Siapa Bakal Pimpin Asprov PSSI NTT: CM, FF atau LT? | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siapa Bakal Pimpin Asprov PSSI NTT: CM, FF atau LT?


PARA PETARUNG. Inilah tiga bakal calon Ketua Umum Asprov PSSI NTT (ki-ka) Petrus Christian Mboeik, Fary Djemi Francis, dan Lambertus Ara Tukan. Ketiganya bakal bertarung memperebutkan tahta di Asprov PSSI NTT pada kongres Desember 2021 nanti. (FOTO: DOK. TIMEX)

SPORT

Siapa Bakal Pimpin Asprov PSSI NTT: CM, FF atau LT?


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kongres Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) NTT baru akan dihelat pada Desember 2021 nanti. Namun siapa sosok yang bakal memimpin organisasi olahraga rakyat itu sudah bermunculan saat ini. Bahkan menjadi perbincangan hangat di publik, terutama para penggila sepak bola Bumi Flobamora.

Sejauh ini, ada tiga nama yang paling sering disebut dan siap diusung untuk maju dalam Kongres Asprov PSSI NTT. Ketiga figur itu adalah pemilik Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur Atambua, Fary Djemi Francis (FF), Wakil Ketua DPRD NTT, Petrus Christian Mboeik (CM), dan Lambertus Ara Tukan (LT) yang kini menjadi Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI NTT.

Baik Fary Francis, Chris Mboeik maupun Lambert Tukan sudah menyatakan kesediaan untuk maju dalam kongres nanti. Saat ini para bakal calon tengah mencari dukungan voters, yakni asosiasi kabupaten (Askab) dan klub anggota PSSI.

Fary Francis kepada koran ini mengapresiasi beberapa Asosiasi Kabupaten PSSI yang telah memberikan dukungan kepadanya. “Terima kasih kepada beberapa Askab yang sudah memberikan dukungan untuk saya. Mari kita bersama membangun sepak bola NTT. Saya minta untuk mengajak Askab yang lain untuk membangun sepak bola NTT,” kata Fary kepada TIMEX belum lama ini.

Fary yang saat ini menjabat Komisaris Utama (Komut) PT Asabri itu mengatakan, dirinya akan menyampaikan secara resmi kesiapan dia untuk maju dalam ajang Kongres PSSI NTT nanti.

Kandidat lainnya, Chris Mboeik juga menegaskan bahwa dirinya siap maju dalam ajang Kongres PSSI NTT Desember 2021. Bahkan mantan Wakil Pemred Suara Pembaharuan itu sudah siap dengan sejumlah program unggulan memajukan sepak bola NTT ke depan.

“Saya maju dalam Musprov PSSI NTT. Kalau ada kabar yang menyatakan saya mundur itu tidak benar,” jelas Chris Mboeik saat bincang dengan media dan beberapa pegiat bola belum lama ini.

Chris menegaskan, sebagai putra daerah yang juga bergelut di bidang olahraga termasuk sepak bola, merasa terpanggil untuk memajukan sepak bola NTT. “Semangatnya untuk memajukan sepak bola NTT. Melakukan perubahan demi prestasi yang lebih baik ke depan. Yang punya semangat sama, mari bersama kita majukan sepak bola NTT,” ujar Chris.

Demikian sama halnya dengan tekad Lambertus Ara Tukan yang saat ini menduduki posisi penting sebagai Sekum Asprov PSSI NTT. Ia memastikan bahwa dirinya akan ikut dalam pencalonan sebagai Ketua Umum Asprov PSSI NTT.

“Saya maju mewakili organisasi (Asprov PSSI), karena bagaimanapun harus ada kader dari dalam organisasi yang maju,” katanya kepada TIMEX, pekan lalu.

Lambert mengatakan, keputusaannya untuk maju juga merupakan hasil koordinasi dengan sesama anggota Asprov PSSI yang mendorongnya untuk ikut maju. “Siapa-siapa yang maju, yang terpenting adalah semua terbaik untuk NTT. Mau Pak Chris (Mboeik), Pak Fary (Fracis), siapa pun bebas,” lanjutnya.

Lambert juga memastikan dirinya sebagai calon ketua, tentunya akan melanjutkan program kerja utama PSSI yang sudah ada selama ini. “Kita kan punya kompetisi berjenjang, mulai U-13, U-15, U-17, U-23, dan sepak bola wanita,” bebernya.

“Namun, karena peserta kita yang resmi sebagai anggota Asprov PSSI NTT rata-rata dibiayai APBD, sehingga untuk mengikuti tiga kompeisi yang rutin di gelar (Soretin Cup, Piala Gubernur dan ETMC) agak susah. Kita mau buat banyak-banyak turnamen untuk apa. Yang formal saja mereka tidak ikut, apalagi kita buat turnamen-turnamen yang hanya sebatas menghibur masyarakat. Sementara kompetisi berjenjang, dan sepak bola wanita tidak ada yang daftar. U-15 hanya 6 peserta, apalagi mau buka untuk U-13, pesertanya darimana,” lanjutnya.

Menurut Lambert, justru kabupaten/kota yang perlu didorong untuk memperbanyak turnamanem. “Mengapa, karena atlet itu ada di kabupaten/kota. Provinsi itu hanya saat PON baru memanggil atlet, dan itu empat tahun sekali,” tuturnya.

Setiap tahun, lanjut Lambert, atlet itu ada di kabupaten/kota atau di klub. Karena itu, yang perlu di dorong adalah mengaktifkan turnamen seperti Bupati Cup/Walikota Cup di kabupaten/kota, sebagai ajang pencarian bakat yang nanti akan memunculkan pemain-pemain terbaik dari kabupaten/kota itu. “Selanjutnya baru diseleksi masuk klub untuk mengikuti kompetisi resmi PSSI,” ucapnya.

Selama 2021 saja, demikian Lambert, NTT tidak mengikuti/menggelar satupun kompetisi, sementara 33 provinsi lainnya melaksanakan. “Kita mengikuti pimpinan kita yang mengatakan tidak boleh karena Covid-19, kita ikuti. Dan tidak ada niat dari Asprov membatalkan. Dan Gubernur melalui suratnya juga hanya demi rakyat, bukan kepentingan tertentu, karena keselamatan rakyat di atas segala-galanya,” katanya menjelaskan.

Untuk diketahui, Ketua Asprov PSSI NTT saat ini masih dijabat oleh Frans Lebu Raya. Mantan Gubernur NTT ini dua periode menjabat sebagai Ketua Asprov NTT. Prestasi terbaik sepak bola NTT di kancah nasional saat ini adalah lolos di PON Papua. Saat ini sedang dalam persiapan menuju ke Papua. Pemusatan latihan sedang dilaksanakan di TTS dan akan berlanjut ke daerah lainnya.

Prestasi tim senior dari NTT belum masuk sampai ke level nasional. Liga dua pun belum pernah dirasakan satu tim pun dari NTT. Namun, beberapa pemain NTT sudah masuk level nasional memperkuat tim besar. Seperti Alsan Sanda (PS Bhayangkara) dan Yabes Roni Malaifani (Bali United). Dan beberapa nama lain di divisi 2. (rum/ito)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top