Usai Joget di Kantor DPRD Malaka, 2 Legislator Positif Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usai Joget di Kantor DPRD Malaka, 2 Legislator Positif Covid-19


TAK TAAT PROKES. Salah satu dari anggota dewan dalam gambar ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Usai Joget di Kantor DPRD Malaka, 2 Legislator Positif Covid-19


Hasil Test Swab PCR di Kupang

BETUN, TIMEXKUPANG.com-Dua anggota DPRD Kabupaten Malaka yang ikut serta dalam hajatan ulang tahun dan joget asyik di kantor DPRD setempat pada Senin (12/7) lalu, dinyatakan positif Covid-19. Informasi ini berdasarkan hasil test swab PCR yang dijalani para legislator itu di Kupang usai hajatan yang mendapat sorotan luas publik melalui video yang sempat viral di sosial media (Sosmed) itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TIMEX, kedua anggota bersama rekannya yang lain di DPRD Malaka itu rencana akan melakukan studi banding ke Bali. Namun karena bertepatan dengan penerapan PPKM darurat di Bali, akhirnya kegiatan studi banding tersebut batal.

Walau demikian, sebagai syarat perjalanan, setiap orang yang hendak memasuki Pulau Bali, wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 hasil swab PCR. Hal ini dilakukan para legislator asal Malaka yang tadinya mau melakukan perjalanan ke Bali.

Ternyata, dari sekian anggota DPRD yang melakukan swab PCR di Kupang, sesuai hasil yang dikeluarkan pada Senin (26/7), ada dua anggota yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua anggota DPRD Malaka tersebut, yakni Ignasius Fahik dari Fraksi PDI Perjuangan, dan Hendri Melki Simu dari Fraksi Partai Golkar. Keduanya terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR di Kupang.

Kapolres Malaka, AKBP Rudy Junus Jakob Ledo, SH, S.IK yang mengetahui informasi ini langsung memerintah jajarannya untuk mengarantina kedua legislator itu agar mencegah penyebaran virus mematikan itu di Kabupaten Malaka.

“Kita mendapatkan informasi dari Kupang bahwa dua anggota DPRD Malaka yang positif Covid-19 hasil tes swab PCR di Kupang sehingga saya perintahkan kepada Kapolsek agar cepat diambil tindakan untuk lakukan karantina oleh Gugus Tugas Covid-19,” ungkap Kapolres Malaka, AKBP Rudy Junus Jakob Ledo saat dikonfirmasi TIMEX ke ponselnya, Selasa (27/7).

Menurut Kapolres Rudy, pihaknya meminta jajarannya untuk memantau perjalanan wakil rakyat itu agar begitu memasuki wilayah Malaka langsung mengantar ke rumah sakit untuk menjalani isolasi/karantina.

BACA JUGA: Masyarakat Disuruh Taat Prokes dan PPKM, Wakil Rakyat Joget Asyik Sambil Miras di Rumah Rakyat

BACA JUGA: DPRD Malaka Proses Etik Anggota Dewan Berjoget Ria Saat PPKM

“Saya tegaskan kepada Kapolsek untuk diantar langsung ke rumah sakit tujuan agar tidak terjadi penyebaran. Seharusnya kalau sudah tau terpapar Covid-19 di Kupang, jangan pulang ke Malaka,” kata Kapolres Rudy.

Kapolres Malaka meminta agar masyarakat sadar untuk menaati protokol kesehatan Covid-19 dan tetap menjaga diri agar penyebaran Covid-19 ini segera bisa berakhir. “Patuhi protokol kesehatan Covid-19 ini dengan melaksanakan 5M. Itu sudah menjadi kebutuhan wajib kita,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kadis Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, saat dikonfirmasi TIMEX mengatakan, pihaknya sementara mengecek kedua anggota DPRD yang positif Covid-19 tersebut, karena hasil tes swab PCR nya di Kupang.

“Apabila diketahui kedua anggota DPRD Malaka jika ada gejala sedang ke berat, maka dikarantina di RSUPP Betun, dan jika gejalanya ringan bisa di rumah saja (Isolasi mandiri, Red),” ungkap dr. Frida Fahik.

Sementara, Plt. Direktur RSUPP Betun, dr. Lina Sembiring saat dihubungi mengatakan, saat ini kedua anggota DPRD tersebut tidak dirawat di RSUPP. “Kemungkinan mereka isolasi secara mandiri di rumah,” katanya.

Dokter Lina mengaku, pihaknya belum mengetahui secara jelas status kedua anggota DPRD Malaka tersebut, karena pemeriksaannya tidak di RSUPP, tapi di Kupang sehingga dirinya tidak bisa memberi jawaban.

“Kami tidak menerima hasil dari mana-mana sih pak. Kan RSPP itu salah satu fasilitas kesehatan jadi kami yang mengeluarkan hasil, tidak menerima hasil. Masing-masing faskes yang mengeluarkan hasil lab, melaporkan sendiri-sendiri melalui aplikasi NAR yang terintegrasi di Kemenkes. Jadi hasil tersebut adalah milik si pasien, bukan milik faskes,” jelasnya.

Laporan hasil pemeriksaan, lanjutnya, baik hasilnya negatif atau positif menjadi tugas faskes yang memeriksa untuk melaporkan. “Dua anggota DPRD Malaka kebetulan tidak pernah periksa di RSPP, jadi saya juga tidak ada laporan tentang kondisi beliau berdua. Mungkin yang sudah/pernah memeriksa mereka adalah tim puskesmas setempat,” ujarnya. “Tapi kalau hasil tes laboratorium sudah menyatakan positif, berarti disebut pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Kalau saya lihat, ini hasil labkes provinsi menyatakan positif,” tambahnya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top