akan digunakan untuk vaksin tahap pertama maupun kedua.

Menurut Kristoforus, jarak waktu toleransi untuk pemberian vaksin tahap kedua tersebut maksimal tiga hari. Namun, apabila sampai dengan batas waktu toleransi tersebut belum dilakukan vaksin maka vaksin dosis pertama yang sebelumnya telah diterima oleh masyarakat tidak bermanfaat.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemprov NTT secepatnya merespon permintaan Pemkab TTU sehingga pelayanan vaksinasi kepada masyarakat terus berjalan sesuai target. “Jangka waktu toleransi hanya tiga hari saja, karena ini sudah ada jadwal tetap untuk tahap dua namun stok vaksin sementara kosong sehingga kita membutuhkan respon cepat dari Pemprov NTT,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top