Terpilih Aklamasi, Juvenile Jodjana Pimpin DPD PHRI NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terpilih Aklamasi, Juvenile Jodjana Pimpin DPD PHRI NTT


POSE BERSAMA. Ketua BPD PHRI NTT terpilih (Kiri), Juvenile Jodjana, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan jajaran pengurus BPD PHRI NTT foto bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai penetapan hasil Musda di hotel Sahid T-More Kupang, Kamis (29/7) petang. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Terpilih Aklamasi, Juvenile Jodjana Pimpin DPD PHRI NTT


Gubernur VBL Minta PHRI Bangun Kerja Sama dengan Lembaga Keuangan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Juvenile Jodjana terpilih secara aklamasi oleh forum Musyawarah Daerah III Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT yang berlangsung di Sahid T-More Hotel Kupang, Kamis (29/7).

Juvenile Jodjana yang juga owner Sahid T-More Hotel Kupang ini terpilih secara aklamasi setelah tiga calon lain gugur karena tidak memenuhi syarat menjadi Ketua BPD PHRI NTT. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat 4a Anggaran Dasar (AD) maupun Anggaran Rumah Tangga (ART) PHRI yang menyatakan, apabila calon ketua tunggal maka proses pemilihan dilangsungkan secara aklamasi.

Juvenile yang kini menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank NTT ini akan memimpin BPD PHRI NTT selama lima tahun ke depan hingga 2026 mendatang. Juvenile ditetapkan dalam forum Musda BPD PHRI yang dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Ketua Panitia Musda III BPD PHRI NTT, RM Tri Arachis H yang juga General Manager Sahid T-More Hotel Kupang usai acara penetapan ketua terpilih menyebutkan, ada empat calon ketua yang sempat mendaftar dan mengikuti masa verifikasi calon sejak dibuka sejak akhir Maret lalu.

“Kemarin memang ada empat orang calon yang mendaftar tapi setelah proses verifikasi oleh DPP PHRI, dua lainnya gugur sehingga tinggal dua calon kuat. Namun kemarin, dalam proses lanjutan, salah satu calon gugur lagi karena tidak memenuhi persyaratan sehingga tinggal satu orang maka sesuai AD/ART PHRI proses selanjutnya adalah aklamasi,” jelas Tri Arachis.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya meminta ketua terpilih dan jajaran pengurus yang akan terbentuk nanti untuk berusaha maksimal merubah semangat kerja dan cara berpikir lama guna memacu perkembangan usaha bisnis industri perhotelan di NTT. “Sesuaikan tuntutan kebutuhan wisatawan dan perkembangan teknologi digital saat ini,” tandas Gubernur VBL.

Gubernur juga meminta jajaran pengurus BPD PHRI NTT untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga berkompeten untuk mencari lompatan-lompatan cara perpikir dan berusaha dalam memajukan dunia industri perhotelan di NTT.

“Untuk menuju ke sana, kita butuh keberanian untuk memulai. Kita butuh desain riset yang bagus bagamaimana menyedia menu kuliner makanan lokal NTT dengan rasa yang lebih khas karena cita rasa enaknya, empuknya dibanding daerah lainya. Jadi begitu orang makan langsung menimbulkan semangat yang baru karena cita rasa yang khas,” katanya.

Gubernur VBL juga meminta para pengusaha industri perhotelan di NTT untuk membangun kolaborasi dengan pihak penyedia jasa keuangan guna memanfaatkan potensi pariwisata exotic yang ada guna mendukung perkembangan pembangunan pariwisata di NTT.

“Kita punya banyak daerah dengan potensi wisatanya, silakan bangun restoran di sana seperti Labuan Bajo, Fatumnasi di TTS, dan lain sebagainya. Bangun kerja sama dengan perbankan. Kita punya Bank NTT yang saat ini dibawa kepemimpinan Bung Alex (Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho), saya melihat Bank NTT cukup maju dan bagus. Beliau saya yakin pasti punya komitmen besar untuk mendukung usaha UMKM di NTT,” kata Gubernur VBL.

Menanggapi permintaan Gubernur NTT, Ketua terpilih BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana menyatakan kesiapan sekaligus kesanggupannya untuk membangun kerja sama yang lebih harmonis dengan jajaran pengurus BPD PHRI NTT periode 2021-2026 untuk memajukan industri perhotelan di NTT sesuai harapan pemerintah dan berbagai stakeholder.

“Langkah pertama yang kami akan lakukan adalah menginventarisi data pengurus dan potensi yang ada di daerah masing-masing, mulai dari BPD sampai BPC PHRI NTT. Kami akan bertemu untuk diskusikan bagaimana memaksimalkan pemanfaatan potensi yang ada untuk memajukan daerah ini ke depan sesuai harapan pemerintah,” katanya.

BPD PHRI NTT, kata Juvenile juga akan melakukan koordinasi dengan DPP PHRI guna mendukung program kerja nasional yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Contohnya tahun lalu DPP melakukan vaksinasi untuk semua karyawan. Saya senang sekali di NTT semua karyawan hotel sudah divaksinasi melalui program DPP PHRI. Kami akan diskusi dengan DPP bagaimana bisa membantu anggota yang saat ini mengalami kesulitan dimasa pandemi ini,” ungkap Juvenile. (ogi)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top